Brondong I Love U

Brondong I Love U
Masa lalu Sofyan


__ADS_3

19 tahun yang lalu


Di sebuah panti asuhan seorang wanita cantik yang sedang membagikan sebuah mainan untuk anak-anak yang sedang berbaris rapi. Wanita itu baru saja datang dan langsung di kerumuni anak-anak yang sangat antusias menyambutnya.


"Pelan-pelan semua pasti kebagian." Irene, wanita itu tersenyum senang saat melihat wajah anak-anak yang tampak bahagia setelah ia berikan mainan.


Ucapan terima kasih bertubi-tubi ia dapatkan, hingga saat semua selesai perhatian Irene tertuju pada dua orang yang berdiri diteras.


Irene tersenyum karena melihat wanita berhijab yang sedang tersenyum padanya.


"Bunda." Irene mencium punggung tangan wanita yang dia panggil Bunda.


"Irene, mereka akan selalu menunggumu dan Hadian yang kamu bawa jika seperti itu."


Irene yang mendengar terkekeh, "Tidak apa bunda, Irene hanya memberi mereka sedikit dari yang Irene miliki."


Sosok pria yang berdiri di belakang Irene tampak begitu takjub, wanita cantik dan juga baik memiliki hati yang tulus pada sesama apalagi dengan anak-anak.


"Irene, kenalkan pak Sofyan. Dia donatur yang sering Bunda bicarakan." Katanya sambil menunjuk Sofyan yang berdiri dibelakang Irene.


Karena tidak fokus pada yang lain, Irene tidak melihat ada orang lain.


Wanita itu berbalik dan tersenyum pada sosok pria yang usianya sekitar 30an tahun itu.


"Pak Sofyan ini Irene anak saya yang paling besar."

__ADS_1


"Saya baru tahu kalau anda memiliki anak sebesar ini." Kata Sofyan.


Bunda dan Irene hanya tersenyum, "Dia bekerja jarang pulang kalau tidak rindu, terkadang saya juga sering memintanya pulang baru dia mau pulang."


Sofyan hanya mengangguk dan tersenyum menatap sosok cantik yang membuatnya memiliki ketertarikan. Hingga perkenalan itu terus terjalin sampai keduanya memiliki janji dan jalan bersama. Di saat keduanya memiliki perasaan di sanalah Irene tahu jika ternyata Sofyan memiliki istri yang dan anak.


"Mas aku tidak bisa seperti ini, aku tidak ingin menjadi wanita perusak rumah tangga orang." Irene menangis terisak dengan tangan mencekram selimut yang menutupi tubuh polosnya.


Ya, Irene baru mengetahui jika Sofyan adalah pria beristri yang memiliki anak, Irene tahu saat ponsel Sofyan berdering dan menunjukan sebuah foto kelurga Sofyan.


"Tidak Irene, Jangan seperti ini." Sofyan memeluk Irene dari belakang, Sofyan memeluk dan menciumi pundak Irene yang sudah beberapa bulan ia rasakan setiap inci tubuh Irene yang begitu candu baginya, Sofyan tidak ingin kehilangan Irene katakan saja dirinya sudah tertarik dan cinta dengan Irene.


"Tapi kamu sudah punya kelurga mas, aku malu menjadi pelakor."


Sejak saat itu Irene menutup diri dari Sofyan, wanita yang pernah bekerja di perusahaan Xalendra itu kini memiliki untuk resign karena suatu hal. Irene memilih membuka usaha sendiri lewat jejaring sosial media, wanita itu menggunakan uang yang dia miliki dengan sangat baik. Irene bekerja keras untuk menunjang hidupnya tanpa Sofyan ketahui setelah Irene memutuskan untuk meninggalkan pria itu. Dan saat dirumah sakit tanpa sengaja Irene menabrak seseorang yang membuatnya bertemu dengan Sofyan kembali, namun dengan keadaan yang berbeda.


"Mas Sofyan." gumam Irene.


Irene hendak lari, namun karena perutnya yang besar membuat wanita itu tak bisa leluasa, sehingga Sofyan bisa menghalanginya untuk pergi.


"Mas, lepas!" Irene memberontak tapi tak ada hasil.


Sofyan menelisik penampilan Irene, perubahan yang membuat Sofyan terkejut.


"Irene kamu hamil?" Sofyan menatap wajah Irene yang tampak menahan marah.

__ADS_1


"Bukan urusan kamu mas," Irene kembali melepaskan cengkraman tangan Sofyan tapi nihil.


"Apa dia anakku? Irene apa dia anak kita?" tanyanya dengan menuntut.


"Bukan, kamu bukan ayahnya Mas!"


"Ada apa ini?"


Keduanya menoleh pada sumber suara, di mana sosok wanita cantik yang lebih tua dari Irene, wanita itu menggandeng tangan anak laki-laki yang usianya sekitar 10 tahun.


"Pah, siapa wanita hamil ini" Ingrid menatap sinis pada Irene yang menunduk.


Irene merasa malu dan marah pada dirinya sendiri saat melihat wanita dan seorang anak yang ia yakini istri sah dan anak Sofyan.


Sofyan yang bertemu dengan Irene setelah dirinya lelah mencari menggunakan kesempatan tanpa memikirkan konsekuensi.


"Mah, dia Irene. Dia hamil anakku."


"Apa?"


Sofyan yang mengakui sesuatu yang membuat dunia Ingrid hancur seketika, sedangkan Sofyan merasakan senang sekaligus bahagia melihat Irene yang ternyata hamil darah dagingnya.


Tapi tidak baik untuk Ingrid yang tersakiti, wanita sering marah-marah tidak jelas, bahkan Ingrid mengabaikan putranya yang bernama Gerald, Ingrid seperti sibuk dengan dunianya sendiri apalagi mendengar jika Sofyan akan menikahi Irene meskipun hanya siri.


"Sofyan sialan! tega sekali kamu menghianati aku kamu tidak tahu bagaimana aku memperjuangkan Gerald untuk lahir ke dunia, dan sekarang tanpa rasa bersalah kamu bahagia meyambut anak haram sialan mu itu!"

__ADS_1


Ingrid terus berteriak dan terkadang menangis histeris, tidak jarang anaknya menjadi korban pelampiasan sakit hatinya karena di khianati. Hingga Gerald yang masih kecil mengalami kekerasan fisik dan mental karena ulah Ingrid yang juga mengalami depresi.


Sofyan yang tidak bisa berbuat adil membuat Ingrid dan Gerald menjadi korban atas kesenangannya bersama Irene yang memang sudah merebut hatinya dari Ingrid.


__ADS_2