BRAVE LOVE

BRAVE LOVE
KAMU MILIKKU


__ADS_3

"Apa?!" teriak Axton saat Four memberitahukan padanya bahwa Jeanette menuju ke arah Klub Malam Lions.


Axton melihat Alex masih tertidur. Ia tak mungkin membangunkan putranya itu. Ia pun menghubungi manager hotel dan meminta ia menjaga Alex. Selain itu, ia juga menghubungi Four untuk mengerahkan keamanan untuk putranya.


"Dad akan membawa Mommy kembali," bisik Axton kemudian mencium kening Alex.


Dengan mobil hotel, Axton melajukan kendaraannya menuju ke Klub Malam Lions dalam kecepatan tinggi. Ia ingat, Klub itu adalah Klub tempat ia datang 5 tahun yang lalu bersama Mark dan Gilbert.


"Di mana dia?" tanya Axton saat melihat keberadaan Four.


"Di dalam kamar itu," jawab Four.


Jesslyn bersama 2 orang teman prianya berdiri di sana dan melihat ke arah Axton. Ia tersenyum saat melihat Axton.


"Ahhh ternyata tampan juga. Kamu yakin mau bersama dengan wanita jallang seperti Kakakku itu? Apa kamu tidak merasa jijik?" ucap Jesslyn.


"Apa yang kamu lakukan pada Jeanette hah?!" Axton meraih lengan Jesslyn dan mencengkeramnya.


"Pelan pelan, jangan kasar kasar. Aku hanya memberikan padanya apa yang pantas ia terima. Ia pasti akan memberikan pelayanan yang memuaskan buat semua pelanggan pria. Apa kamu juga mau mencobanya? Lebih baik kamu denganku saja," ucap Jesslyn.


"Dasar menjijikkan!" ucap Axton sinis.


"Four! Siapkan kamar dan berikan pada mereka sama seperti apa yang mereka berikan pada kekasihku. Dan satu lagi ..."


Axton mendobrak pintu di mana Jeanette berada. Ia melihat ibu dari anaknya itu sedang terbaring di atas tempat tidur, mencengkeram erat pakaiannya sendiri. Sementara seorang pria gembul berada di atasnya.


"Sialannn!!!"


Bughhh


"Bawa dia!" Axton menutup pintu kamar itu dan menguncinya. Four menjaga di depan pintu dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan seperti apa yang Axton perintahkan.


Axton berjalan mendekati Jeanette. Wanita itu terlihat menahan gelenyar di tubuhnya dengan susah payah.

__ADS_1


"Kamu mencoba terus menahannya, hmm?" tanya Axton sambil membelai lembut kening dan pipi Jeanette.


Mata Jeanette sedikit terbuka. Ia kini melihat Axton di hadapannya, "Ax ...?"


"Aku di sini."


"Tolong aku," ucap Jeanette memohon. Ia sudah tak kuat lagi menahan.


"Aku akan menolongmu, tapi setelah ini jangan berharap kamu bisa lepas dariku. Aku akan membuatmu terus berada di sampingku," bisik Axton di telinga Jeanette, membuat Jeanette semakin panas.


"Ahhh ....," Jeanette mendes sah ketika Axton mulai menyentuh tubuhnya yang tak tertutup pakaian.


Axton langsung melum mat bibir Jeanette. Ia seakan meluapkan kerinduannya pada Jeanette setelah 5 tahun. Ia mengul lum dan memaksa Jeanette membuka mulutnya.


"Aku merindukanmu," bisik Axton.


Axton membuka pakaian Jeanette dan begitu pula Jeanette. Jeanette saat ini berada dalam keadaan sadar. Ia bahkan bisa merasakan kalau ia sangat menginginkan pria di hadapannya saat ini.


Keduanya pun larut dalam permainan panas mereka malam itu. Tak hanya sekali, mereka melakukannya berkali kali, hingga Jeanette tak merasakan panas lagi ditubuhnya.


Keduanya berbaring di atas tempat tidur. Axton melihat ke arah Jeanette yang terlihat lelah. Ia mendekati Jeanette kemudian memeluk tubuh wanita itu. Ia mengecup keningnya, "Kamu milikku, hanya milikku."


