
Saraswati terbangun lebih dulu dibanding Yoga. Mereka berdua tertidur diluar kamar yang memiliki teras, dan cukup luas yang bisa dijadikan tempat untuk tidur maksimal tiga orang. Mereka sempat menikmati suasana malam dan memandang langit malam yang cerah dengan bertaburan cahaya bintang.Setelah berbincang beberapa saat, Saraswati lebih dulu tertidur tak lama setelah Yoga menyetel tiga buah lagu. Tampaknya kegiatan yang dia lakukan hari ini banyak menguras tenaganya. Sehingga dengan cepat membuatnya tertidur pulas.
Pagi ini Saraswati membantu Devi membuat sarapan Nasi goreng dan roti panggang. Rasa masakan Nasi goreng bikinannya lumayan enak dan mendapat acungan jempol dari Devi. Semua meberikan pujian dengan rasa masakan nasi gorengnya.Walaupun tanpa bumbu penyedap rasanya tidak kalah enak, dengan masakan yang memakai bumbu penyedap atau MSG.
Yoga meminjam motor tua kesayangan "Nyoe" yang diberi nama "Jujum" singkatan dari Jumiati, karena jalan yang akan dilalui menuju rumah temannya tidak bisa dilewati mobil.
Setelah satu jam perjalanan yang melewati hutan dan persawahan.
"Rumahnya lumayan jauh juga ya Ga?".
"Masih setengah jam lagi sih, kamu mau istirahat sebentar?".
"Nggaklah sudah tanggung juga, lanjut aja. Aku masih bisa tahan kok".
Sedang asyik mereka mengobrol, Yoga tidak menyadari jalan didepan mereka berupa jalan turunan yang tajam dan setelahnya jalanan tanah yang sangat becek dan masih terdapat genangan air, yang membuat jalannya tergenang dan sangat licin.
"Waduh nih jalan tumben becek begini..semalam ada hujan tampaknya".(Yoga membatin)
Dia nerusaha mengendalikan laju motor dengan menjaga keseimbangan motornya yang mulai berjalan seperti orang mabuk yang kehilangan arah.
"Lho..lho ..Ga..ini jalan motornya kok jadi oleng begini?" Saras mulai khawatir mereka bakalan terjatuh.
"Iya..ini...tumben jalannya..?!!!" Belum selesai Yoga menjawab. Ban motornya sudah terburu selip sehingga mereka terjatuh.
"Brukkkk..."bunyi suara motor yang terjatuh disamping jalan yang becek berlumpur lumayan keras terdengar. Yoga terjatuh disamping motor, sedangkan Saras terguling kesamping kanan jalan yang lebih becek dan berlumpur.
Baju yang dikenakannya menjadi kotor dan berlumpur. "Sialll..." umpat Saras menyadari dirinya seperti kerbau mandi di kubangan.
Sedangkan Yoga merintih kesakitan disebrangnya,Kaki kirinya masih tertindih motor. Saras pun bergegas bangun tanpa memperdulikan lagi lumpur di hampir seluruh badannya. Menghampiri Yoga dan membantunya mengangkat motor yang menindihnya.
"Yoga ...kamu nggak apa-apa?".
"Iya nggak apa-apa..., Ya Tuhan..!! Yoga berseru melihat ke Saras.
"Aku nggak apa-apa Ga, Cuma kotor aja sama lumpur". Jawab Saras sambil membersihkan lumpur di baju dan celananya.
"Jujum yang malang, pake acara jatuh lagi. Bisa celaka 12 nih". Raka menghampiri Motor tua tersebut.
Saras merasa kecele karena dia menyangka Yoga bertanya untuk dirinya.
__ADS_1
"Bli Nyoe bisa menuntutku ke pengadilan kalau Jujum Rusak". Yoga tampak panik.
"Lha?? Jadi gimana dong?". Saras menimpali dengan nada kesal.
("dia lebih cemasin benda mati daripada manusia") Saras berkata dalam hati.
"Kita coba perbaiki dan cari bengkel". Ujar Yoga.
Saras hanya meniup kearah rambutnya sambil menahan kesal.
"Nyari bengkel dari Hongkong!!!, kita ini ditengah hutan dan jauh dari rumah penduduk.lebih baik ditinggal saja dulu disini, lagian kamu mau perbaiki gimana kalau nggak punya kunci-kuncinya?". Saras kali ini mengeluarkan kata-kata protesnya.
