BRAVE LOVE

BRAVE LOVE
ANTARA RINDU DAN KECEWA


__ADS_3

Dad Marcello berdiam di dalam ruang kerjanya di Perusahaan Archer. Ia tak menyangka kehidupan keluarganya yang tiba tiba berantakan. Mungkin kalau putri sulungnya masih hidup, ia bisa membantu semuanya dan tak akan terjadi hal seperti ini. Namun, kehadiran Jeanette saat itu seakan mengobatinya dari kehilangan seorang putri.


Pintu ruangannya terbuka, Dad Marcello bahkan tidak mendengar ketukan sama sekali. Asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang terlihat panik.


"Tuan ..."


"Ada apa?" tanya Dad Marcello pada Ares.


"Nyonya ... Nyonya Gemma terjatuh di kamar mandi dan tak sadarkan diri," jawab Ares. Ia baru saja mendapat telepon dari salah seorang pelayan di Kediaman Keluarga Archer.


Dad Marcello langsung bangkit dan keluar dari kursinya. Ia langsung pergi ke rumah sakit karena istrinya telah dibawa ke sana untuk mendapatkan perawatan.


* Flashback on


"Jesslyn!!" teriak Mom Gemma saat melihat putrinya itu kembali pulang ke rumah dalam keadaan setengah mabuk di pagi hari.


"Apa?! Apa Mom juga akan memarahiku? Semua orang ingin mengatur hidupku tanpa bertanya padaku," jawab Jesslyn.


"Kamu itu sudah menikah, sudah memiliki suami dan juga seorang putri. Kamu harus melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri dan juga ibu," ucap Mom Gemma.


"Kewajiban? Jangan membuatku tertawa, Mom. Apa Mom juga melakukan kewajiban itu? Di mana Mom saat aku membutuhkan? Di mana?!" teriak Jesslyn.


"Jesslyn!"


"Aku juga akan berpisah dengan Hansen dan itu semua karena kalian! Semua karena Dad dan Mom!"


Jesslyn berjalan melewati Mom Gemma dan menuju ke kamar tidur yang biasa ia tempati. Ia tak peduli dengan tatapan Mom Gemma, ia ingin Mom Gemma merasakan apa yang ia rasakan dulu, ketika ia tak dipedulikan saat berbicara karena Mom Gemma terlihat sibuk di rumah sakit.


Brakkk!!


Jesslyn membanting pintu kamar tidurnya, meninggalkan Mom Gemma yang tiba tiba memegang dadanya. Ia pun berjalan ke arah kamar tidur untuk sekedar berbaring. Ia merasa perlu istirahat dan tak akan pergi ke rumah sakit.


* Flashback Off


Dad Marcello menggenggam tangan Mom Gemma yang masih memejamkan matanya. Seorang pelayan yang ikut mengantar Mom Gemma bersama supir, menceritakan apa yang terjadi pagi ini.


Menghela nafasnya kasar, Dad Marcello pun bangkit dan meninggalkan rumah sakit. Ia harus menemui putrinya, Jesslyn.

__ADS_1


Brakkk


Pintu kamar tidur Jesslyn terbuka lebar, menampakkan wanita yang tengah tidur tengkurap tanpa mengganti pakaiannya lagi. Ia bahkan tak melepas sepatunya.


"Jesslyn!!"


Dad Marcello berjalan mendekat dan menggoyangkan tubuh putrinya itu.


"Apa sih, Dad? Aku ngantuk. Kalau mau bicara nanti saja, aku malas."


"Bangun! Atau Daddy perlu menyirammu?" ancam Dad Marcello.


"Arghhhh!!! Kenapa kalian tidak bisa membiarkan aku tenang?! Aku lelah, aku ngantuk, aku ingin istirahat! Susah sekali rasanya!" teriak Jesslyn.


"Mommymu masuk rumah sakit," ucap Dad Marcello.


"Aku tak peduli! Bukankah kalian juga tak mempedulikanku?


"Kamu keterlaluan, Jess. Mommymu selalu menjagamu, memperhatikanmu, dan sangat menyayangimu. Ia bahkan menyayangimu lebih dari kakakmu, Jeanette."


"Itu sudah seharusnya! Kak Jean hanya anak angkat dan seharusnya ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kalian. Ia hanya mengambil yang seharusnya menjadi bagianku!" ucap Jesslyn.


