Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)

Bohemian Rhapsody Vol : 2 (Past To Present)
Chapter 3 (Yang lebih indah dari seorang Juliet) Page 21


__ADS_3

"Pacarmu gonta-ganti terus Ga..,yang terakhir rambutnya lebih pendekkan?"ujar Kak Landung dengan nada bercanda.


"Guyonan pekak, mudah ditebak" ujar Yoga.


"Kan kamu selalu bilang kalau aku masih kolot Ga" Jawab Kak Landung dengan tertawa.


Ekspresi Saras masih tampak kaget dan sesekali melihat kearah Yoga yang ternyata tidak menyadari kalau temannya sekarang adalah hantu.


"Terus dia barusan darimana? Kok kelihatannya kayak habis lari?" Tanya Kak Landung yang melihat kembali ke Saras.


"Oh..itu..tadi dia katanya mau BAB..malah balik sambil lari dan panik. Mungkin dia tadi habis nginjak ular atau nginjak kotorannya sendiri". Jawab Yoga yang melirik ke arah Saras.


"Dia bukan habis nginjak gituan Ga, tapi habis nginjak sesuatu yang kaku.." sahut Kak Landung yang kembali tertawa seperti mengejek ke Saras.


Saras pun menunduk terdiam tidak berani membalas tatapan Kak Landung.


"Kak seharian kemana saja? Kami hampir seharian menunggu".


"Aku habis dari "Setra" (kuburan)".


"Ada acara kematian?" Tanya Yoga lagi.


"Nggak aku kesana? Makanin sesaji". Jawab Kak landung santai.


"Nggaklah Ga, ngapain aku kesana..kayak orang yang sudah mati saja". Kak Landung memperbaiki ucapannya.


"Memang sudah mati" Saras berkata pelan dan berbisik.


"Hah? Gek nya bilang apa?" Kak Landung mendengar apa yang Saras katakan.


"Jangan bertingkah aneh gitu Sar.." Yoga melihat Saras dengan heran karena sikapnya yang masih terlihat aneh.


"Ya..itu karena dia...itu..dia..itu" Saras ingin mengatakan yang sesungguhnya dengan menunjuk kearah Kak Landung.

__ADS_1


"Aku kenapa gek?". Kak Landung berkata sambil menatap tajam dan mengancan kearah Saras. Dia tidak mau Saras mengatakan ke Yoga kalau dia adalah hantu.


Saraspun merasa takut dan tidak jadi mengatakan yang sesungguhnya.


"Ayo Ga... kita masuk aja, diluar dingin". Kak Landung mengajak mereka masuk kedalam rumah.


"Yok Sar..kita masuk rumah". Ajak Yoga.


"Aku senang kamu datang berkunjung" sahut Kak Landung.


Tetapi Saraswati bereaksi seperti akan lari meninggalkan mereka.


"Lho? Kamu ngapain Sar? Arah masuk kerumah..bukan malah keluar rumah". Yoga berkata sambil memegangi tangan Saras.


"Ayo..mari..mari..sini..".ujar Kak Landung.


"Kamu duluan Sar.." Yoga pun berjalan dibelakang Saras, mencegah dia supaya tidak lari keluar rumah.


"Cewekmu kali ini kelihatan edan..., nggak heran kamu suka cewek yang aneh". Kak Landung menimpali.


Setelah mereka didalam rumah


Saras merasa semakin tidak nyaman..dan mendekatkan dirinya ke Yoga.


"Kamu kenapa Sar?" Yoga bertanya dengan heran melihat sikap Saras yang semakin aneh dan terlihat ketakutan. Apalagi setelah Kak Landung menyeletuk.


"Baju yang gek pakai itu, baju istriku ketika masih muda. Dia menjahitnya sendiri".


Mendengar hal itu Saras terperanjat dan menjadi tambah takut.


"Istri Kak sudah lama meninggal kan Kak?" Ujar Yoga.


("Tuhan lindungi aku" ) Saras berkata dalam hati.

__ADS_1


"Sangat menyedihkan kalau ingat dengannya". Kak Landung berkata dengan sedih.


"Aku belum pernah dengar cerita bagaimana istri Kak meninggal".


"Dia meninggal terjatuh dari jurang, sedih sekali kalau diceritain, waktu itu kami sedang dalam perjalanan kepasar dan jalanan licin sehabis hujan. Motor yang aku kendarai tergelincir, istriku terjatuh dan terlempar ke tepi jurang. Aku berusaha menariknya untuk naik namun genggaman tanganya terlepas dan dia jatuh". Kak landung menggeleng sedih.


"Karena licin Kak? Jadi lepas narik tangannya?" Yoga bertanya dengan serius


"Nggak...Ga..aku memang sengaja lepasin biar dia jatuh". Jawab Kak Landung dengan bercanda


Yoga dan Kak landung pun tertawa. Yoga sudah maklum dengan sifat kak Landung yang suka bercanda. Jadi dia tidak kaget lagi dengan candaan ekstrim kak Landung.


"Sekarang aku jadi merindukannya,".


"Eh ...Gek..mengenai baju yang kamu pakai itu..jangan khawatir, walaupun aku seperti melihat istriku hidup kembali". Perkataan Kak Landung kembali membuat Saras menjadi tidak nyaman dan semakin takut.


"Kalau begitu aku ganti baju lagi deh..kak". Ujar Saras.


"Jangan gek..jangan, nanti bisa buat aku jadi semakin kangen dengan istriku".jawab Kak landung dengan tatapan tajam dan mengancam.


Saras kembali merasa menjadi sangat kecil karena saking takutnya.


"Yoga.. cepat tanyain yang ingin kamu tanyain..,agar kita bisa cepat pulang". Bisik Saras.


"Pulang gimana Sar? Kita nginap disini, besok baru pulang".


"Haaahhh??!! Nginep??!!" Ekspresi Saras seperti melihat Ombak tsunami didepannya.


Ditambah tatapan Dari Kak Landung yang masih menatap Tajam kearahnya tanpa berkedip sedikitpun.


Keterangan : * Pekak/Kak (kakek)


* Gek (nona/Neng)

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2