
Malam pun datang Rafa pulang dari kantor saat melewati pekarangan rumah ia melihat mobil mommy nya yang terparkir cantik di garasi.
''Assalamualakum..aku pulang.''
''Walaikumsalam. ''Sahut mereka bedua yang sedang duduk di meja makan.
''Hai mommy apa mommy sudah lama?''sambil mencium tangan dan pipi mom.
''Iya sayang mommy sudah dari siang disini dan rencana nya mommy akan menginap disini untuk menemani Ziva.Apa kau keberatan?.''Tanya mommy.
''Aku tidak keberatan mommy,malah aku sangat senang kalau Ziva ada teman nya. '' balas Rafa.
Semua pun makan sambil bercerita panjang lebar.
****
Setelah makan malam usai mommy masuk ke dalam kamar Ziva.
Tok....
__ADS_1
Tok...
Tok...
''Ziva mommy boleh masuk?''Tanya mommy Rafa tapi karna tak ada sautan dari dalam mommy langsung saja membuka pintu dan masuk kedalam dan melihat Ziva yang sedang duduk di ranjang dengan tatapan kosong. Mommy menghampiri Ziva ia duduk disebelah nya,Tapi Ziva refleks langsung beringsut ke belakang karna ada orang asing yang datang.
Tapi Mommy meyakinkan Ziva agar tak takut pada mom dan mom berjanji akan menjaganya. Mendengar perkataan mommy akhirnya Ziva sedikit melunak,Mommy menyusap punggung kecil Ziva seraya berkata ''Malang sekali nasib mu sayang, semoga setelah ini kau akan bahagia. '' doa mommy.
Mommy pun mengajak Ziva mengobrol entah Ziva mendengar kan atau tidak tapi mommy terus bercerita hingga Ziva tertidur.Melihat itu mommy menyelimuti Ziva dan ikut berbaring bersama nya.
Sementara itu di dalam kamar Amira sangat gelisah. bagaimana tidak dengan adanya mommy di rumah ini pergerakan nya akan menjadi tidak bebas. Ia tidak akan bisa mengerjai Ziva lagi, Ia berusaha keras mencari cara agar mommy Rafa cepat pergi dari rumah ini.
''Rafa sayang!!ini sudah malam ayo kita tidur aku sangat rindu padamu. ''Sambil mengusap dada bidang Rafa.
Tapi yang di raba tidak merespon dan malah menolak. ''Tidak Amira kau tidur saja duluan kerjaan ku sangat banyak.'' elak Rafa.
(boleh ngakak gak sih Amira 🤣🤣 rayuan mu ndak mempan sana tidur peluk guling 🤭🤭 )
Akhirnya Amira tidur dengan perasaan dongkol.
__ADS_1
Sinar mentari pagi menyinari bumi burung berkicaun an dan embun pagi membasahi rerumputan yang menghijau.
Sarapan pagi telah tertata rapi di meja makan satu persatu penghuni rumah itu turun dan tak terkecuali Mommy dan Ziva. mereka turun bersama mommy menuntun Ziva turun dari tangga ,pagi itu Ziva kelihatan lebih baik karna di bantu oleh mommy berdandan dengan sedikit polesan karna memang Ziva aslinya sudah cantik mesti tanpa polesan apapun.
Rafa yang melihat Ziva turun bersama mommy tertegun melihat nya. mata nya tak berkedip membuat Amira yang melihat itu semakin sakit sati.
''Dasar si@l kenapa dia harus turun segala. '' Batin Amira.
Amira mulai berakting langsung berdiri membantu Ziva berjalan. ''Ziva apa kau sudah sehat? ayo aku bantu ''
Tapi Ziva malah takut melihat Amira dan bersembunyi di balik punggung mommy.
mommy pun menyeritkan dahi nya dan Rafa yang melihat itu pun sontak kaget di benak mereka sedang memikirkan sesuatu dan sedang bertanya-tanya kenapa Ziva takut melihat Amira. Apa yang telah Amira lakukan pada Ziva sehingga ia takut melihat Amira.
''Sudah Mir biar Ziva mommy yang bantu kau layani saja suami mu. '' elak mommy agar Ziva tenang.
''Baik lah mommy. ''
Mereka makan bersama dengan Ziva yang masih terus menunduk karna takut.
__ADS_1
BERSAMBUNG......