"Bela saja! Bela terus anak angkat itu!" Jesslyn bangkit kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Ia menutup pintu dan menguncinya, tak peduli dengan teriakan Dad Marcello di luar sana.


"Kalau sikapmu terus seperti ini, maka Dad akan menyetujui permintaan Hansen yang ingin berpisah darimu. Dad tak akan membantumu," ucap Dad Marcello.


Ceklekkk


Pintu kamar mandi terbuka dan Jesslyn melihat Dad Marcello dengan tatapan tajam.


"Memang itu kan yang kalian inginkan? Membuatku menderita! Kalian memang jahattt!!!" teriak Jesslyn yang kembali membanting pintu kamar mandi.


*****


1 minggu ini, tepatnya setelah Jeanette mengatakan sebuah kebenaran pada Alex, Axton selalu mengiriminya pesan. Bahkan terkadang ia menghubunginya dengan alasan ingin berbicara dengan Alex.


Hari ini ia tak akan pergi ke OR Trade karena Tuan Orlando dan Wesley ingin berbicara dengannya. Jeanette tidak tahu apa yang akan dibicarakan, namun ia berpikir bahwa ini pasti tentang pekerjaannya di OR Trade.

__ADS_1


Pagi hari seperti biasa ia sarapan bersama, kemudian ia pergi mengantar Alex ke sekolah bersama dengan supir karena Wesley memiliki hal penting yang harus dibicarakan dengan Tuan Orlando. Putranya itu terlihat sangat bahagia. Ia selalu bercerita bahwa ia sudah memiliki banyak teman.


Jeanette kembali ke Mansion Orlando. Ia merasakan keadaan yang sepi, tentu saja ... biasanya ia tak melihat suasana ini karena ia akan berada di OR Trade sepanjang hari.


"Nona, Tuan Orlando dan Tuan Wesley sedang menunggu anda di perpustakaan," ucap seorang pelayan.


"Terima kasih."


Jeanette pun berjalan menuju perpustakaan yang letaknya di bagian belakang Mansion, langsung menghadap taman belakang yang penuh dengan bunga. Taman bunga tersebut, Jeanette ketahui adalah milik istri Tuan Orlando. Meskipun istrinya telah meninggal, Tuan Orlando menyewa seorang tukang taman yang ahli dalam merawat bunga agar taman bunga itu selalu terjaga.


Tokk ... Tokk ... Tokk ....


Setelah mengetuk pintu, Jeanette memasuki ruangan. Ia melihat Tuan Orlando duduk di sebuah sofa single dan Wesley di sampingnya.


"Duduklah, Jean," ucap Tuan Orlando.


Jeanette menghampiri dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Wesley, tepat di samping Tuan Orlando juga.


"Jean, apa kamu betah tinggal di sini?" tanya Tuan Orlando.


"Anda sangat baik padaku dan Alex, mana mungkin aku tidak betah. Aku sangat berterima kasih," jawab Jeanette.


"Apa kamu suka pekerjaanmu di OR Trade?"


"Ya, aku menyukai investasi saham sejak dulu dan OR Trade adalah salah satu perusahaan impianku."


Tuan Orlando tersenyum, kemudian melihat dalam ke manik mata Jeanette. Wesley menyerahkan sebuah map kepada Jean dan ia membukanya. Di sana tertulis semua data pribadinya, keluarganya, serta kehidupan pernikahannya dulu.


"Maaf karena kami mencari tahu semua hal tentang dirimu."


"Tidak apa, Tuan. Aku tahu anda harus mengetahui semua hal tentang pegawai anda dan bagi saya ini tak mengapa," ucap Jeanette.


"Di sana tertulis bahwa kamu adalah putri angkat dari Tuan Marcello Archer. Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengan orang tua kandungmu?" tanya Tuan Orlando.


Jeanette terdiam dan melihat ke arah Tuan Orlando dan Wesley. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena tak pernah terlintas dalam benaknya sama sekali. Ia beranggapan bahwa dirinya diambil dari panti asuhan, ntah dirinya ditinggal di sana karena apa dan berakhir diadopsi oleh Keluarga Archer.


Ceklekkk

__ADS_1


Pintu ruang perpustakaan terbuka dan menampilkan sosok yang membuat matanya membulat dan lidahnya seakan kelu, antara rindu dan kecewa.


🧡 🧡 🧡


__ADS_2