
Sani menyesap minuman yang baru saja di antar, saat ini wanita itu berada di kafe dekat kantornya.
Sejak tadi seorang pria yang duduk didepannya terus memperhatikannya, tapi Sani hanya cuek dan tidak berpengaruh sama sekali.
"Ada kepentingan apa seorang Daniel menemui ku?" Tanya Sani sambil menyandarkan punggungnya dengan tangan bersedakep dada.
"Lama tidak bertemu, kamu semakin cantik Liora." Ucap pria yang bernama Daniel itu.
Sani hanya tersenyum masam, "Apakah tuan Daniel datang hanya untuk memuji ku?" Sani mencebikkan bibirnya dengan cuek.
Daniel terkekeh, kepalanya menunduk dan kembali menatap wanita cantik yang pernah mengisi hatinya hampir dua tahun. Tapi karena sesuatu problem Daniel kehilangan wanita yang memang masih ada namanya dihatinya ini.
"Kamu tidak pernah berubah, selalu galak." Ucap Daniel.
Sani tidak menghiraukan, dia lupa jika memiliki mantan seperti Daniel ini, kalau tidak melihat wajah pria itu didepanya. Meskipun pernah mencintai, tapi Sani adalah wanita yang tidak berlarut dalam kesedihan, sudah putus ya sudah, menangis hanya sebentar tapi setelah itu hidup harus kembali berjalan.
"Ngomong-ngomong kamu tidak takut jika ada paparazi yang melihatmu kencan dengan wanita lain selain istrimu yang artis itu?" Tanya Sani dengan nada santai.
__ADS_1
Daniel hanya menaikkan bahunya acuh, tangannya meraih kopi dan menyesapnya.
"Kenapa kamu memikirkan itu, apa kamu takut jika aku terkena masalah?" Tanya Daniel balik dengan penuh percaya diri.
"Omong kosong," Sani terkekeh sinis. "Aku hanya tidak mau wajah dan namaku terpajang di akun gosip saat sedang duduk berdua dengan suami seorang artis Medina yang terkenal itu, yang ada aku yang dituduh menjadi pelakor."
Daniel menatap wajah Sani lamat-lamat saat wanita itu bicara, "Apa kau masih marah dengan kejadian-"
"Ngak penting, lagian semua sudah tidak ada artinya untukku, aku tidak ingin istrimu itu yang merasa cemburu dan melakukan playing viktim." ucap Sani cepat.
Bukan tanpa alasan Sani berkata seperti itu, karena sebelumya dia pun pernah menjadi korban kegilaan istri Daniel yang sangat pintar berakting.
"Aku-"
"Siapa yang peduli? kamu sayang!"
Tiba-tiba suara dari belakang Sani menyapa pendengaran mereka.
__ADS_1
Daniel menatap pemuda yang tiba-tiba datang dengan kening berkerut, sepetinya dia pernah melihat pemuda ini.
"Galen, kamu disini!" Pekik Sani dengan wajah berbinar.
Melihat senyum manis sang kekasih tentu saja hati Galen berbunga-bunga, apalagi sejak tadi pikiranya sudah over thinking saat asisten kekasihnya bilang jika Sani sedang keluar bersama seorang pria. Sebagai kekasih tentu saja Galen punya rasa cemburu.
"Hm, habisnya sayang tidak ada di kantor." Galen menaruh tangannya di atas kepala Sani saat wanita itu mendongak, dan tanpa malu Galen mendaratkan kecupan di kening Sani didepan Daniel yang langsung memiliki wajah jelek terbakar cemburu.
"Ya, aku bertemu dengan kawan lama." Sani tersenyum, meskipun dadanya berdebar dan wajahnya sedikit panas setelah adegan Galen memberikan kecupan di keningnya di tempat umum.
Ehem
Merasa diabaikan, Daniel berdehem untuk membuat dua orang didepanya menyadari keberadaannya.
Galen menoleh dan menatap pria yang duduk dengan wajah masam dan tatapan tidak suka padanya.
"Sayang bukanya dia suami Medina artis tempramental itu." Ucap Galen dengan santai tanpa beban.
__ADS_1
Daniel yang mendengar sudah mengepalkan tangannya di bawah meja.