Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 1 (Yang menutupi pandangan kalbu) Page 4


__ADS_3

Demi menuruti saran dari artikel yang dibacanya, Saraswati terpaksa mengambil penerbangan sore menuju Bali. Hanya dijam itu penerbangan yang masih tersisa, yang sesuai dengan bujetnya.Lagipula dia tidak bisa menunda keberangkatannya, karena 1 Minggu lagi dia sudah mulai bekerja di kantornya yang baru. Sebagai Kepala cabang di bidang perbankan.dia berfikir Apabila sudah mengikuti saran dari artikel yang dia baca, beban difikirannya bisa sedikit berkurang. Sehingga dia bisa lebih fokus bekerja dan dengan berjalannya waktu bisa melupakan Farel.


Saras berusaha untuk tidur, namun fikirannya yang lelah justru membuatnya susah untuk bisa tidur. perjalanan dari Jakarta menuju Bali memakan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit, dia baru saja merasa akan terlelap ketika merasakan kusinya seperti ada yang menggerakan menggunakan lutut atau kaki dari arah belakang.Dia menoleh kearah belakang dan melotot kearah orang yang menggerak-gerakkan kursinya. Melihat Saras dengan tatapan mata yang melotot seperti penari Bali, Orang itu pun terdiam dan pura-pura memejamkan matanya. Kursinya memang tidak bergerak-gerak lagi, namun Saraswati kembali merasa tegang dan tidak bisa tidur.


Waktu menunjukkan jam 22.00 Wita, dan sepertinya jarak menuju ke Penginapan masih lumayan jauh. Dia memesan penginapan di wilayah Bedugul, yang mana di wilayah itu kisah cinta dia dan farel dimulai. Rasa lelah membuat fikirannya menjadi lebih waspada dan berfikiran negatif yang tinggi. Sudah dari setengah jam yang lalu dia berusaha menghubungi Sharon, karena dia mencurigai sopir Taxi online yang terus memperhatikannya dari kaca spion tengah.Jalanan menuju Hotel pun tampak gelap dan hanya terbantu lampu mobil, rupanya lokasi penginapan yang dia pesan agak lumayan masuk kepelosok desa sekitar.


Saras pun mengirim pesan lewat chat ke Sharon.


--Balas Chat ku


--Sopirnya melihatku dengan tatapan yang aneh


--aku jadi takut


Saras menatap ke arah spion tengah dan kebetulan sopirnya sedang melihat kearah Saras sehingga mereka saling beradu pandang.


Namun tidak ada reaksi yang mencurigakan dari sopir tersebut. Suasana didalam mobil menjadi hening.Tetapi tiba-tiba dikejutkan dengan suara dari gogogle Map.


"Anda akan sampai 50 meter lagi, dan tujuan anda berada disebelah kanan".


Saras dan Sang sopir nampak sama-sama kaget. Setelah turun dari mobil dan berjalan menuju ketempat penginapan. Sang sopir yang sedari tadi banyak diam, memberanikan diri untuk bertanya.


"Beneran mau nginap disitu mbak?"


Saras menoleh dan menjawab


"Iya pak.."


"Semoga nggak banyak gangguan" ujar bapak sopir sambil lalu dengan memacu kencang kendaraannya seperti orang yang sedang kebelet buang hajat.


("Apa coba maksudnya?") Saras berkata dalam hati.

__ADS_1


Dia lalu membandingkan foto penginapan tersebut di Internet dengan kenyataan. Sungguh bagai langit dan bumi. Atau mungkin karena suasana malam jadi penginapan itu kelihatannya suram dan sedikit gelap.


Nama penginapan itu "Hambalang Inn"


Saras mengikuti petunjuk dengan tulisan "Reception". Ketika memasuki ruangan yang berbentuk lobby tetapi berukuran kecil dia disambut seorang bapak-bapak yang tersenyum ramah dan menyapanya. "Selamat malam mbak".


"Malam pak, saya sudah pesan dan sudah bayar untuk dua hari melalui internet". Jawab Saras.


"Atas nama siapa mbak?".


"Atas nama Saraswati pak".


Setelah mengecek beberapa saat.


"Iya benar mbak, mari saya bantu bawa barangnya dan antar mbak kekamar". Bapak itu membawa tas dan bawaan Saras lalu berjalan didepannya menuju kamar.


"Ada tamu lain yang nginap pak?".Saras berusaha untuk mengalihkan fikirannya, karena dia merasakan bulu kuduknya berdiri.


"Dari berapa kamar pak?"


"Sembilan kamar mbak".


"Lumayan rame juga ya,pak". Saras merasa lega karena dirinya tidak sendiri menginap di tempat ini.


"Iya mbak ..lumayan rame".


Setelah sampai didepan kamar, Bapak itupun mengetuk pintu kamar sebanyak tiga kali lalu membuka kamar.


"Maaf pak itu kenapa harus diketuk dulu ya, kan kamarnya kosong ngak ada tamunya?" Saras bertanya karena penasaran dan jadi merasa agak takut.


"Ooh itu memang standar servis kami mbak, nggak ada hubungan dengan hal yang berbau mistis". Jawab bapak itu dengan ramah. Sepertinya dia mengetahui apa yang difikirkan Saras.

__ADS_1


"Oh begitu ...," Saras tersenyum lega mendengar jawaban bapak itu.


Setelah membawa masuk semua barang bawaan Saras kedalam kamar. Bapak itu kembali menjelaskan beberapa hal.


"Untuk sarapan besok pagi bisa diambil di resto kecil disamping lobby, dari jam 7 - 10".


"Terimakasih atas informasinya pak, dan ini untuk beli rokok". Saras memberikan sedikit uang tips atas pelayanan dan keramahan sibapak.


"Terimakasih mbak,dan maaf saya mohon pamit mau ke pura sebentar".


"Ada perayaan pak?".


"Bukan mbak , itu karena ada yang meninggal tenggelam barusan disungai depan situ". bapak itu menunjuk kearah depan di sebrang penginapan ini.


"Mbak bisa dengar suara aliran sungainya kan?".


Saras hanya mengangguk dan merasakan bulu kuduknya tambah berdiri.


"Setelah sehari baru mayatnya bisa ditemukan, jasadnya sudah bengkak dan membusuk. Ngeri pokoknya mbak". Sibapak menjelaskan sambil bergidik ngeri.


"Cukup pak, nggak usah mendetail gitu. Saya juga mau masuk kekamar dulu". Sahut Saras yang mulai merasa tidak nyaman dengan cerita si bapak.


"Silahkan mbak...dan selamat malam,"


Saras pun bergegas masuk kedalam kamar. Namun dia masih mendengar perkataan bapak itu sebelum pergi .


"Dia biasanya nyari kodok, malah dia meninggalnya bengkak seperti kodok"


Perasaan jadi Horror.....


To be continue

__ADS_1


__ADS_2