
Setelah mereka semua pulang, Rafa masuk kedalam kamar yang mana Amira telah menunggu nya untuk meminta penjelasan.
''Rafa aku ingin bicara!!''
''Apalagi yang ingin kau bicarakan?''
''Aku ingin tahu bagaimana kejadian sebenarnya.''
Akhirnya Rafa menceritakan semua nya pada Amira sedetil-sedetilnya. Amira pun syok mendengar semua, tepatnya ia harus berfikir keras bagaimana ia akan mencari alasan pada mommy nya Rafa.
''Terus sekarang kita harus bicara apa pada mommy. ''
''Jujur saja pada mommy kalau kau tak bisa hamil semua beres dan tak ada yang akan tersakiti lagi. ''Jawab Rafa.
''Tidak.... tidak aku tidak mau, bagaimana kalau mommy mencarikan istri lagi untuk mu?.''
''Sudah lah Amira aku tak memikirkan itu sekarang dan aku lelah. sekarang tujuan ku adalah menebus semua kesalahan ku pada Ziva.'' Lalu Rafa beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan tidur.
Sementara itu Amira merasa kesal oleh tingkah Rafa dia hanya bisa menghentakkan kaki sambil menggerutu.''Awas kalau kau sampai jatuh cinta padanya Rafa akan ku buat dia hancur sehancur nya. ''Batin Amira dan merangkak naik ke tempat tidur membaringkan tubuhnya memunggungi Rafa.
***********
Pagi pun datang sinar mentari masuk kedalam celah kamar Ziva menerpa wajah cantik nan sendu itu. tapi Ziva masih enggan untuk membuka mata karna terasa masih mengantuk.
Melihat Ziva yang masih tertidur pulas Rafa tak berniat membangunkan tapi hanya memandangi wajah sendu itu . entah mengapa melihat keadaan Ziva yang seperti itu membuat Rafa merasa bersalah telah melakukan ini semua.
''Ziva maaf kan aku yang telah melukai mu. ''sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah itu.Rafa menyadari bahwa Ziva sangat cantik walaupun tanpa riasan berbeda dengan Amira yang selalu memakai make up tebal.
Merasa tidur nya terusik Ziva mengerjap-ngerjapkan matanya.Saat matanya terbuka sempurna Ziva berteriak karna melihat Rafa yang begitu dekat dengannya. Ziva melempar semua bantal dan barang yang ada di dekatnya pada Rafa.Sambil terus berteriak dan memohon untuk di lepas kan.
Rafa yang tak siap akan reaksi Ziva kalang kabut dan langsung memanggil Amira.
''Amira.... Amira kemarilah,'' teriak Rafa
''Ada apa ini kenapa semua berantakan?''
dan Amira melihat Ziva yang ketakutan langsung mendekat dan memeluk untuk menenangkan Ziva.''Ini bagus dengan Ziva takut pada Rafa maka tak akan ada kesempatan buat Rafa menebus kesalahan itu. ''Batin Amira.
Setelah Ziva tenang mereka berdua memilih keluar dari dalam kamar itu. Dan sarapan bersama sebelum ke kantor.
__ADS_1
''Tolong kau jaga Ziva dirumah Amira,
jagalah dia dengan baik.Apa kau mengerti!!''
''Ia aku akan menjaganya kau tenang saja. ''
Dan Rafa berangkat kerja tapi hatinya tak tenang harus meninggalkan Ziva sendirian.Setelah mengantar Rafa keluar Amira kembali masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan Ziva. Saat melihat keadaan Ziva yang seperti itu muncul ide jahat di kepala Amira. Ia menelfon seseorang untuk datang kerumahnya.
''Hallo,,, kau datang lah kesini mumpung rumah sepi dan sebelum Rafa pulang dari kantor. '' telfon pun terputus
Tak butuh waktu lama yang di telfon pun datang.bel berbunyi Amira langsung keluar membukakan pintu dengan senyum mengambang.
''Hai.... sayang aku merindukan mu '' menarik Rian dan memeluk erat tubuh kokoh yang di rindukan itu.
''Aku juga merindukan mu sayang.'' membalas pelukan Amira.
''Jadi untuk apa kau mengundang ku manis hmm. ?''
