BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 49


__ADS_3

Si kembar pun kesehatan nya mulai membaik setelah seminggu di dalam ruang inkubator. tapi Ziva masih tetap tertidur lelap dan enggan untuk membuka matanya.


Sementara itu Rafa sudah menemukan mobil yang menabrak Ziva hingga sekarat. Rafa sudah sangat marah melihat mereka yang terus berbelit-belit ditanya perihal siapa yang menyuruh mereka.


''Cova mana alat-alat ku,ingin sekali aku bermain dengan para bajingan ini.'' geram Rafa.


Lalu Cova pun mengeluarkan pisau kecil yang sangat runcing dan tajam. Rafa menerima pisau itu Dia meletakkan pada jari-jari tersangka, satu persatu jari itu di putus oleh Rafa.


Suara erangan dan darah mengalir dimana-mana membuat ruangan itu seketika berbau amis karna darah mereka. tapi itu tidak membuat mereka menyerah, mereka tetap diam dan bungkam.


Pisau itu kembali di mainkan nya sekarang pisau itu telah mencongkel kedua bola mata mereka hingga jatuh ke tanah dan Rafa pun menginjak nya.

__ADS_1


Mereka kembali terpekik dengan apa yang telah terjadi kedua penjahat itu tidak berdaya lagi dan saat lidah mereka akan di potong barulah mereka mengaku siapa yang menyuruh nya. tapi setelah mengaku karna Rafa yang kesal dia tetap memotong lidah itu.


Jiwa psikopat Rafa yang telah lama dikubur sekarang bangkit lagi karna orang yang dicintainya diusik oleh mereka.


''Cova!! kau beres kan sisa nya, kau tau kan apa yang akan kau lakukan dan cari mereka secepatnya. ''


''Baik Raf'' Cova pun menghela nafas panjang melihat jiwa iblis Rafa bangkit kembali.


.


.

__ADS_1


.


Sesampainya di rumah sakit Rafa menemui anak-anak nya. Dia menggendong salah satu dari mereka.


''Pagi sayang nya Daddy, boy kau harus bisa menjaga adik mu kelak jika sudah dewasa daddy yakin pasti kau akan sangat tangguh sekali. ayo kita temui Mommy mu. '' Rafa berjalan keruangan Ziva sambil menggendong baby boy nya yang belum diberi nama. karna Rafa ingin Ziva sendiri yang nantinya akan memberi nama pada anak-anak mereka.


Sampai diruangan Ziva, Dia sangat sakit melihat keadaan sang istri yang sangat memprihatinkan.


''Sayang aku datang,Cepat lah sadar anak-anak kita menanti kan Mommy nya, aku membawa baby boy kepada mu, dia sangat rindu padamu sayang. buka lah matamu dan liat betapa tampan dan lucu-lucunya mereka sayang. apa kau tidak ingin memberikan asimu pada mereka? apa kau tidak ingin bermain dengan mereka? apa kau tidak ingin mencium mereka. Ayo lah Ziva sadar demi mereka dan aku, aku juga sangat merindukan mu sayang aku rindu pelukan mu aku rindu senyumanmu aku rindu setiap deru nafasmu.'' bisik Rafa


Dia sampai meneteskan air mata karna sang istri masih tak memberi respon, hingga suara lengkingan baby boy membuat Rafa tersentak. tapi dia terus membiar kan Baby boy terus menangis dan bergerak-gerak di dekapan Ziva.

__ADS_1


Mata Ziva yang terpejam pun mengalir kan butiran air mata. Rafa tau Ziva merespon Dia dan baby boy. Dia sangat berharap dengan kehadiran baby boy disana dia akan segera sadar dari tidur nya. dan kembali berkumpul bersama lagi...


🌸🌸🌸


__ADS_2