BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 23


__ADS_3

Setelah melakukan pergulatan panas Rafa pulang menuju rumah nya. Saat memarkirkan mobil Amira pun pulang bersamaan. Ia pun heran kenapa Amira akhir-akhir ini selalu pulang malam apa yang dia lakukan duluan sana.


Rafa langsung menarik Amira dan bertanya dari mana dia.


Amira gelagapan karna melihat ekspresi Rafa.


''Darimana kamu? Kenapa jam segini baru pulang? dan sejak kapan tanda itu ada di leher mu.?''Cerca Rafa.


''Hm,,hmmm aku habis dari party teman ku sayang,kau kan tau teman ku akhir-akhir ini banyak yang ulang tahun.''Kilah Amira.


''Dan soal tanda merah ini bukan kah kau yang membuat nya masa kau lupa.''


''Tidak mungkin karna aku sudah lama tak menyentuhmu.Kalau pun ada pasti sudah memudar dan bahkan hilang. '' selidik Rafa.


''Ayo lah sayang aku capek,ayo kita masuk dulu ya!! '' Bujuk Amira.


Dan mereka pun masuk kedalam rumah besar itu. Sampai di kamar Amira berusaha meyakinkan Rafa dan meraba dada bidang itu. Tapi entah mengapa saat di raba Amira ada perasaan kurang suka dari Rafa padahal dia dulu sangat suka di sentuh Amira.


''Stop Amira aku capek kau pasti juga capek jadi tidur lah. '' elak Rafa.


''Kau kenapa sayang akhir-akhir ini tak mau ku sentuh dan tak mau menyentuh ku. Apa kau ada wanita lain atau kau sudah mulai jatuh cinta pada Ziva. ''


''Hai jaga bicara mu aku sedang tak ingin berdebat dengan mu Amira jadi diam lah aku capek. ''Rafa langsung memejamkan matanya karna malas berdebat dengan Amira.


Sedangkan Amira kesel karna dia di abaikan oleh Rafa.


''Awas kau Rafa bila berani sampai jatuh cinta padanya. akan ku buat kau menyesali semuanya. ''Batin Amira.


🍁🍁🍁


Pagi itu di tempat Ziva yang di kurung Rafa ada seorang yang menjemputnya.


''Hai kau siapa? dan mau apa kesini ?''Tanya sang bodyguard Rafa pada kawanan yang baru saja datang.


''Kami di perintahkan untuk menjemput nona Ziva oleh nyonya Amira. ''


Mendengar nama Amira para bodyguard itu saling pandang dan lalu mengangguk. Karna mereka mengira pasti tuan nya tau masalah ini.


Dan para bodyguard itu melepaskan Ziva untuk dibawa oleh para pria yang bertubuh kekar seperti mereka.


Ziva di paksa masuk ke dalam mobil dan di bius agar tak tau kemana ia akan di bawa. sampai di suatu tempat yang agak jauh ke hutan ada sebuah gubuk tua kelihatan dari luar tapi masih tampak bersih dari dalamnya.

__ADS_1


Ziva di baringkan di tempat tidur yang sempit.Para penculik itu meraba pipi mulus Ziva.


''Pantas saja semua pria tergila-gila padamu ternyata kau sangat cantik.''tutur sang penculik.


''Sekarang apa yang akan kita lakukan tuan.'' Tanya anak buah sang penculik.


''Kalian berjaga lah di luar aku akan mencicipi nya dulu.'' Rian yang sudah di selimut kabut nafsu langsung mengegerayangi Ziva.


Ya yang menculik Ziva adalah Rian karna Anak buah nya memberi tahukan dimana keberadaannya sehingga dengan mudah Rian menangkap nya dan berpindah tangan.


Ziva tersadar saat tangan kekar itu mulai mengelus pipi dan meraba buah melon nya. Ziva meronta-ronta minta di lepaskan.


''Siapa kamu? tolong lepaskan saya.''Isak Ziva.Tapi Rian tak menggubris perkataan Ziva dan tetap pada niat nya semula yang tergoda melihat wajah cantik Ziva.


