
Pukul 7:00 Pm wita Suara klakson terdengar di depan. Niken berlari segera untuk membukakan gerbang, Niken Tau betul jika dia terlambat sedikit saja tamat sudah riwayat nya.
Setelah menutup gerbang, Niken berdiri canggung di depan pintu masuk. Memori nya berputar tentang kejadian itu, Niken bertekad dalam hati untuk meminta maaf. Aska yang melihat pembantu nya masih berdiri di depan pintu mengernyitkan dahi.
"Kenapa kamu menghalangi jalan Ku?" Pertanyaan Aska membuat Niken mendongakkan kepala.
"Anu Tuan itu"
"Hm"
"Anu Tuan...aku mau"
"Kamu mau apa?"
"Aku mau"
"Kamu mau Aku cium?"
"Hah.. bukan Tuan. Aku hanya mau minta Maaf!" Jawab Niken gugup.
"Minta maaf untuk apa?" Pertanyaan ketus Aska membuat Niken mengurungkan niatnya.
"Itu Tuan Ada tamu. Katanya, dia teman Tuan"
"Hanya itu yang mau kamu katakan? Tidak ada yang lain?" Padahal Aska tau betul Niat Niken bukan untuk mengatakan kalau ada tamu.
"Iya Tuan"
"Kalau hanya itu yang mau kamu katakan, sekarang kamu pinggirkan badan kucel mu itu. Aku mau lewat" Niken sudah tau Tuan nya itu pasti akan bertingkah seperti itu. Sedangkan Aska sudah berlalu begitu saja.
Niken hanya bisa mengelus dada. Setiap saat harus extra sabar menghadapi sifat bos nya itu. Aska yg tiba-tiba berhenti mendadak membuat Niken menabrak punggung Aska.
"Maaf Tuan"
"Eh kamu kalau mau jalan pake mata"
"Jalan pake kaki Tuan" Aska melongo mendengar ucapan pembantu nya itu.
"Eh pembantu kucel, sekarang sudah berani menyela kata-kata saya?" Niken yang melihat wajah Bosnya memerah langsung berlalu ke tempat persembunyian nya.
__ADS_1
Bryan yang melihat ulah sahabat dan Niken hanya menggeleng kepala.
Aska memang tidak pernah berubah, sikap jutek dan malas taunya itu seperti nya naik level..
"Tidak baik kamu perlakuan Niken seperti itu." Bryan menghampiri Aska.
"Jangan ikut campur Bry"
Aska menghela napas panjang melihat sifat Bryan yang seperti nya sudah menyukai Niken pembantu nya itu.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini terus? Aku takut kamu akan jadi perjaka tua" Pernyataan Bryan membuat Aska membuang muka.
" By the way, kamu datang kapan?" Alih-alih menjawab, Aska malah mengalihkan pembicaraan
"Jangan alihkan pembicaraan Ka!"
"Aku cape, aku mandi dulu" Aska beranjak pergi menuju kamar nya.
Bryan hanya bisa menelan saliva melihat kelakuan sahabat nya itu. Selalu saja begitu, tiap kali Bryan menyinggung soal status ya hasil nya seperti itu.
"Permisi pak, makan malam sudah siap" Ujar Niken pada Bryan yang sibuk berkutat dengan gadget nya.
"Oh iya, Aska sudah turun?"
"Tolong jangan panggil aku dengan sebutan Pak. Aku ini masih muda, panggil nama saja ya." Ucapan Bryan membuat Niken salah tingkah.
"Aku panggil mas saja. Tidak sopan kalau harus menyebut nama" Bryan hanya terkekeh mendengar Kata-kata Niken.
"Terserah kamu saja Niken"
"Oh iya Pak eh Mas. Saya panggil Tuan untuk makan malam"
"Iya"
Niken hendak melangkah namun Bryan masih menahanya.
"Niken, kamu yang sabar ya. Aska emang begitu orang nya. Tapi sebenarnya dia baik kok"
"Iya Mas" Jawab Niken dengan senyum manis nya.
__ADS_1
Aska-Aska, kamu terlalu terlena dengan masa lalu. Bryan hanya bisa bicara pada diri sendiri.
Niken menghela napas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu. Oke beranikan dirimu Niken, Tuan tidak mungkin memangsa mu. Niken meyakinkan diri nya sendiri.
Tok
Tok
Niken mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Niken membuka pintu nya perlahan, melihat seisi kamar namun Aska tidak nampak. Mungkin ia ada di balkon, pikir Niken. Niken memberanikan diri untuk masuk, berjalan menuju balkon Namun Aska tidak disana juga.
"Kenapa kamu seenaknya masuk ke kamar ku" Suara Aska yang menggema membuat Niken terkejut.
Niken yang melihat Tuan nya hanya memakai boxer pun segara menutup matanya.
"Maaf Tuan, tadi saya mengetuk pintu tapi Tuan tidak menjawab jadi saya beranikan diri masuk kamar Tuan"
Aska kesal melihat Niken berbicara padanya namun menutup matanya seperti itu.
"Kenapa kamu menutup mata seperti itu?sekarang juga kamu keluar" bentak Aska.
" Bagaimana bisa aku keluar dengan mata tertutup seperti ini Tuan? Tolong kenakan pakaian Mu Tuan." Kata Niken dengan mata yang masih tertutup.
Aska yang baru menyadari keadaan nya hanya memakai boxer pun terkejut.
"Ini kedua kalinya kau melihat barang berharga miliki ku, Niken. Kamu harus bertanggung jawab" Niken yang mendengar ucapan Aska pun berlari keluar kamar dengan mata yang masih tertutup. Niken menabrak pintu kamar meski merasa kan sakit, namun Niken ingin cepat-cepat berlalu dari sana.
"Jangan lupa makan Malam Tuan" Teriak Niken saat dia berlari meninggalkan kamar Aska.
Aska mendengus kesal, ini kali kedua nya melakukan kebodohan yang sama. Benar-benar kebiasaan buruk yang susah di hilang kan. Bryan yang melihat Niken berlari menuruni anak tangga menuju ruang tengah pun menghampiri Niken.
"Kenapa dahi mu lembam begitu, apa Aska memukul mu?" Tanya Bryan saat melihat dahi Niken kemerahan.
"Tadi tidak sengaja menabrak pintu kamarnya Tuan" Niken tidak enak hati bila menceritakan perihal tersebut, apa lagi Aska pernah mengancam nya.
"Biar aku obatin" Bryan menawarkan jasa
"Tidak apa-apa mas. Biar aku saja" Namun Bryan bersikeras untuk mengobati lembam di dahi Niken.
Aska yang baru saja datang dari kamar di hadiakan pemandangan romantis Bryan dan Niken. Ada sedikit rasa kesal dan marah di sudut hati Aska. Namun egonya mengalahkan perasaan nya.
__ADS_1
"Hm... jadi begini kelakuan kamu dengan Tamu ku?" Bryan dan Niken yang baru mengetahui kehadiran Aska menjadi salah tingkah.
***