Brondong I Love U

Brondong I Love U
Seorang pria


__ADS_3

Galen pulang dengan wajah bahagia, tidak lupa sejak tadi bibirnya terus bersiul riang sejak turun dari motornya.


"Kamu baru pulang Len!"


Suara Mama Irene membuat langkah kaki Galen berhenti. Pemuda itu berjalan mendekati Mamanya dan memeluk wanita yang sangat ia cintai sebelum Tante cantik kesayangannya.


"Ish, kamu kenapa sih, kok bikin Mama geli." Ucap Mama Irene dengan tatapan penuh tanya.


Galen justru senyum-senyum sendiri bukanya menjawab, pemuda itu malah kembali memeluk mamanya dan mencium pipi Mamanya gemas.


"Galen, ish!"


Plak


Kesal Mama Irene memukul lengan Galen yang memeluknya erat.


Hahahaha


Galen justru tertawa puas melihat wajah mamanya yang kesal.


"Bocah edan," gerutu Mama Irene yang melihat tingkah putranya.


"Em, mah Galen kalau nikah boleh ya Mah?" Katanya dengan senyum mengambang.


Mama Irene memicingkan matanya menatap Galen dengan seksama.


"Kamu kena jampi-jampi atau apa sih?" kata Mama Irene kok horor sendiri melihat tingkah putranya.


"Kena pelet Mah, pelet Tante cantik." Balas Galen yang tidak melunturkan senyumnya.


Mama Irene semakin bergidik melihat tingkah putranya yang seperti orang kena guna-guna, padahal Galen hanya kena sawan kata keramat yang diucapkan Sani tadi.

__ADS_1


"Memangnya gadis mana yang mau kamu nikahi, kamu belum kenalkan dengan Mama." Ucap Mama Irene sambil bersedakep dada.


"Menikah itu bukan hanya untuk mencari kesenangan semata Galen, menikah itu ibadah dan sekali seumur hidup. Mama tidak mau kamu hanya mengandalkan cinta, cinta saja tidak cukup Galen!" Mama Irene menatap Galen dengan tatapan nanar.


Galen yang melihat wajah mamanya berubah sendu membuat pemuda itu kembali memeluk mamanya dengan erat.


"Galen tahu Mah, Galen mengerti kekhawatiran Mama. Tapi untuk saat ini Galen sungguh-sungguh mah, Galen mencintai kekasih Galen dan ingin memiliki rumah tangga bersamanya." Galen bicara sambil memeluk Mamanya yang justru menangis.


"Galen berjanji tidak akan mengecewakan wanita yang Galen pilih." Lirihnya lagi sambil memeluk Mamanya erat.


*


*


Keesokan harinya....


Liora Secret


"Cukup mbak, hasilnya memuaskan!"


Teriak seorang fotografer yang puas dengan hasilnya.


Sani mendekat untuk melihat hasil dari pemotretan tadi, sang fotografer menunjukan hasil.


"Semoga kerja keras kita semua membuahkan hasil untuk Liora Jawellery." Ucap Sani dengan senyum mengembang.


"Aminnn!!"


Tiba-tiba seseorang datang mendekati Sani, seorang wanita yang bertugas sebagai office girl.


"Bu, ada yang mencari ibu di luar." Katanya sambil menunduk sopan.

__ADS_1


"Siapa Mbak?" Tanya Fani si asisten yang kepo.


"Saya tidak tahu Mbak Fani, tapi katanya menunggu ibu Sani di luar."


Fani menatap atasnya dan dijawab dengan gelengan kepala Sani.


"Ya sudah, terima kasih." Ucap Fani dan OG tadi langsung pergi.


"Mbak ngak janjian sama orang kan?" Tanya Fani membantu melepaskan perhiasan yang Sani pakai.


"Tidak," Jawab Sani singkat.


Sani mengecek ponselnya tapi juga tidak ada pesan Galen jika kekasihnya itu ingin berkunjung.


"Ya sudah, ayo kita keluar."


Fani mengikuti atasnya, semua pekerjaan pemotretan sudah beres, selanjutnya Sani akan memakai model untuk keluar terbaru perhiasan yang baru akan launching dua minggu lagi, sani pasti akan sibuk mempersiapkan acaranya nanti.


Saat keluar Sani dan Fani melihat seorang pria yang memunggungi mereka, tampak seorang pria dengan setelan jas.


"Maaf anda mencari saya?"


Orang itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat wanita cantik yang berdiri di depannya.


"Kenapa kamu tidak membalas pesan ku Liora!"


*


*


Duh siapa coba????

__ADS_1


__ADS_2