''Ayolah sayang kita akan bersenang-senang kau jangan takut cukup nikmati saja. ''sambil terus meraba Ziva.


Sekuat tenaga Ziva melawan Rian sehingga baju yang dikenakan Ziva sudah robek perut nya pun terasa keram karna terus banyak bergerak. Ziva memegang perutnya yamg sakit sementara itu Rian terus berusaha me le ceh kan nya.


Ziva tak bisa lagi berlari karna dia telah tersudut oleh Rian,sekita baju yang di kenakan Ziva lepas karna di renggut paksa oleh Rian.


Dia terus men cum bu Ziva tapi saat akan melakukan aksinya yang lebih jauh lagi, datang seseorang yang menghantam tubuhnya dari belakang.


Saat melihat ke arah Ziva betapa terkejutnya Kevin darah segar mengalir dari pangkal paha Ziva. Kevin langsung berlari dan menggendong Ziva keluar dari ruangan itu. Tapi Ziva malah histeris dan berteriak pada Kevin dia takut Kevin juga akan memperlakukan ia sama seperti Rian. Ziva sangat ketakutan sambil terus menahan rasa sakit dari perutnya.


Tak ke habisan akal Kevin langsung memukul tengkuk Ziva agar bisa segera dibawa kerumah sakit. Sementara Rian di serah kan pada anak buah nya.


Kevin mengemudikan minimnya sangat kencang sampai di rumah sakit terdekat. Kevin berteriak minta tolong pada perawat disana. Mendengar Kevin yang berteriak semua langsung berlari dan membawa Ziva ke Icu.


Dokterpun berlari masuk kedalam ruangan Ziva. Saat akan masuk di hadang oleh Kevin.


''Dokter saya mohon selamat kan mereka.''


''Saya akan melakukan yang terbaik anda berdoa saja semoga semua nya baik-baik saja. '' Lalu dokter iyu beranjak masuk kedalam


Setelah 3 jam di dalam ruangan operasi Dokter itu keluar dengan wajah yang tak bisa di artikan. Lalu menghampiri Kevin.


''Maaf tuan saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain.Saya mohon anda untuk bersabar. ''


Kevin mencerna apa yang di katakan oleh dokter itu.


''Maksudnya apa dok ?'' tanya Kevin.

__ADS_1


Dokter hanya menghela nafas dan menggeleng kan kepala nya.


''Anda yang sabar ya Tuan.mungkin ada hikmah di balik ini semua. ''


Kevin marah dan mengangkat kerah baju dokter itu.


''Apa maksudmu kau jangan berbelit-belit dokter.'' dengan penuh amarah Kevin Berbicara pada dokter itu.


''Akan ku rata kan rumah sakit ini. ''Teriak Kevin.


Saat sedang mengamuk Cova datang untuk meterai mereka.


''Hai Kev tenanglah. biar aku yang bicara. ''


''Dokter sebenarnya apa yang terjadi.?''


Dokterpun menceritakan semua nya pada Cova. mendengar perkataan dokter itu Cova langsung merosot dan syok.


''Tidak mungkin!! ini tidak mungkin terjadi.'' Teriak Cova.


Dering ponsel Kevin berbunyi membuyarkan lamunan nya.Dan Kevin mengangkat ponselnya.


''Ya hallo!! Apa dia melarikan diri? breng sek ''Maki Kevin


''Tetap cari dia pasti dia belum jauh dan bawa hidup-hidup ke hadapan ku.'' perintah nya. sambungan telepon pun terputus.


''Ada apa Kevin ?tanya Cova.


''Si berengsek itu melarikan diri, dia harus bertanggung jawab atas semua ini.''


''Apa kau tau orangnya.?''


''Tidak aku tidak tau.nanti kita fikirkan lagi. sekarang jelaskan padaku apa kata dokter itu. ''Kesal Kevin.


Bersambung......


Hiya Ziva kenapa ya.. Ziva selamat gak ya.. tenang ya pemirsa besok kita liat Ziva baik-baik saja apa enggak nya. Rian minta di timpuk nih dah jelas hamil gitu masih aja di sosor



Rian..... 🙄👆

__ADS_1


__ADS_2