BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 10


__ADS_3

Ya ini sungguh berat bagi Amira tapi dia tetap harus memastikan nya agar semuanya jelas.


''Rafa ada yang ingin aku tanyakan padamu. ''


''Soal apa sayang, hmm tapi nanti ya aku jawab nya aku mau mandi dulu, badan ku lengket semua. ''Rafa berlalu pergi ke kamar mandi.




Setelah mandi Rafa langsung menuju tempat duduk Amira yang sedari tadi hanya melamun.



''Sayang kau mau bertanya apa hmm!''



Aduh gimana ya, aku tanya apa tidak ya nanti kalau Rafa marah gimana. Amira terus berdialog dengan dirinya sendiri. tapi tak berapa lama akhirnya keberanian itu muncul dan menanyakan semuanya.



''Sayang ini sudah dua tahun pernikahan kita, tapi kita belum juga di berikan anak. Apa kau tidak ingin punya anak dari ku.? ''



Mendengar itu Rafa langsung terdiam wajah yang tadi nya cerah,kini muram mendengar perkataan Amira. Rafa bingung harus memulai jawaban dari mana.



''Hmm begini sayang , menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, sebaiknya kita jangan membahas ini dulu ya.Aku capek besok saja ya bahas nya. ''



''Tidak aku mau jawaban nya sekarang Rafa. Apa kau tau kalau aku tidak bisa mengandung makanya kau tak mau membahas nya '' Amira meninggikan suara nya.



''Sayang tenang dulu ya, aku akan menceritakan semuanya .''



Rafa pun menceritakan semua pada Amira bahwa kecelakaan beberapa waktu lalu itu telah merusak rahim nya. Amira tak bisa menahan lagi air matanya, bulir bening itu jatuh begitu saja di pipi nya.



Dengan begitu tidak ada harapan lagi untuk memberikan keturunan pada Rafa. Apa yang akan dia katakan pada mommy nantinya. mommy pasti kecewa karna dia tak bisa memberikan cucu padanya.



''Sayang kau jangan bersedih ya. Kita bisa mengadopsi anak bila kau ingin. ''



''Tidak Rafa, tetap saja itu tidak akan sama, dia bukan darah daging kita.''



''Sudah lah sayang, aku tidak mempermasalahkan itu ,dengan kau tetap di samping ku itu sudah cukup bagi ku.



Dengan susah payah Rafa membujuk Amira, akhirnya Amira pun luluh.Tapi tak bisa di pungkiri kalau kedua nya sangat merindukan hadirnya si kecil di tengah-tengah mereka.



Keesokan hari nya Ziva menemui staf keuangan dan mengajukan pinjaman, tapi staf tersebut tidak menyetujui nya karna jumlah yang di ajukan sangat lah besar. Dengan rasa kecewa Ziva keluar dari ruangan itu sambil tertunduk.Saat berjalan Ziva tak sengaja menabrak Amira.



''Maafkan saya nyonya, saya tak melihat anda lewat!''

__ADS_1



''Tak apa Ziva, kenapa mu kamu seperti itu? apa ada masalah Ziva? ''



''Ah tidak, nyonya saya tidak apa-apa''dusta Ziva.



''Ayo lah Ziva kau tidak bisa membohongi ku, raut wajahmu menjelaskan semuanya. ''



Akhirnya Amira membawa Ziva pergi dari ruangan itu agar leluasa berbicara. setelah sampai di tempat yang di tuju di sebuah restoran tak jauh dari kantor.



Setelah sampai mereka memesan minuman terlebih dahulu. dan berbincang ringan untuk menghilangkan kecanggungan itu. Ziva sekarang ceritakan lah semua masalah mu padaku.Siapa tau aku bisa membantu. dan Ziva pun menceritakan semua pada Amira.



Saat mendengar penjelasan Ziva terlintas ide gi la di benak nya.



''Ziva aku bisa membantu mu melunasi hutang ayahmu, tapi ada syarat nya'' sahut Amira.



