Brondong I Love U

Brondong I Love U
Bagaimana dengan Galen?


__ADS_3

Di langit ada matahari....


Bersinar menyinari bumi...


Di Sini ada ayang Sani... yang selalu di hati...


Eaaaaa


Galen senyum-senyum saat melantunkan suaranya yang ternyata begitu merdu, sampai membuat Sani yang duduk di sampingnya tersipu-sipu.


"Hp aku Xia*omi, kartu aku Tri, bisa ngak kalau kita jadi suami Istri?" Ucap Galen sambil menaik turunkan alisnya, jangan lupakan senyum manis Galen yang membuat Sani salting brutal.


"Galen," Sani menutup mulutnya menahan tawa, Matanya begitu berbinar.


"Balas yang, kalau ngak-"


"Oke aku balas, tar mikir dulu."


Sani mulai tampak berpikir pantun receh apa untuk membalas kekasihnya ini.


"Hpku Sam*sung, kartu aku simpati... Ayo langsung ngak pakai nanti." kata Sani sambil cekikikan.


"Ayooo gasss masehhh!"


Hahahaha


Keduanya tertawa lepas diawali dengan kelakuan Galen yang receh.

__ADS_1


"Udah sayang, kamu bikin perut ku mulas," Ucap Sani yang benar-benar merasakan kram di perut nya karena tertawa.


Galen merangkul bahu Sani, dan mencium pucuk kepala kekasihnya itu.


"Bahagia itu sederhana sayang, mungkin secara materi kamu tidak kekurangan, maaf aku yang belum bisa memberikan mu kebahagiaan dari segi materi." Galen tersenyum menatap lurus kedepan.


Keduanya sedang duduk di atas kap mobil, menikmati angin malam dengan pemandangan langit yang bertabur bintang. Suasana romantis pun tercipta di antara keduanya, namun dengan receh Galen justru membuat Sani tertawa lepas.


"Kamu tahu, sebuah hubungan tidak melulu tentang uang. Walaupun dengan uang seorang pria bisa membuat seorang wanita merasa istimewa. Aku melihat mu berbeda Galen, ketulusan yang kamu berikan, kebahagian yang kamu ciptakan dalam hal kecil apapun, aku hargai. Terima kasih sudah menemani ku." Sani membalas rangkulan Galen, tangannya melingkar di pinggang pemuda yang akhir-akhir ini selalu meracuni pikiranya.


"Di saat kamu siap menjadi ratuku, saat itulah aku akan meminang mu."


*


*


Wanita cantik nan modis tapi juga anggun dan mempesona siapa lagi jika bukan kekasih Galen Bagaswara yang sedang berusaha untuk meminangnya.


"Cantik sekali putri papa." Arsen tersenyum bangga melihat putrinya yang memang sangat cantik mewarisi wajah ibunya.


Sani hanya tersenyum, "Cantikan Mama yang cuma bisa buat papa klepek-klepek." Ucapnya dengan nada bercanda.


Casandra yang mendengar terkekeh, "Galen nanti juga begitu, pasti dia juga klepek-klepek cuma sama kamu." Balas Casandra menggoda sang putri.


Sani tersenyum malu, dan Arsen bisa melihat rona bahagia yang terlihat diwajah putrinya.


"Guna-guna apa yang pemuda itu berikan pada putriku." Gerutunya dalam hati.

__ADS_1


Mobil SUV yang di kendarai supir kelurga Xalendra membelah jalan kota, di belakang mereka sebuah mobil yang membawa kelurga kecil Sean dan Naumi juga beriringan.


Malam ini Sani akan membuka pameran Liora Jawellery, perdana Sani mengeluarkan sebuah perhiasan untuk pecinta Liora Secret.


Selain fashion dan underwear, kini wanita cantik nan cerdas dengan karir cemerlang itu begitu mengundang decak kagum untuk kalangan pembisnis muda. Wanita seperti Sani Liora Xalendra juga sedang beredar gosip hangat, jika pria yang akan meminang seorang Sani Liora Xalendra juga seorang pria yang tentunya dari kalangan yang sama, bahkan pembisnis muda yang sedang menduduki puncak kesuksesan di gadang-gadang akan menjadi pendamping wanita itu.


"Melihat mu seperti ini justru papa semakin takut sayang," Ucap Arsen melirik putrinya yang sibuk dengan ponselnya.


Sani menoleh ke samping, menatap papanya yang juga menatapnya.


"Maksud papa apa?" tanyanya dengan penasaran.


"Papa takut melepas mu, papa takut jika kamu menemukan pria yang-"


"Papa berpikir terlalu jauh, jangan pikirkan apa yang belum tentu terjadi Pah, Sani baik-baik saja. Sani tahu apa yang terbaik untuk Sani dan papa." Sani tersenyum hangat, tangannya menyentuh tangan papanya dan mengusapnya lembut.


"Pah, boleh Sani mengatakan sesuatu?"


Arsen menatap putrinya dengan seksama, wajah Sani terlihat begitu serius.


"Menurut papa bagaimana dengan Galen?"


*


*


Aa Galen berdoa Yee, ayang Sani lagi ngerayu ca'mer. 🤭

__ADS_1


__ADS_2