Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 5 (Teman Bahagia) Page 31


__ADS_3

Ubud


Minggu pagi (Bumi perkemahan)


Setelah sarapan pagi, Yoga dan Saras pun bersiap-siap untuk check-out dan kembali ke Denpasar.


"Terimakasih atas keramahan dan kenyamanan yang telah kalian berikan, selama aku tinggal disini", Saras merasa berat hati untuk pergi.


"Jangan lupa biaya penggantian perbaikan motorku". Nyoe menjawab sambil melihat kearah Yoga.


"Iya bli...tinggal info aja berapa biayanya, nanti aku transfer".


"Kita tetap saling berhubungan ya, kalau ada waktu. Jangan sungkan mampir kesini" ujar Devi.


"Iya Sar...kalau kamu nggak tau jalan, hubungi aku aja. Nanti aku jemput kalau kamu sudah di Kota Ubud". Shinta menimpali.


"Iya...pasti itu, sekali lagi terimakasih ya". Saraspun memeluk Devi dan Shinta.


"Jangan lupa sama aku juga Sar..kalau kita nanti ketemu dijalan". Rahde baru terlihat karena terlambat bangun.


Saras mengangguk dan tersenyum. "Aku nggak dipamitin nih Sar?" Nyoman seperti protes.


Saras tertawa dan menghampiri Nyoman


Dia lalu menjabat tangan Nyoman, "nggaklah bli, nggak mungkin aku lupa untuk pamit ke Bli Nyoe nya, "Matur Suksme nggih". Ujar Saras dengan lugas walaupun baru kemarin dia belajar mengucapkan terimakasih dalam bahasa Bali dengan Yoga.


Nyoman, Devi, Shinta dan Rahde menjadi tertawa senang mendengar Saras memakai bahasa Bali.


"Iya sama-sama Sar.." jawab Nyoman.


"Baiklah kami permisi pamit" ujar Yoga


"Jaga diri kalian dan hati-hati dijalan". Nyoman menyalami Yoga dan menepuk pundaknya.


Saraswati merasa sangat senang dengan keputusannya untuk ikut dengan Yoga ke Bumi perkemahan, sehingga dia bisa kenal dengan orang-orang baik seperti mereka ber-empat.


Beberapa saat setelah menempuh perjalanan.


"Oh iya Sar...jadi sekarang kita langsung ketempat tinggalmu atau mau mampir kemana dulu?".

__ADS_1


"Nggak usah Ga ketempat ku , kita mampir ke Beach Walk Kuta aja. Nanti ada rekan kerja ku yang jemput dan nganterin aku ke kost ku".


"Ooh...gitu, teman kerjamu cewek atau cowok?"


"Cowok..." sahut Saras


"Oohh.." Yoga menjawab singkat


"Jangan curiga gitulah". Saras mengerti dengan sikap Yoga yang tiba-tiba berubah seperti curiga.


"Nggak kok biasa aja..."


Saras hanya tersenyum dan membiarkan Yoga yang masih terlihat cemburu.


"Ya udah...daripada bete, kita dengerin lagu aja ya. lagu yang kita dengarkan waktu kamu berani-beraninya menciumku". Ujar Saras


Mendengar ucapan Saras , Yoga jadi melupakan rasa curiganya dan tertawa kecil.


"Kamu kan nggak nolak juga". Jawab Yoga yang mulai tersenyum dan tidak bete lagi.


Saraspun tertawa dan memegang tangan kiri Yoga dengan lembut. Perjalan mereka ke Denpasar sepertinya akan menjadi indah dan penuh kenangan.


Surabaya


"Pantesan Pakaian mu resmi sekali, ngajak makan malam aja ketempat restoran mewah begini". Violette merasa tidak enak ditraktir ditempat makan yang sangat mewah oleh Mahesa.


"Iya, sekali-kali ngerasain makanan ditempat begini. Nggak ada salahnya toh?".


"Bukan begitu,tapi kamu kan tau harga makanan disini pasti sangat mahal".


"Jangan khawatir Vio, kebetulan aku dapat Voucher untuk makan direstoran ini dari teman ayahku". Mahesa beralasan. Padahal sebenarnya tidak begitu, karena restoran ini adalah restoran langganan ayahnya. Dan dia sangat mampu untuk membayar makanan yang akan dia pesan.


Seorang penerima tamu didepan pintu masuk restoran menyapa dan menyambut mereka dengan ramah.


"Selamat malam tuan muda.."


Violette terlihat heran dengan sapaan penerima tamu yang tampak akrab dengan Mahesa.


Mahesa yang menyadari hal itupun berdehem dan memberikan sebuah kode ke penerima tamu tersebut. Melihat kode dari Mahesa penerima tamu langsung paham dan merubah perkataannya. "Selamat malam,apakah anda sudah memesan meja?"

__ADS_1


"Kami belum memesan" ujar Mahesa.


" Boleh saya tau nama anda tuan?"


"Mahesa.."


Setelah mencatat di buku tamu, sipenerima tamu pun memepersilahkan mereka masuk dan mengantarkannya kemeja dengan view kota Surabaya di waktu malam.


"Tuan Mahesa, silahkan lewat sini.mohon ikuti saya".


Setelah mereka berdua duduk, seorang pelayan mendekati mereka untuk mencatat menu yang kan mereka pesan.


Sebuah Botol sampagne dibuka sebagai servis kepada mereka.


"Sup hitam tanpa rosemary, lobster dengan kaviar hitam, dan steak iga kering dengan asparagus". Mahesa memesan menu makanan yang sangat asing bagi Violette. Karena


Dia tidak pernah makan ditempat mewah seperti ini.


"Itu saja dulu, nanti kalau ada pesanan yang lain aku akan memanggil anda lagi".


"Baiklah tuan, selamat menikmati makan malam anda".


Setelah sipelayan pergi. Mahesa mengangkat gelas berisi sampagne dan mengajak Violette untuk bersulang.


"Kamu beneran nggak pernah makan disini?" Violette bertanya dengan curiga.


"Ooh..aku kemarin lihat dari internet dan mempelajari menu-menu nya". Jawab Mahesa dengan santai.


Violette tersenyum dan memandang Mahesa dengan kagum.


"Jadi besok, kamu bisa bertemu denganku di Bandara?".


"Kebetulan besok Bunda ku, juga mau berangkat keluar kota sore hari. Kalau penerbanganmu sore hari juga, aku bisa menemuimu di bandara".


"Sangat kebetulan sekali ya, penerbanganku juga sore hari". Jawab Mahesa disertai raut wajah yang sangat senang.


Makan malam kali ini bagi Mahesa merupakan makan malam terindah dan menyenangkan sepanjang hidupnya.


Tidak berapa lama, makanan yang Mahesa pesan datang, dan siap untuk dinikmati.

__ADS_1


Tobe Continue


End of Chapter 5


__ADS_2