Setelah berfikir beberapa saat. Yoga pun menyetujui perkataan Saras.
"Ya udah kalau gitu, terpaksa kita jalan. My Trip My Adventure". Teriak Yoga menyemangati.
Saraspun mengangguk pasrah, didalam benaknya sudah terbayang rasa capek dan pegal yang akan dirasakannya.
(My trip my adventure "My ***") umpatnya dalam hati.
--------------------------------------------------------------------
"Masih jauh Ga?, aku sudah nggak kuat jalan lagi".
"Nggak kok, setelah ngelewatin sawah-sawah ini kita sudah sampe. Tuh rumahnya sudah kelihatan".ujar Yoga yang masih terlihat belum capek.
Lima menit kemudian mereka sudah memasuki pekarangan rumah sahabat Yoga
Suasana terlihat sangat sepi dan halaman terlihat agak kotor dengan daun-daun kering yang sepertinya sudah lama tidak disapu. Disisi lain juga terlihat pakaian yang dijemur dan sudah kering tetapi belum diangkat.
"Bersihkan dirimu dulu, dan ambil airnya disumur itu. Aku akan memanggil temanku didalam rumah".ujar Yoga
Saras menuruti perkataan Yoga dan berjalan kearah sumur, tidak perlu susah untuk menimba air lagi. Karena sumurnya memiliki pompa manual.
"Kak Landung, Kak...!!" Terdengar suara Yoga memanggil temannya. Namun tidak ada jawaban. Disekitar sumur tampak beberapa piring kotor yang sudah lama diletakkan disitu seperti tidak terurus.Saraswati sudah merasakan aura yang tidak enak dan sangat mistis. Namun dia menguatkan dirinya untuk tetap tenang dan berani.
Yoga pun menghampirinya, Saras masih membersihkan pakaiannya yang penuh lumpur yang sebagian sudah mengering dengan air sumur yang sangat jernih.
"Temanmu nggak ada Ga?" Tanya Saras
__ADS_1
"Dia mungkin lagi keluar ke desa didekat sini".
"Lalu bagaimana?"
"Kita tunggu sampai dia kembali, lagian ini sudah menjelang sore".
Yoga dan Saraspun menunggu di balai bengong halaman depan rumah.
"Kamu bisa tau dan dekat bagaimana ceritanya Ga?" Saras membuka obrolan karena Yoga tampak sibuk mengetik dengan notebooknya.
"Dia itu banyak tau hal-hal mistis dan bisa melihat hantu, aku banyak belajar dan dapet informasi darinya. Yang bisa jadi bahan untukku menulis cerita misteri atau horror". Jawab Yoga.
"Kamu kan bisa tanya-tanya aku Ga kalau masalah begituan". Jawab Saras yang seperti menyesal ikut Yoga. Tetapi dia sudah berjanji untuk tidak rewel, jadi dia terpaksa harus manut saja dengan agenda Yoga.
"Oh iya, aku mau tanya..itu kemarin waktu dimobil kamu melambai kepada siapa?"
"Aku nggak ingat...karena sedang mabuk". Saras menjawab sekena nya. Karena dia tidak mau membahas tentang hantu atau apapun itu.
Yoga beranjak masuk kedalam rumah dan tidak berapa lama membawa sebuah baju wanita yang bersih. Dia menyerahkan baju wanita kepada Saras.
"Kamu mandi dan ganti bajumu dengan baju ini".
"Kamu yakin temanmu tidak keberatan, baju ini aku pakai?" Saras nampak ragu.
"Tenang aja,Kak Landung orangnya baik dan aku sudah tau sifatnya. ini baju anak perempuannya yang cocok dengan ukuran badanmu".
"Ya udah kalau kamu yakin, aku percaya deh"
Saraspun pergi menuju kamar mandi disamping rumah.
"Kamu jangan ngintip ya!".
"Memangnya ada yang bagus?" Jawab Yoga sedikit mengejek.
"Dasar pintar ngomong" jawab saras sambil menutup pintu kamar mandi.
Hari sudah menjelang malam, namun teman Yoga belum juga kembali.
To be continue
__ADS_1