Brondong I Love U

Brondong I Love U
Pa'mer


__ADS_3

Galen keluar dari rumah Sani dengan wajah lemas, pemuda itu seperti kehilangan semangatnya seperti saat datang lagi.


Sani yang mengantar Galen hanya senyum-senyum melihat wajah kekasihnya yang justru lucu saat cemberut seperti itu.


"Sudah tahu kan kalau papa aku tuh galak." Katanya sambil melepaskan rangkulan tangannya di lengan Galen.


Galen hanya mengangguk, "Padahalkan aku sungguh mau nikahi kamu dan akan memberikan imbalan cucu menggemaskan untuk ganti rugi menikahi kamu."


Pluk


"Kamu kalo ngomong asal-asalan deh," Sani memukul lengan Galen gemas.


"Iya loh sayang, memberikan cucu itu sebuah pencapaian terbesar untuk meluluhkan hati calon mertua," Kata Galen lagi yang semakin membuat Sani gemas-gemas kesal.


"Sekolah yang bener, jangan mikir yang aneh-aneh," Tutur Sani.


Galen membuang napas kasar, "Sayang bagaimana kalau aku berikan Pamer cucu duluan."


Plak


"Mimpi!"


*


*


Sedangkan di dalam rumah Arsen masuk kedalam kamar dan mendaratkan tubuhnya di atas kasur dengan kepala berada di kedua pangkuan Casandra yang sedang membaca majalah.


"Kenapa by?" Tanyanya yang melihat suaminya seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu ingat dengan Irene?" Kata Arsen sambil menerawang menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"Mbak Irene? kenapa?" Tanya Casandra balik.


"Anaknya baru saja meminta Sani untuk dijadikan istri."


"Hah!!"


Suara tinggi Casandra membuat Arsen menutup telinganya, pria itu memilih bangun dan duduk menatap istrinya yang terkejut.


"Mana mungkin by, putra Mbak Irene kan masih kuliah." Pekik Casandra yang tidak percaya.


Arsen menghela napas kasar, "Itu kenyataanya, aku baru mengenalinya saat tadi pemuda itu mengatakan jika dia akan wanita single parent, dan ternyata anak Irene." Tutur Arsen sambil menatap istrinya.


Casandra tampak memikirkan sesuatu, "Bagaimana kalau Gerald tahu jika-"


Hahh


Arsen membuang napas, "Semua keputusan di tangan Sani sayang, aku akan mendukung apapun keputusannya."


Casandra mengangguk, tangannya mengusap bahu suaminya dengan bibir tersenyum.


Arsen mengangguk setuju, "Ya, aku tidak akan membiarkan putriku mengalami kesulitan."


*


*


Pagi-pagi sekali seperti biasa Galen sudah menyambangi rumah kekasihnya, hari ini jadwalnya pemotretan maka dari itu Galen sudah standby di rumah kekasihnya.


"Sejak kapan kamu ikut bekerja di Liora Secret?" Tanya papa Arsen sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Galen yang datang pagi tentu saja punya maksud sendiri, dan disinilah dia duduk, bersama kedua orang tua Sani di meja makan.

__ADS_1


Mereka berempat sarapan bersama, Sani melirik Galen yang justru tersenyum.


"Sejak memaksa Tante cantik buat terima aku kerja pa'mer."


Arsen menaikkan alisnya sebelah, "Pa'mer? siapa yang pamer katanya dengan nada tak santai.


Ehh..


Casandra dan Sani saling tatap, sedangkan Galen garuk kepala.


"Sebenarnya pamer itu panggilan spesial k


Galen untuk papa mertua," Ucap Galen dengan senyum tengilnya. "Itung-itung belajar biar ngak kaku."


Casandra melotot dengan bibir menahan senyum, sedangkan Sani meringis melihat kekonyolan Galen, apalagi melihat wajah papanya yang tiba-tiba berubah.


"Lama-lama bikin aku darah tinggi," Gumam Arsen dengan wajah masam.


"Sayang," Bisik Sani disamping Galen, "Kamu suka iseng deh," Katanya.


"Biar papa mertua ngak spaneng, biar awet muda."


Sani mendelikkan matanya membuat Galen justru mencubit hidung Sani gemas.


"Galen, ish." Sani menepis tangan Galen yang menyentuh hidungnya.


Sedangkan Galen hanya terkekeh, membuat Arsen dan Casandra menahan napas melihat dua orang yang seperti melupakan keberadaan mereka.


"Anak tengil ini," Gumam Arsen dengan wajah jelek.


*

__ADS_1


*


Biar ngak spaneng Pamer 🤣🤣🤣


__ADS_2