*****


Jesslyn dan kedua teman pria nya ikut disuntik dengan obat perangsangg. Axton meminta mereka disuntik dengan dosis yang sama seperti yang mereka suntikkan pada Jeanette. Namun, Four membantahnya. Ia memberikan 1,5 dari dosis yang seharusnya.


"Rasakan! Itulah akibat kalian mengganggu kekasih Tuan Axton. Apa kalian tahu, susah sekali memintanya memiliki kekasih. Jadi ketika ia sudah punya dan kalian mengganggunya, kalian harus berurusan dengan kami, Black Alpha divisi Math.


Divisi Math terdiri dari Zero, One, dan Seven yang ada di Indonesia. Four dan Five di Benua Eropa. Six dan Ten di Benua Amerika, Two dan Three di Benua Australia. Sementara Eight dan Nine di Benua Afrika.


Divisi Math berhubungan dengan IT dan pengamanan. Mereka merasa Tuan Axton akan menjadi lebih ramah jika memiliki pasangan hidup. Ia tak akan selalu memberi mereka tugas berat, apalagi marah marah 😅


Dosis 2 kali lipat diberikan oleh Four pada pria gembul.

__ADS_1


"Kamu yakin, Four?" tanya Five


"Yakin lha. Lihat saja tubuhnya. Kalau cuma 1 dosis pasti nggak akan mempan. Kalau dikasih 1 dosis ternyata dia cuma main sekali lagi, kan kasihan. Jadi aku berbaik hati biar dia merasakan kenikmatan dunia, tidak cuma buang buang uang tapi zonk."


"Lalu, dia mau dimasukkan ke kamar yang mana?" tanya Five yang sedang memperhatikan 3 kamar yang telah ditempati oleh Jesslyn dan 2 orang teman prianya, masing masing 1 kamar."


"Menurutmu?"


"Apa kita gilir saja, biar tiap orang bisa merasakan pria gembul itu 1 jam," jawab Five.


"Ishhh, aku tak mau ya gendong gendong dia pindahin dari 1 kamar ke kamar yang lain. Berat," ucap Four.


"Bagaimana kalau kita panggil Divisi Fisika (Divisi yang mengurus hal hal yang berhubungan dengan fisik) saja?"


Note : mereka semua sebenarnya bingung, kenapa nama divisi diubah oleh Axton menjadi nama2 mapel. yang paling mengenaskan adalah Divisi Bio. Para anggotanya dipanggil dengan sebutan amoeba, algae, bahkan oryza sativa.


"Tidak perlu, nanti Joule marah pada kita. Sudah lebih baik kita serahkan saja si gembul itu memilih sendiri, kamar mana yang mau ia masuki. Syukur syukur dia nggak pilih sesama terong," ucap Four.


Akhirnya Four dan Five membiarkan Pria gembul itu memilih. Mereka justru duduk di dekat kamar yang ditempati Axton dan menjaga, jangan sampai si gembul masuk lagi ke sana. Bisa gagal acara indehoy atasan mereka.


*****


"Ahhh sialannn!!!" teriak Jesslyn. Ia yang diberi suntikan obat perangsang dengan dosis besar, merasa sangat panas. Ia bahkan masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar, dan menyirami dirinya di bawah kucuran air shower, tapi tetap tak bisa hilang.


Ceklekkk


Pintu kamarnya terbuka dan ia bisa mendengar itu. Ia yang sudah polos dan tak memakai apapun, membuat pria gembul itu tersenyum. Dengan tubuh yang sama sama begitu panas dan bergairrah, pria gembul itu langsung menyerang Jesslyn.


"Ahhh ternyata aku mendapatkan wanita pengganti yang juga cantik," ucap sang pria.


"Ahhh sialannn!! Pergi kamu!!"


"Kita bisa saling menolong kan. Ayolah, jangan gengsi. Aku tahu kamu memerlukan sentuhanku," pria itu langsung menyentuh tubuh Jesslyn dan meremas kedua aset kembarnya yang terpampang begitu jelas.

__ADS_1


"Kita nikmati malam panjang ini berdua, cantik," kata sang pria yang mulai menggerayyangi tubuh Jesslyn yang mulai mendes sah.


🧡 🧡 🧡


__ADS_2