Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 3 (yang lebih indah dari seorang Juliet) Page 18


__ADS_3

Di Hari dan waktu yang sama ditempat yang berbeda


Bumi perkemahan di kawasan "Ubud -Bali"


Yoga tampak serius menerima telfon dari seseorang yang menolak cerita yang dia tulis,


"Lho ceritanya bagus banget Nang, pasti bisa bikin pembaca penasaran", Yoga tetap bersikeras dengan cerita yang telah dia tulis.


"Iya pasti itu, penasaran sampai mereka nggak mau baca lagi, kamu serius?? Hantu bersiul?? Kenapa nggak Hantu yang ngamen saja??. Pokoknya kalau kamu nggak ada cerita lain selain hantu bersiul di tengah hutan, aku cari penulis lain. Waktumu tinggal satu bulan lagi, titik".lawan bicara Yoga ditelfon tampaknya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan sudah membuat keputusan yang mutlak.


"Iya Nang gue usahain ya.." jawab Yoga dengan nada pasrah. Dia tidak punya ide yang bagus untuk diangkat menjadi bahan tulisan cerita misteri nya. Ketika Yoga duduk dan melihat kearah jendela yang hordennya belum ditutup, dia melihat sebuah wajah wanita yang menatap tajam kearahnya.


Dia hampir terloncat dari tempat duduknya, karena merasa kaget. Untung saja wajah tersebut bukan hantu melainkan Saraswati.


"Sarasss...kamu buat aku kaget setengah mati".


"Maaf Ga, aku nggak sengaja". Jawab Saras yang merasa tidak enak juga karena membuat Yoga menjadi kaget melihatnya nongol tampa permisi didepan jendela.


"Ada keperluan apa mencariku?".


"Aku boleh pinjam telfon mu?, aku ingin nelfon Mama ku. Nomerku nggak ada signal dan paket datanya juga habis".Saras berkata tanpa berani masuk kedalam kamar yang khusus disewa Yoga untuk menulis dan mencari inspirasi.


"Oohh..iya..nggak apa-apa ..nih kamu pake aja.." ujar Yoga yang langsung meminjamkan Ponselnya.


"Thank you Yoga."


Yoga hanya tersenyum dan kembali ke dalam sambil membereskan beberapa kertas-kertas dan Buku-buku.


Saras pun menelfon Ibunya agak kedepan dari kamar Yoga.


"Halo Ma...", Saras tampak menjauhkan ponsel dari telinganya. Tampaknya Ibu Saras sangat khawatir sehingga, berbicara agak panik dan berteriak.


"Iya Ma..jangan panik begitu, Hp susah dapet signal. Maka nya pinjam hp teman buat nelfon Mama". Saras berusaha menenangkan ibunya.

__ADS_1


Setelah selang 10 menit menelfon Ibu nya, Saraspun masuk kedalam kamar Yoga untuk mengembalikan ponselnya.


Yoga juga sudah selesai membereskan semua kertas yang bertebaran, sehingga kamarnya terlihat lebih bersih dan rapi.


"Maaf Ya Sar.., kamarnya berantakan. Juga nggak ada kursi, kamu nggak apa-apa kan duduk lesehan begini?".Yoga tampak kikuk karena baru kali ini ada orang yang masuk kamar "Pertapaannya" untuk mendapatkan inspirasi menulis artikel ataupun menulis cerita


Misteri.


"Iya nggak apa-apa Ga, aku sudah terbiasa juga duduk lesehan". Saras menjawab kalem.


"Terimakasih sudah mau minjemin hp mu".


"Iya Sar...nggak apa-apa santai aja". Yoga berusaha bersikap normal walaupun sebenarnya masih kikuk.


Saraswati melihat keatas meja dihadapannya dan mengambil kertas yang berisi tulisan Yoga yang sudah menjadi artikel.


"Krim pelembab wajah dengan ekstrak alami menjadi rahasia kecantikan mu". Saras mulai membaca artikel yang ditulis Yoga.


"Kamu nulis tentang kecantikan juga?" Saras menghentikan membaca dan bertanya seperti penasaran dengan topik yang dipilih Yoga untuk artikelnya.


"Woww.." Saraswati terlihat takjub dengan kemampuan Yoga yang bisa menulis artikel tentang kecantikan.


"Kalau begitu aku bisa minta saran mu kan?".


Yoga mengangguk mengiyakan.


"Begini gansis, kulit wajahku sangat kering, apa kamu punya rekomendasi pelembab yang sesuai dengan kulit keringku?" Saras bertanya sambil memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


"Mmm...menurutku dengan wajah sepertimu, kusarankan lebih baik kamu potong saja kepalamu". Jawab Yoga yang sudah tidak kikuk lagi, karena didatangi Saras.


"Kasar banget jawabannya ya". Ujar Saras yang malah tertawa diberi jawaban usil Yoga.


"Aku ada serum terbaru yang bagus untuk masalah kulit kering, cuma serumnya ada di tempat tinggalku di Denpasar".

__ADS_1


"Nggaklah Ga, aku cuma bercanda dan ngetes kamu doang. Kebetulan aku nggak ada masalah dengan wajah dan kulitku".


"Kirain...kamu serius nanya nya".


"Eh..besok aku ikut kamu ya..keluar"


"Lho..memangnya kamu nggak ada acara sendiri? Ke Kota Ubud atau Pasar seninya gitu? Pusat kesenian dan kerajinan di Bali hampir semua ada di Ubud Sar".


"Aku lagi males pergi sendiri, lagian hari ini aku sudah di pandu Bli Nyoe bersepeda ngelewatin jalan-jalan kecil di sawah-sawah gitu. Sama main arung jeram gabung dengan rombongan bule-bule, capek banget".


"Tapi besok aku mau ketempat temanku buat minta informasi mengenai hal-hal mistis dan desa tempat dia tinggal yang agak lumayan ke pelosok lagi,lumayan jauh .kamu beneran mau ikut?". Yoga memastikan supaya Saras tidak menyesal kalau ikut.


"Nggak masalah...Ga,aku nggak bakalan rewel kok".Jawab Saras


"Ya udah kalau gitu besok habis sarapan dan mandi kita langsung cabut dari sini, paling lambat jam 9-anlah".


Saraswati memberi kode "Ok" dengan jarinya.


"Kamu ada koleksi musik yang bagus buat tidur?" Tanya Saras.


"Ada, dan kebetulan cocok dengan suasana di tempat ini".


"Keren.. , ya udah puterin lagunya sekarang aku sudah ngantuk".


"Aku pinjemin hp ku, karena semua lagunya ada disini".


"Kalau begitu aku pinjam selimutmu, hari ini aku nggak tidur di tenda. Aku mau tidur disini". Jawaban Saraswati yang mengagetkan Yoga.


"Hah?? Tidur disini?"


"Iya di sini, nggak boleh?"


"Eeehh.. gimana ya?". Yoga menjawab dengan bingung.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2