BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 35


__ADS_3

Tak berapa lama Ziva pun keluar dan menuruni anak tangga, saat akan melangkah pada anak tangga yang terakhir, tiba-tiba tanpa sengaja kaki nya tersandung pada kaki yang satunya sehingga membuat Ziva hilang keseimbangan dan hampir terjatuh. untung saja Rafa dengan sigap menangkap Ziva agar tak jadi jatuh ke lantai.


Tangan Rafa memeluk erat pinggang mungil Ziva.mereka berdua terpaku beberapa saat dan saling memandang satu dan yang lain nya. entah apa yang sedang mereka pikirkan mata itu terus menatap ada getaran yang tak bisa mereka ungkap kan satu sama lain.


Apakah benih-benih cinta itu mulai tumbuh? entah lah cuma hati yang bisa menjelaskan dan cuma hati yang bisa merasakan di saat otak tak mampu berfikir, mulut diam terpaku,mata berhenti berkedip tapi hati trus berdegup dengan kencang se irama detak jantung yang kian memburu.


Mommy yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala dan bertanya dalam hati kecil nya.'' Apakah mereka sudah mulai jatuh cinta?. seandainya itu iya maka aku akan sangat senang sekali. '' Mommy tersenyum bahagia.


''ehhmmm ''


Mommy berdeham, sontak membuyar kan semua lamunan mereka berdua.


''Ma.. makasi Mas Rafa karna sudah menolong ku. '' ucap Ziva.


''Tunggu.. tunggu apa aku tidak salah dengar,kau memanggil ku dengan sebutan Mas ?'' tanya Rafa.


''Maaf kalau bapak tidak suka dengan panggilan itu saya akan mengganti nya kembali. '' terang Ziva.


''No... no.. jangan ganti aku suka dengan panggilan itu. sekarang coba kau panggil aku dengan sebutan itu lagi aku ingin sekali mendengar nya lagi. ''

__ADS_1


''Ma.. mas Rafa. ''


''Ah senang nya hati ku.. berasa jantung ku berhenti berdetak. '' goda Rafa.


''Heleh kau Raf kalau jantung mu berhenti berdetak Mommy akan langsung mengubur mu. '' celetuk Mommy.


''Is Mom gak bisa liat anak nya bahagia deh. '' Cemberut Rafa seperti anak kecil.


Mereka pun tertawa bersama.setelah pamit dengan Mommy, Rafa dan Ziva pun langsung berangkat karna hari sudah mulai siang akibat kejadian di tangga tadi.


Ziva mengajak Rafa untuk mengunjungi makam ibu nya, karna sejak kejadian itu ia tidak pernah lagi mengunjungi nya dan ini pertama kali mereka pergi bersama ke makam sang ibu.


''Bu... aku ingin melamar anak gadis mu. aku harap ibu mau menerima aku sebagai menantumu dan aku juga ingin meminta doa restu mu agar kami bisa bahagia sampai mau memisahkan kami. '' begitu lah kira-kira pinta Rafa pada makam sang calon mertua.


Ziva hanya diam terpaku mendengar Rafa berbicara seperti itu pada makan sang ibu.


''Apakah Mas Rafa serius dengan ke inginan nya?'' tanya Ziva dalam hati.


Melihat Ziva yang bengong Rafa langsung menggenggam tangan nya dan berkata.

__ADS_1


''Ziva di hadapan makam ibu mu aku melamar mu secara langsung mau kah kau menjadi pendamping hidup ku sampai akhir kelak? dan aku berjanji tidak akan pernah menyakiti dan membuat mu menangis seperti dulu lagi. '' ucap Rafa.


''Jagan berjanji Mas karna aku tak butuh semua janji mu yang aku butuh kan adalah seberapa besar usaha mu untuk melakukan itu semua.''


''Jadi kau menerima ku Ziv ?.''


''Ya aku menerima mu Mas.. '' dengan malu-malu Ziva menjawab


karna terlalu senang Rafa langsung memeluk Ziva tapi pelukan itu tak berlangsung lama Rafa langsung melepaskan nya.


''Maaf Ziv, aku terlalu bahagia jadi tanpa sengaja langsung memeluk mu. ''


''Tak apa mas. kalau begitu ayo kita pulang ini sudah terlalu siang matahari semakin terik. '' Ajak Ziva.


Mereka pun pergi meninggal kan makam sang ibu untuk mengunjungi tempat selanjutnya.


BERSAMBUNG....


hai... hai ....sayang aku maaf ya akhir-akhir ini jarang up karna otak lagi beku 🤣🤣

__ADS_1


jan lupa tinggal kan jejak nya lope lope buat yang baca 😚😚


__ADS_2