
Gerald menatap Galen nyalang, pria itu ingin menghajarnya lagi namun tubuhnya langsung ditahan oleh Sean, sebelum keamanan datang.
"Apa-apaan kau ini!" Sean mendorong tubuh Gerald menjauh.
Sani membantu Galen untuk berdiri, "Kamu tidak apa-apa," Sani meringis melihat sudut bibir Galen berdarah, "Pasti sakit," Katanya dengan nada khawatir.
Galen menyingkirkan tangan Sani, "Aku tidak apa-apa,"
Galen mengikuti keamanan yang membawa Gerald keluar dari gedung acara, semua tamu yang hadir cukup terkejut dengan apa yang terjadi keadaan cukup menegangkan, hingga Sean kembali megambil alih dan membuat suasana kembali seperti semula.
"Pah, Sani mau ikuti Galen,"
"Tapi-"
Arsen mendesahh kasar melihat putrinya yang sudah berlari mengejar Galen dan Gerald yang sepertinya sedang berseteru.
"Kita ikuti Pah," Casandra yang juga khawatir dengan putrinya membuat mereka mengikuti kemana mereka pergi.
"Lepaskan!!" Gerald menyentak dua pria yang menyeretnya keluar seperti penjahat, tatapan Gerald begitu tajam dengan wajah merah menahan amarah.
"Sebaiknya anda pergi, jangan membuat kekacauan jika tidak ingin kami mengunakan kekerasan!"
__ADS_1
Gerald berdecih dengan tatapan sinis, amarahnya belum mereda saat melihat bagaimana wanita yang ia sukai bermesraan didepanya dengan pria lain, yang menyulut emosinya pria itu adalah Galen, anak dari wanita yang sudah membuat rumah tangga kedua orangtuanya di ambang kehancuran.
"Bisakah kamu tidak merusak acara yang Sani buat,"
Gerald membalikkan tubuhnya dan menatap Galen dengan tatapan sengit.
"Kau dan ibumu sama saja, sama-sama suka merusak hubungan orang!" Sarkas Gerald dengan sinis.
Galen membuang napas kasar, mencoba untuk tidak membuat keributan.
"Aku tidak merebut apapun darimu, bukankah Sofyan sendiri yang tidak ingin melepaskan ibuku." Galen bicara dengan nada tenang, meskipun dalam dirinya mengumpati Gerald yang menyalahkan ibunya.
Galen yang sejak tadi mencoba tenang kini mengepalkan tangannya kuat, tatapanya berubah tajam dengan rahang mengeras.
"Anak haram seperti mu hanya bisa bermimpi untuk bersanding dengan wanita seperti Sani," Gerald tersenyum smirk melihat reaksi Galen. Ia tidak akan memberi celah untuk Galen mendapatkan Sani, dan sekarang saatnya menjatuhkan reputasi Galen di depan keluarga Xalendra.
"Gerald!!" Sani berjalan cepat dan berdiri di samping Galen. Tatapan Sani menatap Gerald dengan tajam. "Dan pria sepertimu lebih baik berkaca sebelum menghina orang lain."
"Sayang," Galen menarik lengan Sani saat wanita itu terlihat marah, "Jangan membuatnya semakin tersudut, aku tidak yakin dia bisa mengendalikan dirinya." Gumam Galen yang hanya didengar oleh Sani.
"Maksud kamu apa?"
__ADS_1
"Em, tidak apa-apa. Aib orang dosa kalau di umbar." Jawab Galen membuat Sani gemas dan kesal karena rasa penasaran.
"Sani, kamu di beri apa hingga kamu begitu membelanya, kamu tidak tahu jika dia lahir dari seorang ja lang yang tidak jelas asal usulnya, kamu pasti menyesal sudah membelanya." Gerald manatap Galen penuh kebencian.
"Aku lebih menyesal jika aku membelamu wahai pria lolipop!" Seru Sani tak mau kalah.
"Kau bisa menipu semua orang dengan reputasi mu, dan semua yang kamu lakukan hanya untuk menutupi scandal yang menjijikan." Sani benar-benar menatap Gerald dengan tatapan jijik.
"Lolipop,"
Casandra dan Arsen saling tatap, tidak mengerti.
"Sayang, lolipop apa?" tanya Galen.
Sani bersedakep dada, dengan senyum menyeringai.
*
*
Apa coba lolipop???
__ADS_1