BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 37


__ADS_3

Setelah Rafa pergi, mereka kembali mengobrol untuk melepas rindu yang sudah lama tak bertemu...


''Jadi ayo cerita kak aku sudah penasaran kok bisa sikap si bos berubah 360 derajat seperti kak. ''


''Kamu nanya.. '' Ziva tertawa terpingkal-pingkal melihat raut wajah Zia yang langsung cemberut..


''Iya,,, iya kaka akan kasih tau,jadi gini dek tapi kaka juga gak tau persis nya gimana dan kapan pak Rafa bisa suka sama kakak dan sikap nya begitu manis padaku,, ah aku jadi meleyot. '' wajah Ziva bersemu merah mengingat sikap Rafa akhir-akhir ini.


''Trus.... trus kak '' Zia begitu penasaran dan antusias mendengar cerita Ziva.


''Ya gitu dek nanti kakak akan... ''


''brak''


Suara pintu di buka kasar oleh seseorang dan mereka pun terkejut melihat siapa yang datang, mereka saling berpegangan tangan karna merasa takut melihat orang yang baru saja datang.


''Ayah,, apa kau tidak bisa membuka pintu itu secara pelan. '' gerutu Zia ia berusaha setenang mungkin agar si Ayah tak semena-mena.

__ADS_1


Yah yang datang adalah Ayah mereka rupanya dia mengetahui kalau Ziva datang kemari karna tadi ia tidak sengaja melihat sekilas bayangan Ziva yang masuk ke dalam rumah.


Tapi ia mengurungkan niat nya untuk masuk karna melihat ada seorang pria yang juga ikut masuk. setelah menunggu berasa saat ternyata keberuntungan berpihak padanya. sang lelaki yang tak lain adalah Rafa pergi meninggal kan rumah disaat itu lah Ayah nya langsung masuk.


''Jangan banyak bacot kalian,aku kemari hanya untuk meminta uang pada dia.'' Ayah menunjuk Ziva yang sedang ketakutan.


Lalu Zia bergegas berdiri dan mengambil dompet nya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan di berikan pada sang Ayah.


''Apa-apaan ini uang segini mana cukup lagian aku minta pada dia bukan pada kau anak si@lan.''


''Sama saja Ayah uang Zia uang kaka Ziva juga,lagian kak Ziva tidak punya uang dia tidak bekerja dari mana dia mendapatkan uang. '' bentak Zia.


''Tidak aku tidak mau ikut, lepas kan tangan ku Yah kau menyakiti ku. ''


''Sudah berani ya kau membantah ku dasar anak tak berguna. ''


Sang Ayah menampar pipi Ziva dengan sangat keras,menjambak rambutnya.ia meluap kan kekesalan nya pada sang anak karna ia kalah berjudi tadi.

__ADS_1


''Ayah hentikan kau menyakiti kaka. ''


Tapi sang Ayah tak menggubris perkataan sang anak ia malah ikut menampar Zia juga.


''Rasakan itu kalian berdua benar-benar tidak berguna. dan Kau Zia menyingkirlah dari kakak mu aku akan membawa nya pergi untuk menghasilkan uang yang banyak. '' Tawa sang Ayah menggelegar di dalam rumah kecil itu.


''Aku tidak mau Ayah ku mohon lepas aku. '' tangis Ziva.


" Ya tuhan bantu aku lepas dari siksaan ayah, aku tak mau lagi disiksa oleh nya. " batin Ziva.


Sang ayah terus berusaha menyeret Ziva keluar untuk mengikuti semua kemauan nya,dan sekuat tenaga pula Zia terus memegangi sang kakak agar tak di bawa Ayah mereka.


Setelah sampai di depan pintu dengan susah payah akhirnya Ziva terlepas dari pegangan sang Adik.


''Ayah jangan bawa kakak ku mohon. '' gugu Zia tapi sang ayah tetap menyeret nya hingga berhasil keluar dari rumah.


Tapi naas saat sedang akan mengambil sendal sang Ayah mendapat hantaman yang begitu keras sehingga dia tersungkur ke lantai.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2