BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 41


__ADS_3

''Sayang jangan menggoda ku hembusan nafas mu membuat sesuatu di bawah sana gerah. '' terang Rafa, sontak Ziva pun menjauh dari leher nya. jangan bergerak nanti kita jatuh sayang.''


Mereka telah sampai di depan kamar hotel yang sudah di pesan sang Mommy. dan Ziva langsung membuka pintu kamar, mereka sangat terkejut dengan dekoran kamar yang sangat indah.


Ada taburan bunga mawar di setiap langkah dan kasur..serta banyak nya balon bertebaran di atas langit-langit kamar dan hiasan lilin disudut ruangan yang menambah romantis nya kamar itu. tak lupa satu set lingerie bewarna merah tergeletak di atas kasur.


Dengan muka polos Ziva melihat onggokan lingerie tersebut. ''Astaga ini baju nya kenapa kurang bahan gini ?'' celetuk Ziva.


Mendengar Ziva yang berbicara seperti itu Rafa langsung tertawa dan semakin gemas melihat istri polos nya.


( uhuk istri gak tuh wkwkkw)


''Udah sana kamu mandi dulu nanti pake ini pasti sangat cantik. ''


''Gak ah Mas aku gak mau make... ini tu buat saringan santen liat aja tuh kaya jaring, gak.... gak aku gak mau make.. ''

__ADS_1


''Trus kalau kamu gak mau make apa kamu mau polosan aja, hayo kamu mau godain aku ya tanpa benang sehelai pun''


Ziva pun kembali berfikir ''benar juga sih dari pada gak make sama sekali, kan aku malu juga,nanti di kira aku godain mas Rafa lagi. '' Pikir Ziva.


''Ya udah aku pake, tapi Mas tolong buka in dulu kancing belakang baju nya susah ini.'' pinta Ziva.


''Ok sini mas buka in''


Satu per satu kancing itu di buka Rafa dengan perlahan dan dengan perasaan dag dig dug ser, karna saat kancing baju belakang itu di buka memperlihatkan leher jenjang dan punggung putih Ziva yang mulus.Seketika Rafa junior pun langsung ikut bereaksi di bawah sana sudah sangat sesak minta ingin di asah karna sudah tumpul di tinggal sang pemilik nya.


Rafa terus mengelus dan memberi kecupan-kecupan kecil di leher belakang dan punggung Ziva. sungguh pemandangan yang sangat indah,Ziva yang mendapat perlakuan seperti itu merasa agak sedikit tidak nyaman dan geli tapi ia berusaha tetap tenang.


''Ia sayang cepat ya lihat lah dia sudah tidak sabar untuk di manjakan'' Rafa menempel tangan Ziva pada junior nya.


''Astaga kenapa bisa bergerak-gerak gitu Mas?''

__ADS_1


''Bisa dong itu karna dia tidak sabar lagi ingin berbuka puasa '' senyum Rafa.


''Ya udah aku mandi dulu,'' Ziva berlari ke kamar mandi dengan sedikit kesusahan karna gaun nya masih melekat di badan mungil itu. ''


Setelah 30 menit Ziva pun tak kunjung keluar dari kamar mandi membuat Rafa sedikit gusar, ia terus mondar mandir di depan pintu kamar mandi itu.Berharap Ziva segera keluar tapi sayang Ziva tak kunjung keluar.


''Sayang sudah belum? kenapa lama sekali ?''


''Iya Mas sebentar lagi '' teriak Ziva dari dalam.


Ternyata dari tadi Ziva telah selesai mandi tapi ia tak berani keluar karna lingerie yang ia kenakan benar-benar menampar kan lekuk tubuh nya yang sangat jelas. ''Astaga apa aku harus keluar dengan pakaian seperti ini? rasa nya malu sekali mana belahan dada nya sangat terbuka dan bawah nya sangat minim sekali.. benar-benar ya yang bikin apa gak punya bahan lagi.'' gerutu Ziva


Ziva pun memutuskan keluar dengan lingerie yang ia kenakan dan menutupi dengan bathdrop agar tidak terlalu terekspos.


Melihat Ziva yang keluar mengenakan bathdrop dan rambut yang masih basah membuat Rafa dengan susah payah menahan saliva. Ia sangat takjub dengan pemandangan di depan nya.

__ADS_1


''Sayang kau sangat Cantik sekali tunggu aku '' bisik Rafa lalu berlalu ke kamar mandi.


...........BERSAMBUNG........


__ADS_2