Amira menuntun Rian kelantai atas dan membuka pintu salah satu kamar di lantai atas itu.
ceklek....
''Wah ada mangsa baru terimakasih sayang. ''sambil mengusap sudut bibir nya saat melihat Ziva yang sedang meringkuk.
Setelah mengantar Rian kedalam kamar ia bergegas turun untuk berjaga-jaga. Sementara itu di dalam kamar Rian sedang meraba wajah cantik Ziva dan mengelus paha mulus itu.
Melihat ada yang meraba sontak Ziva langsung duduk dan histeris.Apalagi ia melihat lagi wajah tengil Rian yang mengingatkan kejadian beberapa waktu silam itu.
Ziva sekuat tenaga menahan tangan Rian yang terus me rabanya. Tapi walaupun sekuat tenaga masih tetap kalah dengan tubuh Rian yang kekar.
''Tidak... pergi kau dari sini lepaskan aku.. aku mohon lepaskan aku. ''Ziva memohon dan terus berteriak.
Mendengar teriakan Ziva dari atas membuat Amira merasa senang.''Rasakan itu Ziva kau telah menggagalkan rencanaku. ''
Tapi saat bersamaan dia mendengar ada mobil yang datang dan langsung melihat dari jendela.
''Astaga!! mati aku.. aku harus bergegas ke atas sebelum Rian ketahuan oleh mommy. '' Amira berlari ke atas dan membuka paksa pintu kamar itu. saat masuk Amira melihat Rian yang berusaha terus men cum bu Ziva.
''Rian,,, stop!!! mommy datang ayo sekarang kau keluar lewat jendela'' ujar Amira.
__ADS_1
''Hah si@lan aku belum melakukan apapun padanya ada saja yang mengganggu.'' sungut Rian sambil melompat dari jendela agar tak ketahuan.
''Amira... Amira. mommy datang. ''
''Ia mommy'' Sambil berjalan pelan ke bawah seolah dia sedang menahan sakit.
''Maafkan mommy ya sayang baru sempat melihat mu. ''
''Ia mom tak apa,tapi apa mom tak kecewa pada ku.? tangis Amira pura-pura.
''Shhuuuttt,, ini sudah jadi kehendak yang di atas jadi jangan sedih ya sayang mungkin suatu saat kamu akan di berikan ke percayaan lagi oleh Tuhan.'' hibur mommy,tapi di saat bersamaan Mom mendengar teriakan Ziva dan bertanya pada Amira.
Lalu Amira mulai mengarang cerita bahwa Ziva juga kehilangan calon bayi sama seperti dirinya. mendengar itu mommy langsung ke atas untuk melihat keadaan Ziva.pintu di buka paksa oleh mommy dan berlari ke arah Ziva yang tampak kacau.
''Ssuuuutttt tenang sayang ini mommy kau aman sekarang..''Mommy terus mengelus punggung kecil Ziva dan menenangkan Ziva.
''Malang sekali nasip mu sayang, harus kehilangan calon bayi mu. ''Batin Mommy Rafa.
Setelah di rasa Ziva telah tenang mommy menyuapi makanan pada Ziva. mommy sangat telaten menyuapi Ziva itu membuat Amira semakin muak dan benci pada Ziva. ''Kenapa semua orang selalu perhatian padanya bahkan mommy yang tak tau asal usul nya juga menyayanginya''Batin Amira.
🌺🌺
Malam pun datang Rafa pulang dari kantor saat melewati pekarangan rumah ia melihat mobil mommy nya yang terparkir cantik di garasi.
''Assalamualakum..aku pulang.''
''Walaikumsalam. ''Sahut mereka bedua yang sedang duduk di meja makan.
''Hai mommy apa mommy sudah lama?''sambil mencium tangan dan pipi mom.
''Iya sayang mommy sudah dari siang disini dan rencana nya mommy akan menginap disini untuk menemani Ziva.Apa kau keberatan?.''Tanya mommy.
''Aku tidak keberatan mommy,malah aku sangat senang kalau Ziva ada teman nya. '' balas Rafa.
Semua pun makan sambil bercerita panjang lebar.
BERSAMBUNG......
__ADS_1