BRAVE LOVE

BRAVE LOVE
PIHAK KEPOLISIAN


__ADS_3

Jesslyn terduduk terpaku. Ia menutup kedua telinganya seakan sedang mendengar teriakan teriakan di sekelilingnya. Di hadapannya kini terbaring seorang pria yang tadi ia dorong dan mengenai ujung nakas. Setelahnya, ia juga mengambil lampu tidur dan memukulkannya ke kepala pria gembul itu.


Terlihat darah segar keluar dari pelipis pria itu dan tentu saja pria itu tak sadarkan diri.


"Aku harus segera pergi dari sini," gumam Jesslyn. Ia tak mau disangkutpautkan dengan masalah ini. Lagipula semalam pria itu sudah menikmati tubuhnya, jadi ia tak perlu memberikan apa apa lagi.


Jesslyn segera berpakaian dan melihat ke arah luar klub. Suasana sedikit sepi karena masih pagi. Di luar kamar, ia menggantungkan tanda 'Don't Disturb' agar tak ada yang memasuki kamar itu. Setelah melihat keadaan aman, ia pun segera pergi dari sana.


*****


Di dalam mobil, Axton terus melihat ke arah Jeanette yang duduk di sampingnya. Sementara Jeanette terus melihat ke arah luar jendela. Sungguh ia sangat malu pada Axton dengan kejadian semalam dan tadi pagi.


Tadi pagi, ia tak dipengaruhi obat sama sekali dan ia bisa melakukannya hingga 2 kali bersama Axton, dalam keadaan sadar pula. Jeanette menggelengkan kepalanya untul menepis pikiran liarnya yang terus memikirkan tubuh Axton.


Greppp


Axton meraih tangan Jeanette dan menggenggamnya, sementara tangan yang sebelah memegang kemudi, "Apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Tak ada. Aku tak memikirkan apa apa," jawab Jeanette.


"Oya, siapa yang menjaga Alex?" tanya Jeanette.


"Alex bersama dengan manager hotel dan dijaga oleh beberapa anak buahku," jawab Axton.


Sesampai keduanya di hotel dan turun dari mobil, Axton langsung meraih tangan Jeanette dan menggenggamnya. Ia tak akan melepaskan wanita itu dan akan memperlihatkan bahwa wanita itu adalah miliknya. Itulah Axton, jika dia sudah mengklaim sesuatu adalah miliknya, maka ia akan memperlihatkan pada siapapun dan mempertegas kepemilikannya.


Jeanette tak mencoba melepaskan karena terlihat wajah Axton yang begitu serius. Keduanya masuk ke dalam lift dan Axton tetap menggenggam tangan Jeanette.


Mereka masuk ke dalam kamar mereka yang dijaga oleh anak buah Black Alpha di depan pintu.


"Dad! Mom!" teriak Alex yang langsung melompat turun dari atas tempat tidur. Managet hotel itu pun berdiri dan mendekati Axton kemudian sedikit menunduk.


"Terima kasih sudah menjaga putraku, kamu boleh libur dan beristirahat," ucap Axton.


"Terima kasih, Tuan," manager hotel itu pun segera keluar dari kamar.


"Dad, Mom, kalian ke mana?" tanya Alex.

__ADS_1


"Kalian main ya? Tinggalin Alex," Alex sedikit menggerutu kesal.


(iya lex, bener. Mereka main. Main kuda2an tuh. Kamu ga diajak - cherry aja cuma kedapetan nonton)


Axton melihat ke arah Jeanette yang justru menundukkan kepalanya. Ia juga masih berpikir apa yang harus ia jelaskan pada Alex tentang kepergiannya kemarin.


"Semalam Mommy menjaga Grandma dan Daddy menemani Mommy. Maaf karena tidak mengajakmu. Daddy melihat kamu sangat lelah," ucap Axton mengelus rambut Alex.


"Maafkan Mommy, sayang," ucap Jeanette.


"Baiklah, kali ini Alex maafkan. Tapi lain kali Alex jangan ditinggal ya," ucap Alex. Axton dan Jeanette pun menganggukkan kepalanya.


"Mom! Aku mau pulang, Glenpa Olando," pinta Alex.


"Ya, kita akan pulang, sayang," Jeanette mengusap rambut Alex, "Apa kamu sudah mandi?"


Alex menggelengkan kepalanya. Sedari tadi managet hotel ingin memandikannya, namun Alex terus menolak. Ia hanya ingin bertemu dengan Daddy dan Mommynya segera.


