Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 2 (Cintailah Cinta) Page 11


__ADS_3

"Surabaya, Aula Kampus"


"Piagam penghargaan pertama beserta tanda pemberian beasiswa ke Jerman untuk adik kami yang bernama "R.A Rara soetedjo "dibidang ilmu Psikologi dipersilahkan untuk naik keatas panggung".ujar Pembawa acara


"Tolong atur jarak waktu , supaya orang yang selanjutnya dipanggil bisa berjalan dengan baik". Ketua panitia pengarah acara kembali


mengarahkan.


"Tolong juga para asisten menandai titik untuk para penerima beasiswanya". Lanjutnya kembali mengarahkan.


Mahesa dan Violette kembali berdiri diatas panggung berperan sebagai Duta Besar dan Istri untuk menyerahkan piagam dan tanda beasiswa tersebut.


Mahesa tampak mencari sesuatu atau seseorang? Sambil menoleh kearah belakang.


"Permisi mas, saya bisa pinjam spidolnya?".


Crew yang dimintai tolong untuk meminjamkan spidolnya pun mengangguk dan meminjamkan.


"Terimakasih mas" sahut Mahesa.


Ia lalu menuliskan "Tristan" di belakang tulisan duta besar dan membaliknya.


Sehingga sekarang tulisan untuknya bukan duta besar lagi melainkan berubah menjadi "Tristan".


"Sekarang aku jadi Tristan, apapun yang kamu ingin katakan. Kamu keluarkan semua". Ujar sambil Mahesa melihat kearah Vio.


Violette hanya diam dan belum mau menanggapi omongan Mahesa, karena tampaknya dia masih kesal dengannya.


"Andrew Tan, dibidang Ilmu Sains dan teknologi". Suara pembawa acara terdengar diantara pembicaraan mereka.


"Kamu bayangkan apa yang telah dia perbuat padamu,tidak perlu sungkan". Mahesa tetap sabar membujuk Violette.


Violette diam beberapa saat, namun kemudian mulai berkata " kamu brengsek !".

__ADS_1


"Hah? Kamu bilang apa?". Mahesa mencoba memperjelas omongan Vio yang belum kelihatan terpancing untuk berbicara sesuai dengan kekesalannya.


"Kamu brengsek!!" Kali ini Violette berkata dengan kesal sambil sedikit melotot.(yang penting nggak pake otot)


"Kata-katamu untuk Tristan kan ya?". Mahesa memastikan .karena dia merasa kata-kata itu malah ditujukan untuknya.


"Dia memintaku untuk berpacaran dengan orang lain juga. Ketika dia ketahuan selingkuh". Lanjut Violette.


"Dia ngomong begitu?"


"Iya dia ngomong begitu" kali ini nada bicara Violette sedikit melunak.


"Wah..wah..dia Pria sejati sekali,karena sudah mau jujur".


"Pria seperti itu adalah buaya!!"protes Violette


"Itu untuk Tristan kan ya?" Mahesa tampaknya merasa dia yang dibilang buaya. (Pak Aya mungkin)


"Jadi bagaimana kamu tau kalau dia selingkuh?, ada cewek lain yang menelfonnya mesra atau Chat mesra dengan cewek lain?"


"Sudah kuduga..,jadi apa isi chat nya?"


"Mereka janjian untuk makan malam berdua".


"Maka aku juga datang ditempat mereka janjian dan ikut makan malam bersama mereka".


"Hah? Beneran?". Mahesa tidak percaya dengan keberanian Violette.


"Si buaya brengsek itu malahan masih bisa untuk bermanis-manis didepanku.Vio sayang , kamulah yang aku cintai, dan selalu yang pertama.dia orang yang baik jadi aku tidak bisa meninggalkannya. Memang benar cewek itu orang baik, Tapi kamu cowok Brengsek!!". Violette tanpa sadar mengumpat kearah siswa yang naik ke panggung untuk mengambil piagam penghargaan dari mereka. Siswa itu pun terkejut. Tetapi Mahesa tetap tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. "Silahkan mas,".


Siswa berkacamata itupun turun dari panggung dengan wajah yang masih bingung karena umpatan Violette kepadanya.


"Jadi wanita itu bagaimana reaksinya? apa dia biasa saja dan cuek bebek?" Tanya Mahesa dengan penasaran.

__ADS_1


"Dia tampak biasa saja" jawab Violette dengan kesal.


"Bagaimana dia bisa biasa saja begitu?"


"Itu karena dia wanita ******!!" Violette kembali berkata dengan ketus yang membuat Mahasiswi yang mendapat giliran naik ke panggung untuk mengambil piagam penghargaan merasakan hal serupa dengan mahasiswa berkacamata sebelumnya.


"Eee..Maaf mbak, kata-kata itu bukan untuk mbak". Mahesa berusaha menutupi kembali.


"Silahkan mbak..." lanjutnya lagi.


"Gilanya lagi mereka tetap biasa saja dan cuek, karena kesal aku yang pergi meninggalkan mereka. Aku membiarkan saja mereka berduaan supaya bisa melakukan apa yang mereka inginkan".


"Lalu apa mereka sekarang pacaran?"


"Aku nggak mau tau dan sudah memblok semua tentang dia untuk selamanya".


"Mmm..pantesan aja, kamu suka ngeblok jadinya. Atau jangan -jangan sudah jadi tukang blok berantai ya?" Mahesa menanggapi santai. Entah mengapa dia merasa senang Violette sudah tidak perduli dan tidak pacaran lagi dengan Tristan.


Violette terlihat tambah kesal karena malah diledek ketika dia sudah menceritakan semuanya.


"Kamu pingin aku maki-maki ya? Hah?".jawab Violette dengan nada mengancam.


Mahesa membalikkan tulisan didadanya menjadi Duta besar kembali.


"Selanjutnya adik kami yang bernama "Mahesa Tanu Wijaya"....mohon untuk naik kepanggung. Karena melihat tidak ada tanda-tanda kemunculan orang yang dipanggil tersebut. Si pembawa acara kembali memanggil sambil bertanya "Ada yang melihat "Mahesa Tanu Wijaya?"penerima beasiswa untuk Teknologi Fisika berbasis tenaga Atom.


Mahesa pun mengangkat tangannya dan berkata "Saya disini".


"Waduh...kenapa malah mahasiswanya yang diminta untuk jadi duta besar? Nggak dapet orang lain yang bisa? " ketua panitia terlihat protes kepada mbak pembawa acara yang rupanya memilih Mahesa untuk memerankan Duta besar.


"Maaf..pak..maaf". Si Mbak terlihat nggak enak dengan protes ketua panitia.


Violette terlihat kaget dengan Mahesa yang ternyata adalah salah satu mahasiswa yang berprestasi dan menerima penghargaan di acara besar ini.

__ADS_1


Mahesa hanya tersenyum simpul,dan Violette menatap Mahesa dengan ekspresi kagum dengan senyum yang penuh arti.


To Be Continue


__ADS_2