BRAVE LOVE

BRAVE LOVE
MEMILIKI KEKASIH


__ADS_3

Dad Marcello pulang ke rumah setelah bertemu dengan Axton. Ia harus berbicara dengan Jesslyn agar putrinya itu menjelaskan semua yang terjadi. Ia benar benar tak menyangka bahwa Jesslyn mampu melakukan hal seperti itu.


"Jesslyn! Jesslyn!" teriak Dad Marcello sesaat setelah memasuki rumah.


Ia langsung naik ke lantai atas, menuju kamar tidur Jesslyn. Ia membukanya dan tak menemukan siapapun.


"Jesslyn!" Dad Marcello melihat ke arah balkon, kemudian kamar mandi, dan juga wardrobe. Namun ia tak menemukan keberadaan Jesslyn sama sekali.


Dad Marcello pun turun, seorang pelayan menghampiri tuannya itu, "Tuan, Nona Jesslyn tadi pergi sambil membawa sebuah koper."


"Pergi? Apa dia mengatakam dia akan ke mana?" tanya Dad Marcello.


"Tidak, Tuan. Nona Jesslyn terlihat sangat terburu buru."


"Baiklah, kamu boleh masuk."


Pelayan itu kembali masuk ke dalam. Awalnya ia tak ingin mengatakan apapun, tapi melihat tuannya berteriak memanggil nama Nona mudanya itu.


Dad Marcello mulai berpikir ke mana Jesslyn akan pergi, namun sama sekali tak terpikir bahwa Jesslyn akan kembali ke Kediaman Hansen Daniel. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Jesslyn. Berkali kali Dad Marcello mencobanya, tetap tak tersambung atau berada di luar jangkauan


"Jika ia kekurangan uang, ia pasti akan kembali dan menemuiku. Saat ini, biarkan saja dulu," gumam Dad Marcello.


Ia akan memikirkan lagi masalah Jesslyn jika pihak kepolisian sudah datang mencari putrinya itu. Ia juga harus menjaga istrinya, Mom Gemma, di rumah sakit. Semua masalah seakan datang bertubi tubi padanya, sama seperti puluhan tahun yang lalu.


*****


Malam itu juga, dengan pesawat pribadinya, Axton membawa Jeanette dan Alex ke Indonesia, di mana selama ini ia tinggal. Di dalam pesawat, Alex duduk di sebelah Jeanette dan memegangnya dengan erat, bahkan ia berada di antara Axton dan Jeanette. Alex tak ingin kejadian seperti tadi terjadi lagi, karena baginya Jeanette hanyalah miliknya.


Sementara Axton, ia menyiapkan dirinya yang pasti akan disidang dengan dicecar beribu pertanyaan oleh Dad Azka.


Lama kelamaan, karena perjalanan yang panjang, Alex pun tertidur. Axton melihatnya, kemudian menggendongnya menuju sebuah kamar yang tak teelalu besar tetapi nyaman. Di sana terdapat sebuah tempat tidur ukuran queen, yang masih cukup untuk 2 orang.

__ADS_1


"Kamu beristirahatlah juga," ucap Axton pada Jeanette yang diminta mengikutinya, "Aku akan berada di depan."


"Terima kasih," ucap Jeanette.


Axton menarik pinggang Jeanette hingga membuat wanita itu menengadah karena kaget dan langsung menahan tubuh Axton dengan kedua telapak tangannya.


Cupp


"Apa aku hanya akan bisa melakukan ini kalau putra kita tertidur?" tanya Alex yang kemudian melanjutkan ciumannya dengan lebih dalam.


"Dadddyy!!" teriak Alex tiba tiba, membuat Axton dan Jeanette menghentikan ciuman mereka. Keduanya melihat ke arah Alex dan Jeanette pun mencoba melepaskan diri.


Namun, Alex masih tertidur lelap. Sepertinya ia hanya mengigau. Bahkan dalam tidurnya ia mengetahui bahwa Axton sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Aku akan menemaninya," ucap Jeanette yang mulai menjauh dari Axton.


