Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 5 (Teman Bahagia) Page 29


__ADS_3

"Nggak terasa ya..tiga hari lagi sudah hari senin, dan kita kembali dengan kesibukan masing-masing". Ujar Saras yang tidak melepaskan pandangannya kearah sungai. Sedangkan Yoga tampak sibuk mengetik di note booknya.


"Ngomong-ngomong kamu ada cerita horror yang bagus nggak Sar?" Yoga menyeletuk.


"Lho?? Bukannya kamu sedang nulis cerita horror sekarang?". Saras jadi heran dengan perkataan Yoga. Karena setau nya, Yoga sudah punya bahan yang bagus dari cerita almarhum Kak Landung.


"Iya sih, aku perlu satu cerita lagi buat cadangan. Jadi kalau ditolak lagi, sudah ada cadangan cerita". Ujar Yoga sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuk kirinya dikeningnya. Dia tampak seperti guru fisika dibanding penulis cerita horror.


"Bagaimana dengan cerita sepasang kekasih, yang tanpa sengaja sicowok mendapati kekasihnya melepaskan kepala dari tubuhnya, lalu kepalanya melayang-layang dan mencari hewan untuk dihisap darahnya.tapi terkadang dia juga memakan kotoran manusia". Saras bercerita dengan wajah serius walaupun ujungnya jadi nggak jelas. Sejak kapan hantu atau setan makan kotoran manusia.


Yoga yang tadinya sangat antusias dan serius mendengarkan menjadi tertawa dengan kejahilan cerita Saraswati.


"Aku jadi mendadak lapar dengar ceritamu Sar".


"Dasar gelok (bahasa Sunda : Gila) " Saras pun jadi ikut tertawa melihat reaksi serta jawaban asal Yoga.

__ADS_1


"Kali ini aku serius Ga, dan kisah ini belum pernah terceritakan". Ujar Saras sambil melihat sekilas kearah belakang mereka.


Terlihat sesosok hantu wanita dengan wajah menyeramkan mengintip kearah mereka diantara pepohonan.


"Ada sepasang muda-mudi yang sedang asyik mengobrol ditepi sungai didekat hutan yang jauh dari keramaian. Tanpa mereka berdua sadari, ada seorang wanita yang ikut menguping pembicaraan mereka, namun karena jaraknya terlalu jauh. wanita itu tidak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan".kali ini Saras melihat sosok hantu wanita itu telah berdiri tepat dibelakang Yoga. Walaupun siang hari, hantu wanita itu masih terlihat menyeramkan dengan wajah hitam terbakar dan mata yang terlihat putih saja,darah yang sudah mengering diwajahnya semakin mengoptimalkan keseramannya.


Yoga juga sangat serius mendengar cerita Saras tanpa menyadari ekspresi wajahnya menjadi orang yang ketakutan, diam tanpa berkata apapun.


"Sekarang wanita itu sudah berada dibelakang pemuda". Lanjut Saras


"Lalu wajah wanita itupun seperti menempel ke wajah si pemuda karena saking dekatnya posisi mereka sekarang".ujar Saras yang terbelalak melihat ke arah Yoga. Wajah Hantu wanita itu tepat berada didepan Yoga dan menyeringai. Untungnya Yoga tidak bisa melihat penampakan hantu wanita itu. Namun dia merasa takut dengan cerita Saraswati.


"Perasaan ku ..kok jadi nggak enak ya Sar?, cukup deh ceritanya. Beneran serem dan seperti kita yang ngalamin sendiri". Ujar Yoga sambil merapikan Note booknya lalu memasukannya kedalam tas ranselnya dan berlari kencang meninggalkan Saraswati.


"Weiii..Yoga, kok aku jadi ditinggalin?, Tunggu Weiii!!". Saras juga menjadi ketakutan ditinggal Yoga sendirian. Dia pun berlari tidak kalah kencang menyusul Yoga. Mereka berdua jadi tampak seperti atlit Marathon yang sedang latihan untuk acara Olympiade di negara Zaire.

__ADS_1


------------------------------------------------------------------------


Saraswati sedang asyik mendengarkan lagu kesukaannya diponselnya disebuah bukit kecil tidak jauh dari perkemahan,Yoga menghampirinya dan memberikan sebuah gambar kepadanya.


Saras melepaskan headsetnya dan melihat gambar yang merupakan gambaran wajahnya.


"Keren banget Ga?, aku nggak nyangka kamu pinter ngegambar juga". Ujar saras dengan senang, karena gambaran wajahnya yang sedang tersenyum itu terlihat hidup.


"Kalau lagi mood aja Sar, sekedar iseng. Maaf ya kalau jelek dan nggak secantik aslinya".


"Nggak bagus gimana? Ini lebih dari bagus Ga, terimakasih ya, aku senang banget. Baru kali ini ada cowok yang menggambar wajahku". Saras menatap lembut dan dalam ke Yoga.


Walaupun belum genap seminggu mereka saling kenal, namun mereka cepat menjadi akrab.Saras telah lupa dengan sakit hati karena putus cinta dengan Farel. Begitu pula dengan Yoga yang melupakan trauma karena di khianati. Mereka merasa nyaman bila bersama. Saras memberikan headset kananya ke Yoga, lalu mereka mendengarkan lagu bersama-sama dari ponsel Saras.Sambil Melihat matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat diantara bukit dan lembah dihadapan mereka.Yoga tanpa sadar mendekatkan diri dan menatap Saraswati, begitupula dengan Saras yang membalas lembut tatapan Yoga. Setelah beberapa saat saling bertatapan. Yoga mendekatkan wajahnya dan mencium hangat bibir Saras. Dia tidak menolak dicium Yoga dan menikmati saat yang indah ini.


Tobe Continue

__ADS_1


__ADS_2