
"Niken....kamu dimana nak? Ayo pulanglah bersama ibu" Seorang wanita paru bayah memanggil anaknya. Namun yang di panggil terus berlari dan menghindari wanita itu.
Saat itu hari mulai sore saat Niken minggat dari rumahnya sendiri karena perjodohan itu. Bukannya Niken tidak mau jadi anak yang taat pada orang tuanya namun Niken tak mau jadi korban dari ulah ayah tiri nya itu.
Bruk
Tubuh Niken di hantam mobil yang lewat tiba-tiba penglihatan Niken menjadi gelap dan tak sadar kan diri.
"Aw..." Meringis kesakitan saat ia mulai membuka mata.
"Sudah sadar Non..?" Tanya seorang pria setengah baya yang mungkin seumuran dengan ayah tiri Niken.
"Aku di mana pak..?" Niken balik bertanya pada pria tua itu.
" Non...ada di rumah sakit.tadi kami menemukan Non tergeletak di pinggir jalan jadi Tuan Muda membawa Non kesini. Di mana alamat Non?"
"Aku lari dari Rumah karna di jodoh kan dengan orang yang tidak aku cintai" Tutur Niken. Wajah nya berubah sendu membuat pria tua di hadapan nya tidak tega melihat keadaan nya.
"Lalu kemana saya harus mengantarkan, Non?"
"Entah lah pak, aku juga tidak tau"
"Bagaimana kalau saya antarkan Non kerumah Tuan Muda saja.disana Non bisa bekerja sebagai pembantu, kebetulan Tuan Muda sedang mencari pembantu di rumah baru nya"
__ADS_1
"Terima kasih pak sudah mau menolong saya.tidak apa apa kalau harus jadi pembantu setidaknya aku punya pekerjaan dan tempat tinggal" Niken tersenyum saat pria tua itu menawarkan pekerjaan.
"Lalu bagaimana saya harus memanggil Non?"
"Panggil Niken saja pak"
Ada rasa hangat saat Niken bertemu pria tua itu seperti bertemu ayah sendiri.Karna Niken di perbolehkan pulang malam itu juga akhirnya pak Mamat membawa Niken ke rumah majikan nya.
Di rumah super besar inilah Niken berada bekerja sebagai pembantu.Kata pak Mamat Tuan nya itu jarang pulang ke rumah ini karna menginap di rumah orang tuanya.
***
Pagi ini aku terbangun karna suara berisik antara bunyi dentingan piring dan gelas beradu. Tidak seperti biasanya istana ku se berisik ini dan perasaan aku belum mencari pembantu.
" Siapa kamu?" pertanyaan ku sontak membuat nya menoleh ke arah ku.
"Pagi Tuan. Aaa!!! apa yang Tuan lakukan?" Teriak nya histeris dan menujuk ke arah ku.
"Aku ini manusia bukan hantu"
"Itu Tuan" Masih menutup dan masih saja menunjuk ke arah ku.
Aku melihat sekeliling ku, tidak ada apa-apa. Apa dia itu sudah tidak waras? Tapi tunggu, aku baru sadar sekarang.
__ADS_1
"Hei tutup mata mu dan jangan pernah di buka sebelum aku yang menyuruh." Ku lontarkan peringatan dan berlari menaiki tangga menuju kamar.
Kalian tau sebab apa mahkluk itu berteriak histeris? Ternyata aku hanya memakai boxer super tanpa baju guys. Ini memang kebiasaan buruk.
Bagaimana bisa mahkluk itu ada di rumah ku? Setelah ini aku akan introgasi dia, bisa-bisanya dia masuk tanpa se izin ku.
" Kamu siapa? Dari mana berasal dan bagaimana kamu bisa masuk dalam rumah ku" Ku lontarkan pertanyaan saat ketika kembali ke ruangan ini.
"Aku Niken, Tuan. Aku pembantu baru di sini."
"Tapi aku tidak meminta mu"
"Pak mamat yang membawa ku kesini Tuan"
"Ya sudah mulai hari ini kamu boleh bekerja disini, tapi kamu harus menaati semua perintah dan peraturan disini. Satu lagi jangan coba coba menceritakan peristiwa tadi kepada siapa pun" Aku mulai melontarkan ancaman ku.
" Baik Tuan"jawab nya dengan menundukkan kepada.
" Oh iya satu lagi, kalau mau jadi pembantu disini harus yang bersih. Lihat dirimu kucel sekali"
"Baik Tuan.." Ku lihat mata nya mulai mengembun apa kata kata ku tadi terlalu kasar?? Tapi ya sudah lah bukan urusan ku.
Bagaimana nasib Niken ke depan?
__ADS_1
***