
Bapak pegawai penginapan menghampiri si pria berwajah indo.
"Bagaimana tidurnya semalam Ga?, nyenyak kan?".
"Boro-boro nyenyak..jik,yang ada malah nggak bisa tidur sampe pagi. Tamu didepan kamarku nyalain tv dengan volume yang keras sekali,sekampung anget bisa dengar". Jawab si pria sambil mengambil bubur dan telur rebus untuk sarapannya.
Saras langsung kerasa bahwa dirinyalah yang dimaksud pria Indo (indo mobil??).
"Orang-orang sekarang memang begitu, nggak ada sopannya. Nggak mau mikirin orang lain, terganggu atau nggak". Lanjut pria Indo.
"Ya, kalau tv nya menyala berarti kan, tidak rusak ga". Jawab bapak pegawai penginapan polos.
Saras yang merasa tidak terima dengan disindiran si pria, langsung berkata kepada si pria dengan nada kesal.
"Kamu ngomongin siapa?".
Si pria hanya diam sambil mengaduk bubur ayamnya dan melihat kearah Saras.
"Denger ya, nggak usah pakai acara nyindir-nyindir segala. Ngomong aja langsung!!".Saras langsung ngegas, tanpa harus dipanasin dulu.
"Iya!! Aku memang ngomongin kamu!!,aku bahkan sudah mengetuk pintu kamarmu untuk mengingatkanmu, dengan berbasah-basahan karena habis mandi". Si pria menjawab tidak kalah ngegas.
"Jadi kamu yang ngetuk-ngetuk nggak jelas?"
__ADS_1
"Iya aku yang ngetuk!!".
"Kenapa nggak nunggu sebentar?, aku malah cepat-cepat selesaikan mandiku. Pas aku buka pintu nggak ada siapa-siapa, jadi kukira kamu itu "Han..." (Saras tidak melanjutkan ucapannya).
Si pria tampak heran dan menunggu kelanjutan kalimat Saras.
"Maksudku orang iseng atau berniat jahat.Jadi aku takut untuk tidur dikamar"Lanjut Saras.
"Apalagi aku!!, nggak bisa tidur sama sekali!!". Si pria membalas dengan tak kalah sengit.
"Ya udah, kan seri toh?" Balas Saras.
"Seri bagaimana?".
Si pria menjadi bingung untuk membalas perkataan Saras.
"Sudah-sudah jangan bertengkar, hari masih sangat pagi, nanti tamu-tamu yang lain jadi terbangun semua dan kalian jadi bahan omongan. Lebih baik sarapan dulu biar nggak rusuh, bukan begitu mbak ?". Si bapak pun menghidangkan sepiring nasi goreng untuk Saras lengkap dengan secangkir teh hangat.
"Terima kasih pak". Intonasi Saras sudah melunak dengan keramahan bapak pegawai penginapan.
Saras langsung duduk dan kebetulan satu meja dengan si pria indo, karena nasi goreng dan teh hangatnya diletakkan di meja itu oleh si bapak.
"Cuaca hari ini sepertinya bakalan sangat cerah, jadi kalian jangan bertengkar lagi,supaya adem". Ujar si bapak.
__ADS_1
Si Pria pun pergi sambil membawa sarapan dan Note booknya meninggalkan Saras sendiri.
"Eh..Yoga, kamu mau kemana?, ngapain makan jauh-jauh gitu?". Ujar si Bapak karena melihat si pria pergi (tanpa pesan).
Saraswati hanya diam dan melihat saja si pria yang tidak mau sarapan satu meja dengannya, sambil menikmati sarapannya.
---------------------------------------------------------------------
Saraswati memasuki kawasa wisata "Danau Beratan" yang masih sepi pengunjung. Ditempat ini dia jadi ingat kejadian 5 tahun yang lalu dimana Farel menyatakan perasaannya kepada Saras. Tetapi banyangan Romantis masa lalu yang harusnya membuat bahagia justru membuat Saras menjadi muak ("Romantis apaan? Mau muntah jadinya, weeekkk") gumannya dalam hati.
Ditempat itu juga ada beberapa pasangan yang sedang menikmati waktu berdua mereka dengan melakukan hal-hal romantis.Seperti membenarkan syal dileher pasangannya, duduk berdua sambil memegang pinggang pasangannya dan bersenda gurau,ada pula yang berfoto berdua sambil berpose mesra. Hal itu menimbulkan rasa sedihnya karena diputusin Farel semakin menjadi-jadi. Dia pun berteriak histeris dan menangis kearah Danau "Dasar Laki-laki brengsekkk!!". Semua orang yang berada di sekitarnya langsung memperhatikan tingkahnya yang aneh dan merusak suasana.
Tidak terkecuali Pria Indo di penginapan yang kebetulan juga berada di tempat itu, datang menghampiri dan menepuk pundaknya."hei..kamu kenapa?"
Saras berbalik dan melihat si Pria, dalam penglihatannya Pria itu adalah Farel. Dia mulai marah dan menangis, "Teganya kamu melakukan ini padaku, Teganya kamu melakukan ini padaku!!". Saras terlihat kesal dan menangis sambil mendorong pria indo tersebut.
"Tenang..tenang..dulu..kamu kenapa?". Si pria tampak bingung sambil bermaksud menenangkan Saras.
Kali ini semua pandangan tertuju padanya karena dia menjadi tersangka yang membuat Saraswati menangis.
To be Continue
End of chapter 1
__ADS_1