
Beberapa saat kemudian Mommy dan Cova datang bersamaan Zia pun turut hadir mendapat telfon dari Rafa bahwa sang kakak kecelakaan.
''Sayang!! bagaimana keadaan menantu Mommy ? apa dia baik-baik saja,? gimana sama kandungan nya,?'' tanya mommy yang sangat khawatir.
''Iya Mom,, Mommy sabar dulu ya Ziva lagi di periksa oleh dokter. ''
Tak lama dokter pun keluar dengan wajah yang sangat pucat dan khawatir.
''Maaf Pak Rafa kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya, silahkan anda mau pilih yang mana yang akan kami selamat kan.?''
''Apa!! kau harus menyelamatkan keduanya aku tidak akan bisa memilih diantara mereka. '' geram Rafa sambil menarik kerah baju dokter itu.
''Rafa,, sabar Raf kau harus berpikiran jernih didalam sana istri mu sedang berjuang. '' bujuk Cova.
Rafa menghela nafas, ''Selamat kan istri saya dok ''
''Tapi pak tadi didalam istri anda meminta agar anak-anaknya yang diselamatkan. ''
''Apa kau tuli hah, aku ingin istri ku selamat.''
''Baik lah kalau begitu kami permisi dulu.'' dokter pun segera masuk kembali kedalam ruangan operasi.
__ADS_1
"Maaf kan daddy nak, maafkan kalau daddy egois yang lebih memilih ibu kalian untuk diselamatkan, tapi daddy juga tidak ingin memilih satu dari kalian karna daddy juga sangat menyayangi kalian." Batin Rafa.
Sudah empat jam pasca operasi tapi belum ada tanda-tanda mereka akan keluar mereka semua sangat khawatir pada Ziva dan bayinya.
''Cov segera lacak siapa pemilik mobil itu, aku ingin dia dihukum dengan tangan ku sendiri. ''
''Baik lah Raf, aku akan menyuruh orang kita untuk melacak mobil itu. ''
Sementara itu di sudut ruangan Zia hanya duduk dengan diam, Dia sangat takut akan kehilangan kakaknya karna hanya Ziva yang dia punya di dunia ini mereka telah bersama sejak kecil dan Ziva lah yang selalu menjaganya.
Melihat Zia yang terlihat syok Cova pun mendekat untuk memenangkan Zia.Cova memegang pundak Zia sontak dia pun tersadar dari lamunan nya.
Zia segera berhamburan kepelukan Cova, Dia menangis tergugu di bahu kekar itu.
''Tenang lah, semua pasti akan baik-baik saja, Kau berdoa saja untuk kesembuhan kakak mu. janji jangan menangis lagi. '' Cova menangkup wajah sayu itu dan kembali memeluk erat Agar Zia bisa tenang.
Selang berapa lama Dokter pun keluar, mereka pun bergegas menuju sangat dokter.
''Gimana dok? apa operasi nya lancar? apa istri saya baik-baik saja?. ''
Dokter menghembuskan nafas nya pelan.
__ADS_1
''Jangan diam saja, gimana keadaan istri saya dokter. '' teriak Rafa.
''Raf,, sabar dengar dulu penjelasan dokter.'' lerai Cova.
''Alhamdillah, atas izin Allah dan doa dari kalian semua nyawa mereka bisa diselamatkan, Selamat pak anda mendapatkan anak-anak yang lucu. Tapi,, ''
''Tapi apa dok''
''Tapi istri anda masih dalam keadaan koma, dan belum bisa dipastikan kapan dia akan sadar. Semoga beliau cepat sadar dari komanya, kita hanya bisa menunggu keajaiban dari Tuhan. sekali lagi selamat pak kami telah melakukan semaksimal mungkin, kalau begitu kami permisi dulu. ''
Mendengar Ziva yang masih koma membuat Rafa terduduk, Dia tak bisa membayangkan bagaimana anak-anak mereka tanpa ibunya.
''Sudah, ayo kau harus kuat demi anak-anakmu Raf dan ingat Ziva juga membutuhkan mu jadi kau jangan lemah. ''
''Tapi Mom, apa bisa aku merawat mereka tanpa Ziva?''
''Mommy yakin kau pasti bisa, kau ayah dan suami yang hebat sayang. ''
Bayi mereka pun di pindahkan keruangan khusus bayi agar mendapatkan penanganan yang lebih extra karna usia kandungan nya yang hanya 7 bulan.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Hai-hai yuk bantu author nyari nama buat anak mereka 🤣🤣