"Tunggu, satu kali lagi," Axton kembali menarik tangan Jeanette dan memberikan ciuman yang panjang dan dalam dengan lum matan. Ia terpaksa menghentikan ciuman itu karena adiknya di dalam sana sudah mulai meronta ronta. Ia tak ingin melepaskannya saat ini karena tak ingin prosesnya terganggu oleh putranya sendiri.


Jeanette melihat punggung Axton yang keluar dari ruangan itu. Ia memegang dadanya yang sedari tadi takut bila jantungnya akan melompat keluar karena berdetak terlalu cepat. Pesona Axton seakan tak bisa ia singkirkan begitu saja, bahkan tak bisa ia acuhkan.


*****


Setelah sekitar 15 jam perjalanan, akhirnya Axton, Jeanette, dan Alex kini menginjakkan kakinya di Bandara. Di sana, One telah siap dengan mobilnya, sementara Zero masih berada di perusahaan.


"One, kita makan siang dulu," ucap Axton.


"Tuan Azka meminta anda segera pulang, Tuan. Mereka sudah menyiapkan makan siang," ujar One.


Axton tak berkata apa apa lagi. Jika Dad Azka sudah memerintahkan sesuatu, anak buahnya pun akan tunduk, meskipun perintah Axton berbeda.


One melajukan kendaraannya menuju Kediaman Keluarga Williams. Jeanette sendiri merasa tidak tenang karena ia akan bertemu dengan Keluarga Axton. Selain itu, ia datang dengan membawa Alex, anak laki laki yang memang adalah cucu mereka. Apakah Keluarga Axton akan menganggapnya wanita yang tidak baik karena telah hamil di luar nikah?

__ADS_1


Axton langsung menggenggam tangan Jeanette karena melihat wanita itu sedang tak baik baik saja. Ia yakin pikiran Jeanette pasti tak tenang. Sementara Alex, ia terus tersenyum menatap jalanan di depannya.


"Uncle One, apa Uncle Zelo dan Uncle Seven ada di lumah Glenpa juga?" tanya Alex.


One yang sedang fokus menyetir pun sedikit kaget karena pertanyaan Alex. Tak ada yang tahu tentang nama nama panggilan mereka kecuali Keluarga Williams. Di luaran pun mereka menggunakan nama asli mereka.


"Dari mana kamu tahu namaku?" tanya One ingin tahu.


"Tentu saja aku tahu. Uncle One, nama Uncle Elwan (Erwan) Haskata kan?"


One menoleh sedikit ke arah Alex. Ia semakin membulatkan matanya karena mulai curiga dengan apa yang akan dikatakan Alwx selanjutnya.


"Uncle 25 tahun, masih single. Sama sepelti Uncle Seven juga," lanjut Alex.


Axton yang mendengar ucapan Alex hanya bisa tersenyum kecil saat melihat wajah One yang sepertinya sudah berubah. Ia tak akan mengatakan apapun mengenai kecerdasan Alex, biar saja anak buahnya itu menghadapi putranya.


"Uncle Zero juga masih single," ucap One tak mau kalah. Ia tak mau dibilang hanya single berduaan dengan Seven.


"Ihh, Uncle Zelo mah udah punya pacal," ucap Alex.


Mendengar itu, tiba tiba jiwa kepo One mulai meronta ronta. Axton yang mendengar pun menautkan kedua alisnya. Ia tak pernah mendengar Zero pergi dengan seorang wanita, apalagi sampai memiliki kekasih.


"Siapa?" tanya One ingin tahu.


"Uncle tanyea? Uncle beltanye tanyea?" jawab Alex sambil tertawa.


"Ishhh anak ini," gumam One.


"Lahasia," jawab Alex yang sengaja ingin membuat One penasaran.


One pun mencebik kesal. Ia lebih baik tahu Zero single daripada dibilang memiliki kekasih tapi tak diberitahu siapa kekasih ketuanya itu.

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2