
"Sayang aku ke kampus dulu." Galen melihat jam yang melingkar di tangannya, pria itu ada kelas.
"Hu'um," Sani langsung mendongak saat Galen sudah berdiri didepanya sambil mengendong tasnya.
"Bawa saja mobil ku," Sani menyerahkan kunci mobilnya pada Galen.
"Eh, aku bisa naik taksi kok." Tolak Galen yang merasa tidak enak jika harus membawa mobil kekasihnya.
"Ck, motor kamu di rumah. Sepulang dari kampus kamu bisa menjemput ku." Ucap Sani sambil berdiri sejajar dengan Galen.
Pria itu terdiam sebentar lalu bibirnya menerbitkan senyum yang membuat Sani menyipitkan matanya menatap Galen penuh curiga.
"Yaudah deh, dengan begini aku bisa bersama ayang terus, dekat-dekat ngak mau jauh. Jadi supir pribadi juga mau. Apalagi jadi Pasangan abadi sangat-sangat mau!"
Sani mendelikkan matanya, Galen ini pemuda yang suka bercanda.
"Udah jangan ngelantur terus. Kumpulin uang banyak buat beli mahar, ngak murah nanti aku mintanya." Kata Sani sambil bercanda.
"Apapun untuk ayang, asalkan halal akan Aa Galen turuti."
"Cih, sombong!" Ketus Sani dengan kekehan.
"Ish, aku serius sayang. Aku tidak main-main dengan hubungan kita." Galen menatap Sani dengan dalam, membuat Sani merasa gugup dan membuang wajah.
"Apapun yang terjadi jangan halangi aku untuk berjuang mendapatkan kamu. Aku-"
"Sudah jangan diteruskan, nanti kamu telat." Sani memotong ucapan Galen dan mendorong dada pemuda itu agar segera pergi.
Galen menyentuh pergelangan tangan Sani membuat wanita itu menatapnya.
__ADS_1
Tanpa sadar wajah Galen semakin mendekat hingga Sani baru tersadar saat bibir Galen menyentuh bibirnya dan memberikan kecupan lembut disertai lumatann kecil yang membuat jantung Sani berdebar kencang.
Galen menarik kepalanya dan menatap wajah kekasihnya dalam jarak begitu dekat.
"Jangan abaikan perasaan yang ku miliki. Aku tahu mungkin aku bukan tipe pria ideal mu. Tapi aku akan berusaha menjadi pria yang baik untuk mu."
Cup
Galen mengecup bibir Sani kembali, namun hanya sebuah kecupan sekilas dan membuat Galen tertawa melihat kekasihnya yang justru diam mematung.
"Jangan bengong Tante, nanti lalat masuk mulut!"
Hahahaha
*
*
Masuk kedalam kelas wajah Galen terlihat berseri, apalagi bibirnya yang tampak menyunggingkan senyum kecil.
Duduk di kursi, tak lama kursi bagian depannya di tarik, disusul dengan bagian samping nya.
"Len, Gue minta maaf."
Galen yang tadinya menunduk melihat ponsel kini mendongak menatap Nova yang menatapnya sendu.
"Gue minta maaf, soal kemaren," katanya lagi yang belum mendapat balasan dari Galen.
Galen mengangguk, "Its oke." Katanya santai dan pendek.
__ADS_1
Nova mengehela napas, Galen yang sekarang kenapa berubah. Nova seperti asing untuk Galen.
"Sebenarnya ada yang mau gue omongin Len, ini tentang-"
"Astaga, Galen!"
Suara Bagas yang memekik membuat Nova yang ingin bicara tertahan, melihat tingkah Bagas yang heboh.
"Apaan sih?" ucap Galen yang merasa terganggu dengan pekikan suara Bagas.
Bukan hanya Galen, anak-anak yang lain juga merasa terganggu.
"Ini beneran lu, gak salah liat kan gue!" Bagas mengucek matanya beberapa kali untuk meyakinkan apa yang dia lihat.
Nova dan Widy yang penasaran melihat layar ponsel Bagas.
"Ini Owner Liora Secret, kenapa bisa posting foto lu Len!" Tanya Nova yang memang mengikuti sosial media Liora Secret. Nova sendiri adalah pecinta produk dari kekasih Galen ini.
Galen hanya melirik sekilas, namun jarinya mengetik sebuah pesan dengan bibir tersenyum.
"Ayangnya aku, bikin makin cinta deh. Berasa jadi pria beruntung sampai rasanya ingin terbang gara-gara ada wajah ku di postingan Liora Secret."
Pesan terkirim, dan ternyata langsung dibaca dan di balas oleh kekasihnya.
"Galen sayang, semua model yang menggunakan produk milikku maka foto mereka akan di up di sosial media Liora Secret, jadi jangan baperan deh,"
Membaca pesan yang di kirim Sani membuat wajah Galen yang berseri berganti masam. Ia cek profil Liora Secret dan ternyata benar, membuat wajah Galen semakin di tekuk.
"Abis terbang kok di paksa turun," Gumam Galen dengan bibir mencebik kesal.
__ADS_1