
Aska pov
Pagi berlalu malam menjelang, kaki ini berjalan menuruni tiap anak tangga. Cacing dalam perut ku sudah berdemo sejak tadi. Seharian aku uring uringan di kamar tanpa sarapan dan makan siang, bukannya aku tidak lapar tapi aku malas bertemu si mahkluk Astral itu.
Setibanya di ruang makan aku lihat beberapa menu di atas meja. Langsung saja ku santap karna lapar seharian, rupanya masakan dia enak juga.
Masih dalam ruangan ini, ekor mata ku menangkap sosok tubuh si mahkluk Astral. Ku melangkah mendekati karna penasaran.
Sesaat aku terperangah, bagaimana tidak dia hanya memakai handuk. Naluri ku sebagai lelaki normal teruji sudah, pikiran ku terkecok malam ini.
"Apa kamu sengaja menggoda ku?" tanya ku dengan nada ketus.
"Tuan? Sejak kapan tuan di situ?"
Bukannya menjawab malah balik bertanya. Aku menatapnya dengan tatapan intens, dengan salah tingkah dia menyilangkan kedua tangan di dada.
"Kenapa Tuan menatap ku seperti itu?"
"Ingin memakan mu, kenapa?" Ku melangkah mendekat.
"Tuan apa yang akan" dia mulai melangkah mundur dan seketika memutar badan lalu berlari menuju kamar yang dia tempati.
Aku menahan tawa melihat ekspresi nya lugu sekali dia. Puas kerjain si mahkluk Astral, ku menuju ruang privasi ku.
Tok
Tok
ku dengar pintu kamar di ketuk, aku mengerjapkan mata rupa nya ini sudah pagi.
"Ada apa?" tanya ku saat pintu ku bukakan.
__ADS_1
"Sarapan sudah siap Tuan"
"Hm... Baiklah"
"Permisi Tuan"
"Eh kamu"
"Iya, ada apa Tuan?"
"Kamu sudah mandikan sebelum membuat sarapan? Karena aku tidak mau tertular penyakit karena kamu"
"Iya Tuan. Permisi" jawabnya tertunduk dan melangkah pergi.
Oke fix seperti nya kata kata ku terlalu menyakitkan, lihat saja wajahnya. Entahlah setiap berhadapan dengan dirinya, aku tak bisa mengontrol kata kata ku.
***
Entah apa salah ku di masa lalu hingga hidup ku bagai durian runtuh.
Tidak di kampung tidak disini sama saja. Di kampung, ayah tiri ku selalu semana-mena pada diri ku. Lalu disini? Aku punya bos yang jutek nya luar biasa.
Lamunan ku buyar ketika bel rumah berbunyi. Aku melangkah menuju pintu depan untuk membuka kan pintu.
"Iya ada perlu apa? siapa pak?" Ku lontarkan pertanyaan pada sosok yang ada di hadapan ku sa'at ini.
"Saya teman nya Aska, apa Aska nya di rumah?" Jawab sosok yg nyaris sempurna itu.
"Oh maaf Pak. Tuan lagi ke kantor"
"Wait, Tuan? Jadi kamu ini seorang" Pertanyaan itu di lontarkan untuk ku
__ADS_1
"Iya Pak. Saya hanya seorang pembantu disini" jawab ku menunduk.
"Tapi kenapa Kamu cantik?"
"Ah maaf Pak. Silakan masuk pak, bisa tunggu Tuan di dalam" Ku alihkan pembicaraan ciptaan dewa itu. Bukan nya pipi ku tidak bersemu merah tapi biar bagaimana juga aku harus tau diri.
"Oh iya Pak, mau minum apa?" Ku tawarkan minuman setelah ku persilahkan ciptaan dewa ini duduk.
"Apa aja"
"Sebentar pak"
Segelas ice tea ku suguhkan di meja.
"Silakan di minum pak"
"Terima kasih. Oh ya nama kamu siapa?
Aku Bryan"
Ya Tuhan mimpi apa aku? Cowok setampan dia minta kenalan? Niken, jaga sikap mu.
"Saya Niken"
"Niken? Nama yang cantik secantik orang nya" Oh god. Mungkin sebentar lagi sayap-sayap ku akan tumbuh dan aku bisa terbang tinggi karna pujian itu.
" Maaf pak, aku harus ke belakang dulu. Silakan menunggu, mungkin sebentar lagi Tuan akan Pulang. Permisi pak" Aku melangkah menuju ke tempat di mana seharusnya aku berada.
Aku berkutat dengan segala macam peralatan dapur. Aku harus menyiapkan menu makan malam sebelum tuan jutek itu menyemprot ku dengan kata-kata pedas nya.
Bukan nya aku tidak bisa melawan, namun aku takut kalau dia mengusir ku. lalu aku mau tinggal di mana?
__ADS_1
***