
Wesley langsung kembali pulang ke Mansion Orlando setelah mendapatkan hasil test DNA yang dilakukan oleh Dokter Vianne. Ia tak lagi memikirkan pekerjaannya yang menumpuk dan lebih memilih menemui Tuan Orlando.
"Uncle!" panggil Wesley saat melihat Tuan Orlando sedang duduk di ruang keluarga sambil memandangi foto istrinya.
"Wes, kamu kembali? Apa ada yang tertinggal?" tanya Tuan Orlando.
"Tidak. Tidak ada yang tertinggal. Aku hanya ingin memberikan ini pada Uncle," Wesley menyerahkan sebuah map.
"Apa ada yang perlu aku tanda tangani. Berikan padaku," ucap Tuan Orlando dan memakai kacamata bacanya.
Ia memegang map tersebut kemudian membukanya. Ia menautkan kedua alisnya saat membaca apa yang tertulis di sana.
"Apa maksud semua ini, Wes?" tanya Tuan Orlando.
"Maaf jika aku lancang, Uncle. Secara diam diam aku meminta Dokter Vianne untuk melakukan test DNA antara Uncle dengan Nona Jeanette. Aku melihat Jeanette seperti Aunty, jadi ada keinginan dalam diriku yang ingin membuktikannya. Meskipun ada sedikit keraguan saat melakukannya, tapi tidak ada salahnya jika kita mencoba."
"99%, apa itu berarti Jean adalah putriku? Tapi ... Bagaimana bisa?" Tuan Orlando melihat ke arah Wesley seakan bertanya.
"Aku akan menyelidiki tentang hal itu. Namun yang pasti saat ini sudah jelas bahwa Nona Jeanette adalah putri Uncle dan Aunty Beth."
"Putriku ... Jean adalah putriku? Ia tidak meninggal seperti yang kami kira selama ini?"
"Aku pasti akan menyelidiki semuanya dan memberikan jawabannya pada Uncle. Aku hanya ingin melihat Uncle bahagia. Nona Jeanette adalah putri Uncle dan Alex adalah cucu Uncle," ucap Wesley.
"Wes, terima kasih. Terima kasih banyak karena memberikan hadiah terindah yang tak pernah Uncle duga. Sampaikan terima kasih Uncle juga pada Vian. Uncle tidak tahu bagaimana membalas hal ini," ucap Tuan Orlando.
Wesley tersenyum kemudian pergi meninggalkan Tuan Orlando. Ia akan mencari tahu semuanya dan ia pastikan akan membuat orang orang yang berada di belakang semua ini untuk bertanggung jawab.
*****
"Glenpa!" Alex dijemput oleh Jeanette, bersama dengan Wesley. Hal itu diminta secara khusus oleh Tuan Orlando. Setelah itu, Wesley kembali pergi bersama Jeanette untuk kembali ke OR Trade, karena hari ini ada meeting khusus para trader profesional dari berbagai negara dan OR Trade adalah salah satu sponsor acara tersebut.
"Cucu Grandpa," Tuan Orlando merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Alex. Alex pun memeluk Tuan Orlando.
__ADS_1
"Cucuku," bisik Tuan Orlando lirih sambil memeluk erat Alex.
"Glenpa, Alex mau ke kamal."
"Kita makan siang dulu ya. Setelah itu kita baru ke kamar," ajak Tuan Orlando. Alex menganggukkan kepalanya. Alex adalah anak yang penurut, karena itulah tak sulit untuk menyukainya. Tuan Orlando kagum dengan cara Jeanette mendidik Alex, apalagi setelah ia mengetahui kebenarannya.
Setelah makan siang, Alex pun pergi ke kamar tidurnya. Tuan Orlando yang selalu ingin bersama cucunya itu pun mengikuti.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Tuan Orlando saat melihat Alex mulai menyalakan komputer canggihnya.
"Mencali Daddy," jawab Alex. Jari jemari Alex mulai bergerak dan layar mulai menampilkan sesuatu yang luar biasa bagi Tuan Orlando.
"Bukankah ini ...?"
"Daddy belum sampai lumah ya?" tanya Alex. Ternyata Alex menghubungkan komputernya dengan ponsel milik Axton. Ia menghubungi Axton yang saat itu sedang berada di dalam pesawat pribadinya.
"Belum, Boy. Kamu sudah pulang sekolah?"
"Sudah! Tadi Mommy sama Uncle Wes jemput Alex," jawabnya.
"Miss you too, Boy!"
Setelah selesai berbicara dengan Axton, Alex kembali menggerakkan jari jemarinya. Ia tersenyum saat berhasil menembus data keluarga Williams.
"Glenpa!" teriaknya lagi.
Tuan Orlando yang melihat sosok Azka Abraham Williams, mulai mengerutkan dahinya.
"Itu Tuan Azka, Daddynya Dad Axton," ucap Tuan Orlando.
"Ini Glenpa Alex juga. Kata Mommy, Daddy Axton adalah Daddy Alex."
Apa Axton adalah Daddy kandungnya? Apa yang sebenarnya terjadi? - batin Tuan Orlando.
__ADS_1
Tuan Orlando mulai merasakan ada sesuatu hal lain yang telah terjadi pada putrinya itu. Jika memang Alex adalah putra dari Axton dan Jeanette, mengapa mereka tidak menikah? Mengapa Alex lahir di luar pernikahan? Setau dirinya, Jeanette memang pernah menikah dan telah bercerai.
"Wes, temui aku saat pulang nanti," ucap Tuan Orlando yang langsung menghubungi Wesley.
*****
Kini Tuan Orlando tengah berada bersama Wesley di dalam ruang kerja. Setelah mereka menikmati makan malam bersama, keduanya pun tampak begitu serius. Di meja makan, Tuan Orlando tampak terus memandangi Jeanette.
"Wes, aku ingin kamu mencari tahu tentang siapa sebenarnya Daddy Alex. Mengapa ia mengatakan kalau Axton adalah Daddynya."
"Aku sedang mencari informasi itu, Uncle. Hanya saja Keluarga Williams sangat tertutup pada data pribadi keluarga mereka."
"Tapi Alex bisa membobol data mereka," ucap Tuan Orlando yang membuat Wesley kaget.
"Ya, tadi siang Alex memperlihatkan padaku semua data pribadi Azka Abraham, istrinya, bahkan anak dan menantunya," lanjut Tuan Orlando.
"Sepertinya cucu anda memiliki kelebihan di atas rata rata. Aku akan mencoba mencari tahu semuanya, Uncle. Tak akan kulewatkan sedikit pun," ucap Wesley.
Sementara itu di markas Black Alpha,
"Ada yang membobol data Keluarga Williams! Bagaimana bisa?"
"Lihat, dia menggunakan sandi yang tidak bisa kumengerti."
"Cepat banned dulu. Kita harus menghalangi data tersebut bocor."
"Tapi data ini diakses tadi siang," ucap salah satu anak buah Black Alpha.
Pletakkk
"Kalian itu bekerja atau tidur?!" teriak One yang baru saja memasuki ruang khusus mereka itu, "Bagaimana bisa mereka mengakses tadi siang dan kalian baru mengetahuinya sekarang?"
"One, lihatlah! Kita baru mendapatkan notifikasi barusan. Ini tandanya ia menggunakan sandi khusus. Apa kamu bisa memecahkannya?" tanya Seven
__ADS_1
One melihatnya kemudian menghubungi Zero. Di antara mereka semua, Zero lah yang paling ahli dalam hal ini, dan mereka sangat membutuhkan bantuannya.
🧡 🧡 🧡