
Belum ada 5 menit Saras selesai menghubungi orang tuanya untuk mengabarkan dia sudah sampai diBali. Sharon menghubunginya secara VC (video call).
"Sarasss....kamu sudah nyampe di Bali?"
"Nyampenya tadi jam 7-an waktu Bali, kenapa baru bales telfonku sih?".
"Sorry..sorry...tadi hp ku low bat dan dicharge. Eh..kamu sudah di penginapan ya?".
"Iya.." Saras pun memperlihatkan keadaan sekeliling kamar penginapannya.
"Bagus dan asri ya...,ciri khas pedesaan, tapi kok hawa-hawanya kental dengan mistis ya?"
"Mulai deh...nggak jelas, senang banget nakut-nakutin". Saras mengingatkan Sharon
"Ya udah..,supaya nggak takut kamu nyalakan TV nya dengan volume yang besar".
"Ngawur..malah banyak yang datang nanti".
"Ok..deh, selamat menikmati liburan mu..nan..."
__ADS_1
Gambar dan suara Sharon terputus karena signal yang kurang bagus.
"Sharon?..Shar?.." Saras berusaha menghubungi Sharon kembali. Tetapi signalnya tidak membantu.
Setelah mengeluarkan baju untuk tidur dan peralatan mandi. Saras menyalakan Tv dengan volume yang lumayan keras, agar suasananya tidak terlalu sepi. Dia hampir selesai mandi dan sedang menggosok gigi, ketika terdengar ketukan yang sangat keras didepan kamarnya.
Dengan terburu-buru dia menyelesaikan menggosok giginya, dan membuka pintu kamarnya. Tidak ada siapapun dan tanda-tanda ada orang, hanya jejak kaki yang basah oleh air.
Saras jadi teringat dengan perkataan bapak pegawai penginapan, dan orang yang mati tenggelam.Dia langsung menjadi takut dan cemas.cepat-cepat menutup pintu masuk kekamar, lalu menyelimuti dirinya sambil berdoa " Tuhan, tolong lindungi hambamu, dan jauhkan dari arwah penasaran".tetapi doanya terhenti karena melihat seekor Tokek yang lumayan besar didinding kamar tepat didepannya.Perasaannya jadi nngak enak. Dan benar saja Tokek itupun seperti sengaja menjatuhkan dirinya, dan berlari kearah Saras.
Tanpa memperdulikan sekitar Saras pun lari tunggang langgang keluar dari kamarnya sambil berteriak dengan keras."Toloong..tolong aku!!!". Dia mengetuk-ngetuk kamar didepan kamarnya dengan keras dicampur teriakan panik. Tanpa menunggu jawaban dari dalam kamar, Saras membuka kamar tersebut. Walaupun kamarnya terang dan terlihat diisi tamu namun tidak ada seorangpun didalam kamar. Namun Tv yang tadinya tidak menyala tiba-tiba menyala dengan sendirinya.
Saraswati pun kembali berlari tunggang langgang , dengan kecepatan lari seperti itu. Dia bisa mengikuti perlombaan lari 100 meter di Olympiade.
"Tolooong...serem sekali...Aaaaaaaaa".
Lampu dari kamar-kamar yang terisi dan tadinya tidak menyala. Menjadi menyala semua. Bahkan ada tamu yang keluar masih memegang sikat gigi dengan handuk kecil dileher, tidak ketinggalan ember kecil berisi peralatan mandi ditangan kirinya.Itu semua karena kegaduhan yang ditimbulkan Saras.
----------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Keesokan paginya
Saras terbangun karena hawa yang sangat dingin. Ketika matanya belum sepenuhnya melihat jelas. Terlihat sesosok pria yang berdiri dan memperhatikannya. Dia pun terkejut dan berusaha mengusir pria tersebut.
"Tolong pergi...jangan ganggu aku.., aku akan memberimu sesaji". Ujar Saras sambil mengatupkan kedua tangan didepan wajahnya.
"Apaan sih...?" Si Pria membalas ucapan Saras dengan nada tinggi.
"Memangnya aku terlihat seperti hantu?" Tanya pria itu.
Penglihatan Saras sudah mulai normal dan jelas. Sosok pria yang disangkanya arwah penasaran ternyata cowok yang berperawakan tinggi dan mempunyai wajah Indo (Indonesia??)
"Lho..mbaknya tidur disini?" Bapak pegawai penginapan menegurnya dari arah belakang.
Saras hanya tersenyum kecut.
"Benar-benar tipe cewek petualang...suka yang out door". Bapak pegawai penginapan menggeleng dan tersenyum bangga dengan Saras.
("Out door dari hongkong!!") Saraswati mengumpat dalam hati.
__ADS_1
To be continue