
"Gue ketoliet dulu." Sani pamit pada kedua sahabatnya.
"Jangan lama-lama San," balas Dinda yang di angguki Sani.
Sani meninggalkan meja di mana temannya sedang mengobrol dengan dua pria yang tidak Sani kenal, Sani memilih pergi untuk membuang rasa yang tidak nyaman dalam dirinya.
Masuk ke dalam toilet Sani hanya membasuh tangan dan menambah makeup di wajahnya agar terlihat segar.
Cukup lama Sani berada di dalam toilet wanita, dan saat keluar Sani di buat terkejut melihat Galen yang berdiri sambil bersandar di tembok dekat pintu toilet.
"Galen, kamu bikin aku kaget." Sani mengusap dadanya, ia benar-benar kaget melihat Galen berdiri didekat pintu.
Galen menatap Sani dari atas sampai bawah, tatapanya menelisik membuat Sani merasa tidak nyaman.
"Jangan menatap ku seperti itu Len!" Seru Sani dengan eskpresi tidak sukanya.
Galen berdecak pelan, tangannya mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
"Lain kali kalau dandan tidak usah cantik-cantik ngapa, bikin buaya tertarik tau gak." Ucap Galen dengan wajah jutek.
Sani tercengang mendengar ocehan Galen yang menurutnya sangat aneh.
"Kamu bicara apa?" Sani terkekeh sebentar, sambil ingin melangkah pergi.
"Tante mau kemana?" Tanya Galen sambil mencekal tangan Sani.
"Teman ku di sana Len, kamu kan tahu!" ketus Sani dengan wajah jutek.
"Ck, bilang aja kalau mau nemuin para pria buaya tadi!" Galen sewot.
"Len! kamu kenapa sih." Sani jengah mendengar nada bicara Galen yang ketus, tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Galen menatap Sani dengan lamat-lamat, membuat desiran halus di hatinya kian nyata.
"Aku cemburu!"
*
*
Sani menatap langit malam yang bertabur bintang, malam ini dirinya memilih pulang ke apartemen miliknya untuk menyendiri.
Coklat panas di tangannya sebagai teman untuk dirinya melamun, entah kenapa otaknya memikirkan ucapan Galen tadi sore.
"Kamu ngaco Len, aneh." Sani hendak kembali pergi tapi Galen malah menariknya kuat dan mendorongnya ke dinding.
Tatapan keduanya bertemu, Sani sebagai wanita dewasa jelas dirinya bisa melihat jika benar ada rasa marah di tatapan Galen.
" Aku cemburu, cemburu melihat pria datang mendekatimu. Pokoknya jangan di kasih nomor kalau tidak aku beri mereka pelajaran." Ucap Galen dengan wajah serius.
Sani membelalakan matanya saat tiba-tiba bibirnya di cium paksa Galen. Tangan Sani ingin berontak tapi Galen justru mengunci pergerakannya.
Galen menciumnya sangat lembut, sapuan bibir Galen membuat Sani diam tanpa mau membalas, hingga saat Galen mengigit kecil bibirnya lenguhan kecil terdengar bersama lidah Galen yang melesak mengabsen di dalam mulutnya.
Sani bisa mendengar debaran jantung Galen yang tak karuan, di tempat yang sepi membuat keduanya sedikit larut dalam sentuhan bibir.
"Plis jadi pacarku." Pinta Galen saat ciuman keduanya terlepas.
Sani mengatur deru napasnya yang berkejaran, sedangkan Galen menelan ludah demi mengurangi debaran jantungnya yang menggila, katakanlah saat ini dia sedang gila.
Tatapan keduanya bertemu, hingga Galen kini kembali mendekatkannya wajahnya dan kembali melumatt bibir manis Tante cantik kesukaannya, bak gayung bersambut kali ini ciuman Galen mendapat balasan langsung membuat Galen semakin dalam
"Fiks jadi pacar gue," Gumam Galen dengan perasaan menggebu-gebu.
__ADS_1
Drt...Drt...
Ponsel di saku piyama tidurnya berbunyi, Sani yang sedang melamun tersadar.
"Halo..." Ucap Sani sambil menyesap coklat panas yang kini sudah terasa hangat.
Angin malam ternyata begitu dingin.
Tidak ada jawaban dari seberang sana, Sani menatap layar ponselnya, masih tersambung.
"Galen!" Seru Sani yang kesal karena tidak ada jawaban dari seberang sana.
"Aduh.."
Sani mendengar suara Galen yang mengaduh membuat wanita itu mengerutkan keningnya.
"Sayang, kamu masih di sana!" Suara Galen yang berseru.
Terdengar suara bising kendaraan lalu lalang, Sani berpikir jika Galen sedang mengendarai motornya.
"Matikan saja, bahaya Galen kalau sedang di jalan!" Kesal Sani dengan nada keras.
Tidak ada jawaban lagi dari Galen yang ada justru suara bising kendaraan yang membuat Sani langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Brondong kurang kerjaan." Gumam Sani sambil geleng kepala.
Sedangkan di ujung telepon Galen senyum-senyum sendiri. Dia baru saja pulang dari latihan futsal dengan sengaja menghubungi kekasih barunya yang ia dapatkan dengan paksa.
*
*
__ADS_1
Cie kekasih baru 🤣