Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 5 (Teman Bahagia) Page 27


__ADS_3

Waktu sudah hampir menjelang malam ketika Yoga dan Saraswati akhirnya bisa kembali menuju bumi perkemahan dengan menumpang mobil pickup milik warga desa setempat. Para warga desa sudah mengurus jenazah Kak Landung, pesan yang disampaikan Kak landung pun sudah disampaikan kepada warga desa. Mereka yang akan merawat dan menjaga sawah serta rumahnya. Sampai anaknya selaku ahli waris datang ke desa tersebut.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka sampai di bumi perkemahan.


Kedatangan mereka seperti disambut dengan Devi yang kebetulan sedang berada didekat pintu masuk ke area perkemahan.


"Kalian kemana aja sih?, kami sampai khawatir dan hampir lapor polisi". Kata sambutan Devi cukup menenangkan. "Kami kerumah teman Yoga dan menginap, kebetulan orangnya ramah sekali. Jadi kami betah untuk ngobrol dan menginap satu malam disana". Saras menjawab dengan tersenyum (palsu).


"Iya..bener mbok".Yoga menimpali.


"Terus yang lain pada kemana? Kok sepi?" Tanya Yoga. Biasanya kalau malam mereka berkumpul ditengah area tenda, menyalakan api unggun sambil menikmati makan malam.


"Lagi ke kota ubud, jalan-jalan karena ada pesta kesenian disana" Sahut Devi sambil membenarkan ikatan rambutnya.


"Kok Mbak nya nggak ikut?". Tanya Saras.


"Aku mau nonton Drakor, soalnya sudah menjelang episode terakhir, kalian mandi dululah. Kalau mau makan malam, buat mie instan aja. Aku juga mau masuk nonton dulu drama drakornya bentar lagi mulai".


Yoga hanya mengangguk dan melangkah menuju kamarnya. Dia melambaikan tangan ke Saras.


Saras pun lalu bergegas menuju tendanya untuk mengambil perlengkapan mandinya. Dia juga sudah merasa sangat gerah.


-------------------------------------------------------------------------


"Jakarta (tiga tahun yang lalu)


Kedai kopi trikama


Suasana kedai kopi sudah sepi terlihat Yoga duduk berhadapan dengan seorang wanita


Dihadapan mereka Masing-masing terdapat secangkir yang berisi cappucino.


"Kapan semua itu mulai terjadi?" Tanya Yoga dengan nada lirih.

__ADS_1


"Hmmm?" Si wanita tampak tidak fokus dan menatap kosong kearah Yoga.


"Kamu dan dia?, kamu tidak mau membicarakannya?". Yoga berusaha tetap tenang dan tersenyum, walaupun hatinya terasa amat sakit dan pedih.


"Masalah kita lebih penting" jawab siwanita dengan datar.


Ekspresi Yoga menjadi tidak karu-karuan amarahnya sudah memuncak. Dia menggosok-gosokkan kedua tangannya di belakang kepalanya. Lalu memukul meja dengan tangan kanannya. Si wanita terlihat gugup dan takut dengan kemarahan Yoga.


"Jangan kasar begitu Ga".


Yoga kembali memukul meja sebanyak dua kali dan tidak menghiraukan perkataaan si wanita.


"Lalu mengapa kamu berbuat seperti itu padaku? Aku bekerja keras dan percaya kalau hubungan jarak jauh tidak akan menjadi masalah buat kita!!".


"Ini bukan tentang pekerjaan atau jarak".


"Lalu apa masalahnya?".


"Jarak hanya akan memperlihatkan perbedaan kita".


"Fikiran kita, keinginan kita".


"Tapi kita nggak ada masalah dengan itu semua sebelumnya".


"Kenyataan membuat kita lebih dewasa,dan tidak bisa menolak seta menyangkalnya lagi".


"Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu, apa yang aku tolak? Apa yang aku sangkal?".


"Kamu menyangkal kenyataan, dan menolak kalau kita sudah berbeda. Tidak seperti dulu lagi".


"Maksudmu??"


"Hubungan jarak jauh tidak berhasil untukmu dan aku. Walaupun aku merasakan segala usahamu untuk mempertahankannya".

__ADS_1


"Aku benar-benar telah mencoba".


"Aku tau kamu telah mencoba".


"Lalu kenapa kamu tetap melakukannya?!!" Nada bicara Yoga mulai meninggi.


"Karena itu aku tidak menyalahkan mu". Ujar si wanita yang mulai terisak.


"Kamu masih ingat dengan momen dimana kita harus terpisah jarak?, aku pernah berkata " aku akan selalu bersamamu. Apa kamu faham maksudnya?, "AKU SELALU BERSAMA MU!!!".


Si wanita hanya diam dan menangis sambil menutupi wajahnya. Dia tidak bisa untuk membela diri lagi atas perbuatannya yang telah menduakan Yoga.


Yoga lalu berdiri menghampiri si wanita yang masih terus menangis, dia lalu memeluknya dari samping dan berusaha untuk tidak ikut menangis walaupun dia merasa hatinya sangat hancur. " maafkan aku...".ujar si wanita


Yoga hanya diam dan mengecup rambut wanita itu dan meninggalkannya. Hari itu adalah hari terburuk dalam perjalanan hidupnya.


--------------------------------------------------------------------


"Alasanmu mau menceritakan hal ini padaku? Kita kan baru kenal Ga?" Tanya Saraswati


"Aku merasa nyaman sharing dengan mu, lagipula kamu bukan tipe cewek yang suka menceritakan masa lalu seseorang". Jawab Yoga.


"Sotoy.." ujar Saras tertawa kecil


"Lalu ...kamu kenapa juga mengambil fotoku dan mengaploadnya di status mu?"


"Hah??, kok kamu tau?? Pasti stalking instagram ku ya??" Saras jadi merasa malu dan heran, karena Yoga mengetahui, Instagram dan apa yang telah dia update di statusnya.


"Kamunya yang lupa log out, pas pinjam hp ku. Jadi ya aku nggak sengaja melihat". Jawab Yoga.


Saras merasakan panas di kedua pipinya karena merasa sangat malu.


"Ini mie mu...double kan ya porsinya?". Saras mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Iya ...Sar.." Yoga hanya tersenyum melihat Saras yang salah tingkah.


Tobe Continue


__ADS_2