Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 2 (Cintailah Cinta) Page 12


__ADS_3

Kali ini Saraswati dan Yoga menikmati sarapan pagi mereka dalam satu meja. Berbanding terbalik dengan hari kemarin, mereka juga tampak lebih akrab.


"Hari ini kamu mau rencana kemana?".tanya Saras.


"Aku hari ini Check-out dan langsung menuju bumi perkemahan didaerah Ubud".


"Kalau begitu aku ikut ya, kebetulan hari ini aku juga check-out".


"Kamu beneran mau ikut?, ini tempatnya lebih jauh dari keramaian, dan lebih masuk lagi kepelosok."


"Iya nggak apa-apa, aku juga masih ingin menikmati alam pedesaan, kan kata bapak ajik aku tipe cewek out door".


"Kalau sudah panggil bapak, nggak usah panggil Ajik lagi Sar. "Ajik" itu artinya sama dengan Bapak. Panggil pak De aja, karena nama bapak itu Made minggu".Yoga menjelaskan.


"Oh..begitu ..ya,". Saras mengangguk-ngangguk mengerti.


"Aku disana sampai hari sabtu dan langsung pulang ke Denpasar. Karena hari senin aku sudah masuk kerja, kamu yakin mau ikut?".


"Iya aku yakin, nggak apa-apa. Aku juga senin baru masuk kerja". Jawab Saras.


Dua jam kemudian mereka Check-out dan langsung melanjutkan perjalanan ke arah Ubud.


---------------------------------------------------------------------


Surabaya


Hari ke 3 latihan (H-1)


Jam istirahat Makan Siang


Di "Aula Kampus"


"Aku mulai tertarik dengan teknologi yang dimiliki negara Jerman karena banyak membaca literatur dan sejarah perang dunia ke II yang fenomenal. Banyak hal yang bisa kupelajari yang nantinya bisa ku terapkan di sini". Mahesa menceritakan awal ketertarikannya dengan negara Jerman.


Violette mendengarkan dengan serius dan bersemangat,ada sedikit kekaguman yang timbul kepada Mahesa.


"Lagipula aku mempunyai hasrat yang sangat tinggi untuk..." Mahesa menghentikan kalimatnya dan menatap dalam ke arah Violette.


Violette menunggu kalimat selanjutnya dengan antusias.


"Punya istri orang Jerman".ujar Mahesa melanjutkan kalimatnya yang terputus.


"Ihh...apaan coba, aku kasihan dengan mereka yang memberimu beasiswa. Karena tujuan mu dibalik itu semua cuma untuk cari istri". Jawab Violette menggerutu sebal.

__ADS_1


Mahesa hanya tersenyum dengan gerutuan Violette.


"Terus kalau lagi deketin cewek, apa kamu selalu ramah ?".


"Tergantung sikap ceweknya, jika dia menyebalkan aku juga bisa menjadi menyebalkan. Tetapi kalau dia bersikap ramah aku jadi menjamah". Jawab Mahesa sambil tertawa.


Violette tersenyum dan membalas dengan memonyongkan mulutnya kedepan.


"Tipe cowok sepertimu memang pantesnya di sinisin tau.."


"Bagiku kamu tipe cewek cerdas walaupun pertamanya nyebelin".


"Berarti kamu sudah sering pacaran ya?".


"Aku tidak ingat untuk jumlah pastinya, tetapi kamu bisa coba sebutkan nama-nama cewek. Siapapun itu".


"Nama cewek? Aku sebutin sembarang ya?".


"Iya sembarang saja, seingatmu".


"Ratih".


"Sudah pernah".


"Sherly"


"Sudah pernah".


"Arum"


"Bukan Arum, tetapi Arumi"


"Gila ya, kamu seperti sudah memacari setengah jumlah cewek di negara ini.."


"Mau bagaimana lagi?, kitakan harus memilih yang terbaik untuk kehidupan kita". Mahesa menjawab santai tanpa merasa bersalah.


"Memang benar sih".Violette pun menyetujui


"Kalau kita tidak menjalani atau pacaran terlebih dahulu, bagaimana kita bisa tau dia terbaik untuk kita atau tidak".


"Tapi itu bukan cara untuk mengenal seseorang, itu namanya mainin perasaan orang". Violette akhirnya mengemukakan ketidaksetujuannya.


"Dan sepertinya kamu telah sering menyakiti perasaan cewek".

__ADS_1


"Kalau maksudmu aku yang memutuskan hubungan terlebih dahulu, itu memang benar". Jawab Mahesa masih dengan santainya.


"Kamu tidak pernah merasa bersalah?"


Mahesa terdiam sesaat dan mengeluarkan ponselnya.


"Ini salah satu mantanku" Mahesa menunjukkan sebuah foto seorang cewek kepada Violette.


"Cantik dan imut". Sahut Violette setelah melihat foto cewek tersebut.


"Aku memutuskannya pada saat ulang tahunnya, dia merasa sangat sakit hati sehingga sekarang memilih pacaran dengan cewek. Dan merubah penampilannya menjadi seorang cowok".Mahesa kembali memperlihatkan foto yang kali ini seorang cowok kepada Violette.


"Ini beneran orang yang sama?" Violette membandingkan foto cewek tersebut dengan foto terbarunya yang berpenampilan sebagai cowok.


Mahesa mengangguk dan berkata " semenjak kejadian itu aku tidak pernah merayakan ulang tahun mantan-mantan ku, karena aku merasa masih dihantui perasaan bersalah".


"Kamu lihat hasilnya kalau mainin perasaan orang?".


"Tapi menurutku itu hal normalkan? Orang pacaran lalu putus, dan itu pasti melukai perasaan kan?". Mahesa masih terlihat kekeh dengan pendapatnya.


"Itu memang benar, tapi jika kamu pacaran dengan 100 orang tanpa bermaksud untuk menjalani dengan serius. Berarti kamu pada akhirnya hanya akan menyakiti perasaan 100 orang, kan?".


Mahesa terdiam dan kali ini tidak bisa membantah.


"Jadi lain kali kalau kamu memang tidak ingin menyakiti perasaan cewek lagi, sebelum memutuskan untuk pacaran berfikirlah dengan hati-hati". Violette mengingatkan tanpa menghakimi pemikiran yang salah dari Mahesa.


"Jangan merayu kemana-mana lagi". Lanjut Violette.


"Mmm" Mahesa hanya mengangguk sambil menatap tanpa berkedip kearah Violette.


Beberapa saat mereka hanya diam dan saling bertatapan.


"Kamu kenapa menatapku?"


"Aku sekarang sedang berfikir dengan hati-hati".


Mahesa berkata tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Violette.


"Ayahmu jualan permen ya, kata-katamu sangat manis sekali, uuuhh". Violette tersipu dan beranjak dari kursinya meninggalkan Mahesa yang tersenyum dengan senang.


Violette baru saja berjalan menuju samping panggung untuk ikut melatih Vokal dengan rekan-rekan yang lain. Tetapi terpaksa Menghentikan langkahnya, dan berbalik kembali menuju ruangan disayap kanan Aula. Rupanya itu dikarenakan dia melihat Tristan yang membawa sebundel Bunga dan mencarinya. Mahesa yang memperhatikan Violette dari bangku di depan panggungpun jadi mengetahui hal itu dan menyusul Violette untuk membantunya.Sebelum Tristan menemui nya terlebih dahulu.


To be Continue

__ADS_1


__ADS_2