"Aku akan pergi sebentar. Kita akan pulang ke London bersama sama. Setelah itu, aku akan membawa kedua orang tuaku untuk datang melamarmu dan menikahimu," ucap Axton.


"A-aku ..."


Setelah berbicara, Axton pun mencium kening Jeanette dan pergi dari sana. Hati Jeanette tiba tiba menghangat karena diperlakukan seperti itu oleh Axton. Ia tak pernah merasakan seperti ini, bahkan saat ia bersama dengan Hansen.


"Mommy! Ayo mandi," ucap Alex yang sudah siap dan menarik tangan Jeanette, sementara Jeanette malah melihat kepergian Axton.


*****


"Apa yang kalian dapatkan?" tanya Axton pada Four dan Five.


"Semuanya. Apa yang ingin anda lakukan selanjutnya, Tuan?" tanya Four.


"Kirimkan video itu padaku. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti calon istriku."


Four mengirimkan video rekaman CCTV di mana aksi Jesslyn dan 2 orang teman prianya terlihat dengan sangat jelas.


Setelah dari markas Black Alpha, Axton langsung pergi menemui Dad Marcello. Axton akan memberikan kebenaran pada pria paruh baya itu, semuanya. Axton menghubunginya dan memintanya bertemu di sebuan cafe yang tak jauh dari rumah sakit. Ia memesan ruang VIP agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu tiba di sini, Ax? Mengapa tidak menghubungi Uncle?"


"Ada hal yang harus kukerjakan terlebih dulu, Uncle," jawab Axton.


"Apa ada sesuatu yang membuatmu ingin bertemu denganku? Oya, aku sudah bertemu dengan putriku."


"Aku tahu itu, Uncle. Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan dengan Uncle. Yang pertama, aku akan menikahi Jeanette," ucap Axton.


"Menikah? Dengan Jeanette?" tanya Dad Marcello.


"Ya. Alex adalah putraku," Axton menceritakan semuanya pada Dad Marcello, tanpa ada yang ditutupi.


"Apakah Jeanette bersedia?"


"Bersedia ataupun tidak, aku akan tetap menikahinya," jawab Axton.


"Maafkan Uncle, Ax. Tapi sebaiknya kamu bertanya padanya, apa keinginannya. Uncle tak ingin ia gagal lagi dalam berumah tangga," ucap Dad Marcello.


"Aku mencintainya dan aku tak akan menyakitinya. Aku pastikan akan membuat dia juga mencintaiku, Uncle."


Dad Marcello menghela nafasnya pelan. Putra sahabatnya ini memang memiliki pendirian yang sangat luar biasa. Ia tak akan mudah ditekan dengan keinginan atau permintaan orang lain.


"Aku akan membawa Dad dan Mom untuk menemui Tuan Orlando, karena bagaimana pun juga ia adalah ayah kandung Jeanette. Namun, aku juga ingin Uncle ada di sana," pinta Axton. Ia ingin tetap menghargai status Dad Marcello sebagai ayah angkat dari Jeanette.


"Aku akan pergi, tenang saja. Kamu hanya perlu memberitahukan kapan, Uncle akan berangkat."


"Terima kasih, Uncle."


"Yang kedua, ...," Axton menyerahkan 2 buah video. Video pertama adalah video 5 tahun lalu saat Jesslyn memaksa Jeanette minum alkohol dan meminta seorang gigolo untuk melakukan rencananya. Video kedua adalah video semalam, di mana Jesslyn dan kedua temannya kembali melakukan hal buruk pada Jeanette.


"Jesslyn ....," gumam Dad Marcello.


"Dan yang ketiga, Jesslyn terlibat dalam pemukulan san menjadi satu satunya tersangka. Ia memukul Tuan Bob Bonnie dan sekarang pria itu sedang dirawat di rumah sakit," ucap Axton.


Dad Marcello kembali menghela nafasnya. Ia tak menyangka Jesslyn bisa melakukan semua itu.


"Apa kamu melaporkannya pada pihak kepolisian?" tanya Dad Marcello.

__ADS_1


Axton menggelengkan kepalanya, "Aku tidak melakukannya dan aku yakin Jean juga tak akan melakukannya. Hanya saja, kemungkinan besar Tuan Bob Bonnie yang akan melakukannya. Oleh karena itu, sebaiknya Uncle tahu terlebih dulu apa yang terjadi sebelum pihak kepolisian datang," ujar Axton.


🧡 🧡 🧡


__ADS_2