Break The Secret

Break The Secret
3) mimpi buruk


__ADS_3

 


 


Kupikir


aku tak bisa mengelabui Fasa, kalau benar ia adalah teman dekat Vier asli wajar


dia langsung mengenali bukan temannya. Sudah begini, yah sudahlah! Aku menyerah


dan sebaiknya ceritakan saja, kalau aku terus menyangkal mungkin dia akan


percaya, tapi ditempat ini aku butuh seseorang yang mengerti kondisiku dan bisa


kupercaya.


 “Aku memang bukan Vier, namaku En’em Ji dan


aku bukan dari zaman ini!” Ungkapku. Fasa memincingkan kepalanya tampak heran


dengan ungkapanku tadi.


Aku pun


menceritakan semuanya, dari awal mula aku terlempar kesini termasuk tentang


bayanganku tentang cerita yang persis begini sampai bagaimana kujalani hidup


sebagai Vier selama tiga hari juga tentang bingungku. Aku sendiri pun heran


mengapa aku berada disini. Setelah aku menceritakan semuanya, Fasa hampir tidak


percaya pada ceritaku, tapi melihat situasi dan kondisiku, mau tak mau dia


percaya.


 “Tapi... kemana Vier yang sebenarnya?” Tanya


Fasa setelah ceritaku selesai.


 “Kurasa aku juga punya pertanyaan yang sama!”


Jawabku.


 “Tapi masa’ kau tak punya sedikitpun ingatan


tentang ini? Bukankah kau yang membuat ceritanya?!” Protes Fasa. Aku menghela


napas tanpa harapan.


 “Ketika aku tertidur, aku baru memiliki ide


cerita untuk membuat novel ini, lagi pula dizamanku aku belum terkenal sama


sekali!”


 “Ceritakan saja seperti apa ide ceritamu itu!”


 “Hm, yah... dunia dipersatukan dibawah


pimpinan suatu rezim, kemudian ada sebuah opera yang menjadi ciri khasnya, di


opera itu ada seorang gadis opera yang jatuh cinta pada seorang pangeran,


mereka jadi saling jatuh cinta dan cinta mereka terhalangi oleh Grim Reaper.


Dengan kekuatan cinta mereka, gadis opera dan pangeran berusaha mengalahkan


Grim Reaper dan mengubah pemerintahan. Baru segitu saja!” Ku ceritakan semua


yang masih ku ingat.


Setelah


mendengar itu Fasa terdiam sambil berpikir, sampai akhirnya dia memintaku ikut


dengannya kesuatu tempat dengan mengendarai mobilnya, dan kali ini mobil mirip


seperti kupu-kupu berwarna biru muda yang sangat bagus. Aku duduk dikursi


samping pengemudi.


 “Sebelum itu, bisakah kau ceritakan yang


terjadi sejak tahun 2020?” Pintaku kemudian saat Fasa mulai menjalankan


mobilnya.


 “Aku tak tau pasti kalau dari tahun 2020,


semua sejarah tentang peradaban dari seluruh dunia dihapuskan sejak


kepemimpinan Yaza Vumi II, semua yang tersisa hanyalah tentang awal mula


peradaban baru dibawah kepemimpinannya.” Jawab Fasa sambil terus memfokuskan

__ADS_1


diri pada jalanan.


 “Pada masa awal pemerintahan Yaza Vumi I,


dunia ini tidak disatukan, justru adanya Yaza Vumi itu yang menyelamatkan


manusia dari keruntuhan. Kutub utara dan selatan mencair dan bergeser hingga


semua yang menggunakan sistem signal menjadi kacau dan tak dapat digunakan,


sedangkan pada masa itu manusia menggunakan signal untuk hampir semua bidang.


Dunia


ini dilanda kesusahan dan kelaparan juga perang. Tak ada pertahanan, teknologi


runtuh, dan banyak negara yang hancur. Disana lah ada seorang yang menyebut


dirinya DarkNight, dia tidak menggunakan signal dan semua caranya terbilang


klasik tapi sangat efesien!” Jelas Fasa.


 “Jadi, Yaza Vumi I adalah si-DarkNight itu?”


Tanyaku lagi.


 “Bukan! DarkNight itu kau!” Bantah Fasa.


 “APA???” Teriakku tak percaya. “Ba...


bagaimana mungkin seseorang sepertiku...”


 “Itu memang kau En’em Ji, DarkNight memutus


semua ikatan dan mencipakan dunia sendiri, lalu ketika dunia mulai hancur dia


membantu dan semuanya bersatu dalam dunia dengan sudut pandangnya, sampai


tiba-tiba ketika semua sudah stabil, ia menghilang kembali.


 Lalu orang-orang yang dulu bergerak dibawah


perintah DarkNight membentuk sebuah rezim yang bernama Yaza Vumi, awalnya


mereka hanya menjadi badan yang menjaga perdamaian dan pemberi bantuan,


masing-masing negara masih memerintah sendiri-sendiri. Dipemerintahan Yaza Vumi


II, semua negara disatukan menjadi dibawah kekuasaannya, dan hanya dibagi


begitu mereka masih punya hukum sendiri-sendiri.” Cerita Fasa lagi.