''Syarat,,,,, apa syarat nya nyonya.. ''



''Dengar Ziva, jangan memanggil ku nyonya panggil Amira saja. Anggap aku adalah kakak mu,syarat nya adalah kau harus bersedia mengandung untuk ku Ziva. ''




''No... jangan nyonya tapi Amira,maksunya kau harus mengandung anak dari suamiku dan setelah anak itu lahir kau boleh pergi dan aku akan membiayai semua kebutuhan selama hamil dan setelah melahirkan. bagaimana apa kau setuju. ''



Ziva ternganga mendengar semua yang di ucapkan oleh Amira. Bagaimana mungkin dia akan melakukan semua itu. dan apa mau Rafa dengan dirinya.



Ziva masih terdiam dan larut dalam fikirannnya.



''Ziva aku memberi jalan keluar atas masalah mu dan kau juga memberi solusi untuk masalah ku gimana apa kau setuju. tak usah kau jawab sekarang aku beri kau waktu dua hari untuk berfikir lebih dari itu aku tak bisa membantu mu.aku permisi dulu Ziva ''Amira melenggang dengan penuh senyum dan semangat karna masalah nya akan terselesaikan.



Ziva pun keluar dari sana dengan raut wajah yang tak bisa di artikan, apa yang akan di lakukannya. tak mungkin dia menerima semua syarat dari Amira,bagi nya itu sangat lah tidak mungkin.



Zia yang telah sampai lebih dulu di rumah, merasa cemas karna sang kakak belum pulang ke rumah. padahal sudah sejak tadi dia ijin untuk pulang.



''kakak kemana ya, jam segini belum pulang. ''gumam Zia.



saat mondar mandir di depan teras rumahnya ,Zia melihat Ziva berjalan tampak lesu ke arah rumahnya.


__ADS_1


''Hah kakak, kau darimana saja,aku sangat khawatir kak. darimana saja kak'' cerca Zia.



''hah... yuk dek masuk dulu kakak akan menceritakan semuanya. ''



Mereka pun masuk kedalam ,Zia mengambil kan minum untuk Ziva.



''Minumlah dulu kak,baru ceritakan semuanya. ''



''Bagaimna dengan pinjaman mu apa kantor menyetujuinya. ''



Zia hanya menggeleng pertanda tidak. kedua nya menghela nafas.Dan Ziva menceritakan semua yang di katakan Amira tadi sore kepada nya.Zia langsung berdiri mendengar apa yang di katakan Ziva, tak percaya bahwa istri bos nya memberikan syarat yang begitu sulit.



''Tidak kak, tidak mungkin syarat nya sangat gi la.bagaimana mungkin kakak akan melakukan itu semua!!''



''Aku belum menyetujuinya dek. kakak masih berfikir, tak mungkin kakak bisa melakukan itu semua dek. ''



Dua hari sudah sejak kejadian itu, Ziva masih belum menemukan jawabannya. hati kecilnya mengatakan tak mungkin dia akan bisa menyetujui itu semua. tapi di sisi lain hutang ayahnya harus iya lunasi.



'' Ya tuhan, tolong berikan jalan keluar untuk ku '' gumam Ziva.



Saat Ziva sedang melamun, telfon genggam nya berdering.. Ziva melihat siapa yang menelfon. astaga mereka menelfon ku pasti menanyakan hutang Ayah ku.



📞...*hallo tuan..



📞*..*jangan lupa besok adalah hari terakhir mu, kau harus menyediakan uang yang aku minta.



📞...baik lah besok aku akan memberikannya*.



''gawat bagaimana ini apa yang harus aku lakukan. apa aku harus menyanggupi permintaan nyonya Amira. Ah tapi ini sangat gi la..''



Bersambung....



*apakah Ziva mau menerima syarat dari Amira atau ada orang yang baik hati yang akan membantu nya. tunggu bab berikut nya ya.. 🤭🤭



jangan lupa tinggal kan jejak like, komen, gift/vote favorit dan juga rate nya.. hihihi maaf kalau terlalu banyak maunya...papay ketemu lagi besok muaachh... muachhh. muachhh. 🤣*


__ADS_1


![](contribute/fiction/5797277/markdown/35651657/1666696944816.jpg)


__ADS_2