
Saraswati, Devi dan Shinta berkumpul didalam ruangan sambil menikmati Mangga madu yang diambil di sekitar area perkemahan.Sedangkan para prianya duduk-duduk diluar sambil menikmati minum Arak Madu khas Bali dan menyiapkan api unggun.
"Ayo tumpahkan semua dan ceritakan saja". Ujar Devi kepada Saraswati membuka percakapan.
"Hah?! Ceritain apaan?"jawab Saras tidak mengerti dengan maksud perkataan Devi.
"Ya elah.., masa gitu aja nggak ngerti. Hanya orang - orang yang lagi patah hati saja yang memilih pergi liburan sendiri. Dimusim yang bukan liburan". Devi memperjelas maksud dari perkataannya.
Saraswati hanya tersenyum sambil terus mengupas kulit mangga bagiannya.
"Kamu lihat tuh Rahde yang lagi ngedeketin Shinta. Suatu malam dia pernah mabuk berat dan tanpa sadar membuat pengakuan sambil menangis, kalau cewek yang dia pacari selama lima tahun mencampakkannya demi cowok yang lebih kaya. Kalau kamu lihat wajahnya saat itu sungguh menyedihkan sekali dia menangis seperti bayi".Devi menceritakan dengan semangat sekali.
Shinta yang mendengarkan hanya tersenyum dan menggeleng.
" kamu lihat pria tampan yang artistik itu?" Devi mengalihkan topik ke pria satunya
Saraspun melihat kearah pria yang dimaksud.
"Dia adalah calon suamiku, Namanya "Nyoman" tapi biasa dipanggil "Nyoe Gun" dia dulu programer komputer dan pacaran dengan seorang pramugari. Tetapi mantannya itu malah kecantol sama pilot Bule, membuat dia sangat terluka dan memutuskan untuk membuat usaha sendiri dengan membuka bumi perkemahan. Dan untungnya dia bertemu dengan cewek yang mempesona sepertiku sehingga dia bisa melupakan sakit hatinya". Devi bercerita dengan nada bangga.
"Iyain aja Sar".jawab Shinta yang melihat Saras terlihat sangat serius mendengarkan.
"Kalau nggak ada aku didekatnya dia pasti sudah bunuh diri". Devi melanjutkan ceritanya sambil mencolek tangan Shinta.
"Iya benar". Shinta akhirnya pura-pura menyetujui perkataan Devi.
"Tetapi tidak semuanya pernah patah hatikan?" Tanya Saras sambil melihat kearah Yoga.
"Semuanya sudah pernah ngalamin. Percaya deh, nih dengerin ya. Si Yoga malah lebih parah lagi patah hatinya, dia memergoki pacarnya boncengan dengan cowok lain memakai motor yang dia belikan untuk ceweknya. Lalu mengikuti mereka Check-in di hotel. Cerita selanjutnya lebih seperti cerita kriminal". Cerita Devi kali ini lebih mendetail.
"Tapi kamu jangan bilang kalau aku yang cerita, karena setelah kejadian itu dia tidak pernah terlihat dekat dengan cewek , mungkin dia masih trauma untuk pacaran lagi.padahal Kejadiannya sudah lama sekitar tiga tahun yang lalu. Semenjak itu juga dia kalau liburan pasti menyempatkan untuk datang kesini, sambil menulis artikel atau menulis cerita horror. Dia sangat pendiam saat pertama kali datang".
Saras hanya diam dan memperhatikan Yoga , dia tidak menyangka kalau Yoga pernah mengalami patah hati.Dengan mengalami kejadian yang lebih parah darinya.
__ADS_1
Devi mendekatkan dirinya ke Saraswati dan berbisik "Kalau shinta ini ..."
Belum sempat dia "Bergibah" (bergosip) tentang Shinta dengan panjang lebar dan mungkin lebih detail lagi.
Shinta yang tau akan menjadi bahan gosip selanjutnya langsung menghentikan kegiatannya mengupas kulit mangga bagiannya, dia hanya diam sambil memegang pisau dan menyilangkan tangannya.
Sambil berdehem mengingatkan Devi.
"Maksudku kalau shinta ini..seperti harley Quin yang punya warna rambut eksentrik".ujar Devi yang menyadari Kalau Shinta tidak mau pengalaman sakit hatinya diceritakan.
"Dia juga hobby memegang pisau, tajem loh pisau nya..hehehe". Devi pun mengalihkan pembicaraan.
Shinta tersenyum dan kembali mengupas kulit mangga terakhirnya. Keadaan sudah kembali normal dan terkendali.
"Nanti tolong dicuci dulu baru dipotong-potong mangga nya". Devi menormalkan arah obrolan.
"Iyalah Mbok Dev". Jawab Shinta
--------------------------------------------------------------
"Maaf ya kalau kamu tidak merasa nyaman dengan situasi disini". Ujar Yoga.
"Nggak masalah Ga, aku bisa menyesuaikan diri dengan cepat kok". Jawab Saras.
Tiba-tiba Rah de mendatangi mereka dengan wajah cemas.
"Shinta lama sekali di toiletnya"
"Memangnya kenapa?" Tanya Yoga
"Dia tadi agak banyak minum araknya, takutnya malah pingsan didalam".jawab Rahde
"Sudah nggak usah cemas, kan toiletnya bukan dibawah yang dekat sungai". Yoga menenangkan Rah De.
__ADS_1
"Waaaaaaaa...tolooonggg, toloooonng!" Suara Shinta terdengar berteriak keras dari arah toilet.
Yoga, Saraswati dan Rah De pun bergegas menuju ke arah Toilet dimana Shinta berada.
Rupahnya Nyoe dan Devi sudah duluan berada didepan toilet dan mendobrak pintu toiletnya dengan paksa. Ketika pintu sudah terbuka, Shinta terlihat terduduk disudut ruangan sambil menutup wajahnya dan menangis.
"Kamu kenapa Shinta?" Devi berusaha menenangkan.
"Ada tokek besar sekali tadi". Jawab Shinta
"Hadehhh kirain apaan, buat orang satu banjar bangun semua dengar teriakanmu". Nyoe menggerutu.
"Aku pingin Damar yang membantuku". Shinta berkata setengah mabuk. Efek arak masih mempengaruhi nya.
"Rah De kamu yang urus, kalau dia sudah begini". Nyoe pun meminta Rah De yang sudah berada disitu untuk menenangkan Shinta.
Dan ketika Rah De berada didepan Shinta untuk menenangkannya. Shinta pun mulai mengeluarkan sakit hatinya tanpa sadar.
"Damar Kamu ********, kamu mempermalukan aku dihari pernikahan kita. Kamu pembohong !!!, istri dan anakmu datang dan menceritakan semua!!!". Shinta berkata dan berteriak tanpa sadar.
"Shinta...shin..kamu itu mabuk, aku bawa kamu ke kamarmu". Ujar Rah De yang tidak memperdulikan ocehan dan makian Shinta. Dia pun mengangkat tubuh Shinta dan membawanya kekamar ditemani Devi.
"Kalau sudah banyak minum dan mabuk , dia biasa begitu". Nyoe hanya menggeleng dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
"Selamat tidur Bli". Ujar Yoga
"Iya kalian juga istirahat, sudah larut malam nih" jawab Nyoe
Setelah hanya tinggal Yoga dan Saras disitu.
"Ini perkemahan khusus untuk orang yang patah hati ya?" Saras bertanya dengan tersenyum
"Bisa dibilang begitu dan selamat datang di Broken Heart Camp. Yoga pun menjawab sambil tersenyum.
__ADS_1
To Be Continue