BRAVE LOVE

BRAVE LOVE
EXTRA PART (2)


__ADS_3

Hari ini Axton akan membawa Jeanette ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter kandungan seperti yang disarankan oleh Michael.


Axton secara pribadi meminta bantuan pada Alexa untuk memimpin perusahaannya di Jakarta untuk sementara waktu. Ia ingin mengajak Jeanette untuk berbulan madu dengan berkeliling ke beberapa negara. Untuk Alex, Dad Azka bersedia menjaganya. Selain itu, Nala, Nathan, dan Nicholas juga sangat senang bertemu dengan Alex. Dad Orlando sendiri akan kembali ke London, sebelum ia tinggal di Indonesia. Ia ingin lebih dekat dengan putrinya.


Untuk perusahaannya di London, Wesley akan membantunya memimpin. Hal itu disarankan oleh Jeanette yang merasa Wesley lah yang pantas untuk memimpin perusahaan itu.


Seorang dokter wanita menerima kedatangan Axton dan Jeanette. Dokter tersebut meminta Jeanette untuk berbaring dan seorang suster membantu.


"Lihatlah," dokter tersebut menunjuk ke arah layar di hadapan Jeanette dan Axton. Terlihat sebuah titik kecil berwarna hitam.


"Anda memang sedang hamil, Nyonya. Usianya kira kira baru sekitar 4 minggu."


Axton dan Jeanette tersenyum melihatnya. Jeanette bahagia karena kini ia tak melewati kehamilannya seorang diri. Ia memiliki suami serta keluarga yang akan selalu ada bersamanya. Begitu juga dengan Axton, menjaga seorang istri yang tengah hamil, adalah pengalaman pertamanya. Ia tak ingin lagi kehilangan momen ini. Ia bahkan ingin merasakan momen ini untuk anak ketiga keempat, dan seterusnya. Bukankah ia harus menyusul adiknya yang sudah memiliki 3 orang anak.


"Saya akan meresepkan beberapa vitamin. Tak ada pantangan apapun, hanya saja jangan terlalu lelah karena usia kandungan masih trimester pertama," ucap sang dokter.


Keduanya pun pulang ke Kediaman Williams untuk menjemput Alex sebelum mereka pulang ke kediaman mereka sendiri.


*****


Sesampainya mereka di Kediaman Keluarga Williams, terlihat Dad Azka, Mom Mia, dan Michael tengah duduk terdiam di ruang keluarga sementara keempat anak kecil itu sedang berlari saling berkejaran.

__ADS_1


Wajah ketiganya tampak sangat lelah seakan mereka habis berlari marathon. Di dalam hati, Axton tersenyum sendiri.


"Dad, Mom, are you okay?" tanya Axton.


Ketiganya melihat ke arah Axton dan Jeanette yang baru sampai.


"Kamu sudah kembali? Kebetulan sekali, Dad dan Mom harus pergi menemui sahabat Dad," Dad Azka bangkit sambil menggandeng tangan Mom Mia. Sementara itu Michael melihat kepergian kedua mertuanya itu dengan tatapan mengiba.


"Ax, bolehkah aku titip mereka sebentar? Aku ingin menemui Alexa di perusahaan. Tadi ia menghubungiku dan minta dibawakan makan siang," Michael ikut bangkit.


Mata Axton membulat ketika ia ditinggal bersama putranya dan ketiga keponakannya. Kini, Jeanette lah yang tertawa dalam hati melihat wajah Axton yang seketika berubah pias.


Axton pun langsung mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, dan menekan layar kemudian meletakkannya di telinga.


"One, ke rumah Dad sekarang."


Tak sampai 20 menit, One telah sampai di Kediaman Keluarga Williams. Ia sudah keluar dari rumah sakit sejak kemarin dan hari ini adalah hari pertama ia kembali bekerja.


One langsung masuk ke dalam karena ia sudah terbiasa bolak balik ke sana. Tapi belum sampai ke ruang keluarga di mana Axton berada, ponselnya berbunyi dan tertulis nama Zero di sana


"Iya, Kak."

__ADS_1


"One, kamu ke rumah Tuan Azka dan bantu semua hal yang mereka butuhkan di sana."


"Aku sudah berada di sini. Tuan Axton sudah menghubungiku."


"Baiklah kalau begitu."


One memutus sambungan ponselnya dan melanjutkan langkahnya. Ia masuk ke area ruang keluarga dan menemukan Jeanette sedang duduk bersama dengan Axton.


"Tuan," panggil One.


"Ah One, akhirnya kamu datang juga."


"Apa ada sesuatu yang harus kukerjakan?"


"Kamu sudah sehat?" tanya Axton.


"Sudah, saya sudah kembali sehat seperti sebelumnya," jawab One.


"Kalau begitu, tolong aku untuk menjaga mereka. Aku harus menemani istriku dulu," Axton menunjuk ke arah taman belakang.


Mata One langsung tertuju ke arah taman belakang dan membuatnya membulat sempurna.

__ADS_1


"Menjaga mereka? Aku? Bisa bisa aku masuk rumah sakit lagi. - batin One. Ia belum siap melawan 4 anak kecil itu karena ia belum menyusun rencana.


🧡 🧡 🧡


__ADS_2