BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 47


__ADS_3

Hari-hari berlalu sekarang kandungan Ziva sudah menginjak tujuh bulan.Ziva dan Rafa berencana untuk membeli perlengkapan bayi hari ini. Ziva sangat bersemangat dan sudah membayangkan baju-baju lucu untuk anak kembar mereka.


''Sayang apa kau sudah siap?'' Tanya Rafa sambil memeluk sangat istri yang sedang berdiri di depan cermin dari tadi.


''Iya mas sebentar lagi aku siap tinggal menyisir rambut ku saja kelar semua. ''


''Jangan berdandan terlalu cantik sayang karna kecantikan mu hanya boleh dilihat oleh suami mu seorang. '' Rafa terus mencium pipi Ziva yang mulai gembul.


''Is mulai deh posesif nya. '' cemberut Ziva.


Setelah berdandan mereka pun turun kebawah dan berpamitan pada sang Mommy.


''Hati-hati sayang, Rafa tolong jaga istrimu dengan baik-baik jangan sampai lepas dari pengawasan mu. '' wanti-wanti mommy pada Rafa.


''Siap Mommy aku akan menjaga istriku dengan sangat ekstra. kalau begitu kami pamit ya mom. ''


''Iya ''


''kok perasaan ku gak enak ya, semoga tidak terjadi sesuatu pada mereka. " batin Mommy.


Mereka pun berangkat menuju mall terbesar di kota itu.sesampai dimall terbesar itu Rafa terus menggandeng Ziva keluar masuk toko yang mereka cari.

__ADS_1


Cukup banyak perlengkapan yang mereka beli karna Rafa yang bingung harus memilih yang mana akhirnya mengambil semua perlengkapan itu.



''Sudah cukup , ayo sayang kita pulang ''


''Siap bos, yuk kita pulang aku pun mulai lelah berjalan dari tadi. ''


''Apa mau aku gendong sayang''


''Tidak usah mas aku masih kuat berjalan kalau hanya sampe mobil'' tolak Ziva.


''Mas,,, aku mau itu. '' tunjuk Ziva pada penjual es krim.


''Baik lah sayang kamu tunggu disini ya mas akan membelikannya, kamu jangan kemana-mana ok. tunggu sampai aku kembali. ''


Lalu Rafa pun segera menuju tempat penjual eskrim yang disebrang jalan.setelah sampai ditempat penjual eskrim Rafa menghela nafas melihat antrian yang cukup panjang, tapi dia tetap mengantri demi sangat istri.


Ziva sudah tidak sabar menunggu Rafa yang sudah tiga puluh menit mengantri tetapi belum kembali juga. Ziva pun berinisiatif untuk menyusul suaminya.


Ziva menyebrang sendiri... tapi naas setelah sampai di tengah sebuah mobil sedan yang melaju sangat kencang menabrak tubuh Ziva hingga dia terpelanting cukup jauh.

__ADS_1


Melihat sang istri kecelakaan sontak saja Rafa berlari menuju Ziva. Rafa merauh sejadi nya karna melihat kondisi Ziva yang mengenaskan.


Banyak darah yang bercucuran di paha Ziva keningnya pun ikut mengeluarkan darah segar. tak mau mengambil resiko Rafa segera membawa Ziva kerumah sakit.


''Mas!! ini sangat sakit. '' keluh Ziva.


''Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai. kamu harus kuat demi anak-anak kita. '' gugu Rafa.


''Tapi mas,,, '' sedikit demi sedikit Ziva mulai memejamkan matanya.


''No,, sayang jangan pejam kan matamu tetap lah buka matamu, aku tak mau kau meninggalkan aku. '' Rafa terus berteriak melihat Ziva yang sudah tidak kuat menahan nya darah segar terus mengalir dibawah sana.


Tak berapa lama Rafa pun sampai dirumah sakit terdekat, Rafa berteriak kepada semua petugas disana untuk menolong nya. melihat Rafa yang membawa Ziva penuh darah sontak para suster pun berlarian untuk menolong nya. dan dengan sigap segera di bawa keruangan ICU.


Dokter pun berlarian untuk menangani pasien nya.


''Dokter,,,, dokter kau harus menyelamatkan istri saya. ''


''Baik Pak kami akan mencoba semampu kami, anda berdoa lah. '' dokter pun langsung masuk kedalam ruangan ICU.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


__ADS_2