Hal itu


malah membuatku makin penasaran saja, apalagi menurut cerita Fasa aku adalah


penyebab terjadinya hal ini, yah... walaupun itu terdengar tak masuk akal


karena selama ini aku hanya seorang anak SMA yang biasa saja.


“Nah,


kita sudah sampai!” Seru Fasa. Kulihat sebuah bangunan yang mirip buku besar,


menurut tebakanku ini adalah perpustakaan.


 “Untuk apa kita kemari?” Tanyaku heran.


 “Ini perpustakaan pusat, kabarnya ada tempat


yang menyimpan sisa-sisa petunjuk tentang kepergianmu, kalau kita bisa


menemukannya, kita akan punya cara untuk membuat kudeta!” Jawab Fasa.


 “Hey, Fasa! Pemikiranmu ini tidak realistis,


bagaimana mungkin seseorang seperti kita punya kuasa untuk menggulingkan rezim


yang begitu kuat. Itu mustahil! Kudeta apanya? Memangnya situasinya seburuk


itu?” Komentarku. Fasa terdiam dia menatap kecewa padaku.


 “Vier yang asli dan aku sangat mengidolakan


DarkNight, buktinya kau bisa menciptakan semua ini hanya dengan novel karyamu,


harusnya... kau pun bisa menghentikannya! Kau mungkin masih belum tau seburuk


apa dunia yang sekarang!” Mata Fasa berkaca-kaca, aku jadi merasa bersalah


padanya. Dia benar, kalau aku bisa memulai hal ini, maka aku pasti orang yang


bisa menghentikannya.


 “Baiklah, maafkan aku, ya! Ayo kita berjuang,

__ADS_1


aku tak akan kembali ke Zamanku sebelum menghentikan semua ini, walaupun...


kita sama sekali belum punya bayangan tentang itu!” Cengirku. Fasa ikut


tersenyum, kurasa dia benar-benar orang yang baik.


Kami  memasuki


perpustakaan, Fasa menunjukan padaku buku-buku yang ditulis DarkNight. Sungguhkah


dimasa depan aku seterkenal itu? Kenapa aku malah jadi terlalu percaya diri


begini?!


 “Kita akan mulai mencari dari tahun 2050, itu


tahun awal dimulainya semua ini!” Ujar Fasa.


Aku


mengangguk, lalu kami berpencar mencari buku terbitan 2050 yang ada kaitannya


dengan peristiwa ini. Aku mencari di deretan buku sejarah, sedangkan Fasa


mencari di deretan buku pemerintahan. Jarak antara kami terpisah dengan dua


atau tiga lemari besar hingga kami tak bisa melihat satu sama lain.


Lebih


dari dua jam aku mencari, tak ada satupun hal yang berhubungan dengan itu dan


kurasa Fasa juga tak menemukan apa-apa. Aku coba mencarinya dideretan buku-buku


lain, jauh kesudut demi sudut. Saat itu aku sedang dengan santai mencari-cari


dideretan buku seni, sudut itu gelap dibandingkan sudut lain, apalagi hari


sudah mulai malam sedangkan cahaya lampu tak terlalu menyinari tempatku berdiri


sekarang.


        Aku merasa angin semakin dingin saja, padahal tak ada lubang angin


disini mungkin hanya pendingin ruangan yang berada agak jauh dariku, perasaanku


tak enak dan agak merinding. Lalu tiba-tiba hidungku menyapa aroma yang terasa


menyengat, kuberanikan diri untuk menoleh, dan... mataku terbelalak.


“Hhhss... Hhss...”


Suara


napas yang berdesis, dan yang paling mengerikan adalah itu berasal dari wajah


tengkorak putih. Wujud mengerikan yang tiba-tiba muncul menampilkan


gigi-giginya yang tersusun rapi bagaikan barisan serdadu yang siap menyerang,


jubahnya hitam pekat nan panjang menyapu lantai juga napas yang menderu dengan


halus seperti hembusan angin dimalam bersalju... ini mimpi buruk!


 “Hhhsss... Hhhsss...”


Lagi-lagi ia mendesis, tangannya yang


berada dibalik jubah itu terangkat dan dia menunjuk sebuah buku diantara


deretan buku lainnya. Aku tak sempat melihat apa yang dia tunjuk, aku sudah


takut.


Mulutku


terkunci rapat dan tubuhku bergetar.  Aku


mundur beberapa langkah dan langsung berbalik untuk lari tanpa menoleh


kebelakang sama sekali, kulihat Fasa yang masih asyik mencari buku, segera


kutarik tangannya menuju keluar gedung itu. Kuabaikan pertanyaan bingungnya,


entah setan atau apa yang kulihat tadi, yang penting lari dari sini.


          Kusempatkan menoleh sedikit sebelum


benar-benar keluar dari perpustakaan, wujud seram itu menatap dengan matanya


yang kosong dari balik kaca pintu. Ditangannya ia menggenggam sebuah buku, dia


memperhatikan kearahku dan aku akan mengingat ini sebagai mimpi buruk!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2