
Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu.Rafa merengek pada sang Mommy agar segera di nikah kan dengan Ziva.Ia tak ingin Ziva di lirik atau di miliki pria lain,dan ia juga tak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kali nya.
''Moms ayo lah,,lamar kan Ziva untuk anak moms yang paling keren ini.'' narsis Rafa.
''Hilih keren dari mana yang ada kamu itu suka bikin masalah.gak,,,gak Moms gak mau lamar Ziva untuk kamu.Mending Ziva sama kevin atau kalau gak sama Cova aja dia lebih aman bersama mereka.''
''Is,,ayo lah Moms ,ya mau ya.nanti aku bikinin Moms cucu yang banyak.'' bujuk Rafa.
''Hahhh''Mommy hanya bisa menghembuskan nafas kasar melihat kelakuan anak nya yang sudah seperti anak kecil yang minta di belikan mainan.
''Ok nanti Momm akan coba bujuk Ziva kalau dia mau.tapi kalau tidak kamu gak bisa maksa dia.
''Ok Momm makasih banyak.''Rafa mencium pipi Mommy nya sambil berlalu pergi dengan riang.
Sementara itu di kantor Cova yang melihat Rafa kegirangan jiwa kepo nya pun muncul.
''Cerah amat tuh muka pagi ini '' celetuk Cova.
''Oh tentu,sebentar lagi Ziva akan jadi milik aku seutuh nya dan gak ada lagi yang bisa merebut dia termasuk Kamu dan Kevin.''
__ADS_1
Deg...
Ada perasaan tidak suka di hati Cova saat mendengar berita itu,tapi ia kembali menepis nya.mungkin ini saat nya untuk Ziva bahagia dan ia bisa mengiklaskan itu.
''Hmm jadi kamu sudah mau menikahi nya?''
''Iya dong Mommy akan melamar nya untuk aku Cov.dan satu lagi aku mau beli in rumah yang nyaman buat Ziva nanti di tempati agar dia tidak mengingat lagi masa lalu nya.''
''Baik lah aku akan mencari kan nya untuk mu. Dan satu lagi Rafa bagaimana dengan Ayah Ziva si tua bangka yang mata duitan itu?'' tanya Cova.
''Kau tenang saja kita akan ikuti apa mau nya dan kalau sudah mulai melenceng kita bisa tekan dia.''
''Zia !!! Sini.''
''Hmm ada apa pak?'' tanya Zia.
''Apa kamu tau dimana keberadaan Ayah mu?''
''Tidak saya sama sekali tidak tau.dan buat apa bapak bertanya tentang keberadaan Ayah ku? Tanya Zia balik.
__ADS_1
''Hadeeh kamu banyak nanya ya.aku mau minta restu sama Ayah mu.''
''Dih ogah aku mau nikah sama bapak.''
''Lah siapa yang mau nikahin kamu cewek bar-bar.''
''Nah itu mau minta restu.restu apa coba.''
''Maksud nya itu restu buat pak Rafa dia akan menikahi Ziva apa kau faham.''
''Ooooo ,,,bilang dong bapak dari awal.''
''Sudah lah percuma bertanya sama kamu.''
''Dih....dih sewot, orang gak tau Ayah ada dimana dan sebaik nya gak usah ketemu pasti nanti Ayah akan bikin ulah lagi.''Batin Zia.
Cova pun berlalu pergi meninggal kan Zia yang sedang melamun.ia menelfon anak buah nya untuk mencari keberadaan Ayah Ziva.dan melanjutkan untuk membeli sebuah rumah mewah yag akan mereka tempati nanti nya.
''Beres semua sudah tinggal menunggu kabar Ayah nya Ziva.semoga kali ini kau bahagia Ziv dan tidak ada lagi penderitaan yang akan kau alami.''batin Cova.
__ADS_1
BERSAMBUNG......