BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 19.


__ADS_3

Hangatnya perapian malam


Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu


Kesejukan sungai kebahagiaan


Bagai menatap senyummu


Damainya jiwaku


Di mana belas kasih itu?


Bersamamu seperti mimpi semu


Hanya bisa merasakan abadinya duka


Dalam hati tersimpan banyak doa


Kau bilang kita pasti bisa


Bisa saling mencintai


Bersama sampai tua


Bersatu hingga mati


Kau bilang perbanyak doa dan harapan


Impian kita pasti kan terwujud


Namun apa yang terjadi kini?


Biarlah langit yang memutuskan


Satu keinginan


Cinta kita jangan sampai berubah


Hati kita tetap menyatu


Menciptakan bahagia bersama


Tak semudah yang kita duga


Bagaimana harus ku hentikan air mata?


Impian kita hanya sebatas dalam mimpi

__ADS_1


Biarlah langit yang memutuskan


Tentang akhir cerita cinta kita


...****************...


Saat turun dari mobil Kevin ia berpapasan dengan mommy nya Rafa.


''Sore tante. mau cari siapa ya ? tanya Ziva.


''Hai pelan-pelan,''sambil memegang tangan Ziva. ''kamu sedang hamil besar tidak boleh terburu-buru sayang. '' Sahut mommy Rafa.


Sementara Amira mengintip di balik jendela kamar, melihat ibu mertua nya datang dan sedang di bawah bersama Ziva.


''Aduh gimna ini Mommy pake datang kemari lagi. '' Amira terus mondar mandir di kamar nya.


Untung saja Amira telah mempersiapkan segalanya . Amira memakai perut palsu dan keluar menyambut mommy.


''Wah ada mommy, kok gak bilang aku dulu mom mau dateng kan aku bisa nyambut mu. ''ucap Amira.


''Hati-hati sayang, mommy hanya ingin melihat cucu mommy yang ada di perut mu.apa dia sehat ?tanya mommy


''Iya dia sehat mommy. Aku dan Rafa sudah tak sabar menunggu kedatangan bayi ini. ''Sambil mengelus perut palsu Amira.


''Iya semoga semua berjalan dengan lancar ya sayang hingga persalinan nanti kamu juga harus menjaga pola makanmu. Oh iya siapa gadis cantik ini Amira.? ''sambil melihat ke arah Ziva.


(wkwkw sungguh ratu drama kau Amira. hya author jadi julid 🤣🤣)


Mereka pun berbincang bertiga sambil menikmati camilan yang telah di sediakan mbok Nah.Dan malam pun semakin larut Mommy pun permisi untuk pulang banyak sekali wejangan yang di berikan pada mereka berdua agar hati-hati dalam menjaga kehamilan hingga menjadi ibu yang baik buat si buah hati kelak.


****


Keesokan harinya Kevin kembali ke kantor Rafa banyak yang harus di diskusikan karna kerjasama yang mereka buat.


Tapi emang dasar Kevin yang selalu teringat pada Ziva hingga dia tak konsen membahas proyek yang akan mereka buat sebelum melihat wajah cantik itu.


''Kau kenapa Vin seperti gelisah sekali? tanya Rafa sambil mengerut kan keningnya.


''Ah tidak,aku hanya ingin melihat Ziva baru aku akan bisa berkonsentrasi.''Sahut Kevin terang-terangan kepada Rafa karna dia masih geram dengan Rafa.


''Ceh.... apa istimewanya wanita j@lang itu.''tutur Rafa yang membuat Kevin naik pitam seketika dan menarik kerah jas Rafa.


''Apa kau bilang? j@lang? ,dia bukan j@lang dia adalah calon istriku sekali saja kau menyakiti nya aku akan membawa nya pergi dari mu.''


''Tidak bisa!! kau tidak bisa membawa nya pergi karna dia sedang mengandung anak ku. '' Rafa tak kalah emosinya.


Saat terjadi perdebatan sengit itu Cova datang dan langsung melerai mereka.

__ADS_1


''Hai kalian!!! sudah hentikan,apa yang telah kalian lakukan? bukan kah kita bertiga teman ?kenapa saling bertengkar!!'' ujar Cova.


Dan akhirnya pertengkaran itu pun berhenti dan Kevin langsung pergi dari ruangan Rafa untuk menemui Ziva, karna hanya Ziva yang saat ini yang mampu menenangkan hati Kevin.


''Ziva.''Kevin langsung memeluk dari belakang dan menyandarkan kan dagu nya pada bahu Ziva.


''Hai Vin kenapa? ayo lepas kan dulu ini di kantor tak enak kalau ada yang melihat. ''tutur Ziva lembut dan hati-hati agar Kevin tak tersinggung.


''Biar kan seperti ini sebentar Ziv. Aku sedang tidak mood. hanya bau tubuh mu lah yang mampu mengembalikan mood ku. ''


Tanpa di sadari oleh mereka berdua ada sepasang mata yang melihat kedekatan mereka dan hanya bisa mengepalkan tangan nya.


----


Sementara di tempat lain sedang terjadi pergulatan panas. sepasang kekasih sedang beradu nafas dan keringat yang saling bercucuran walau ac di ruangan kamar hotel itu full.Mereka menikmati setiap gerakan dan gesekan yang mereka buat bersama sehingga tercipta suara-suara indah keluar memenuhi ruangan.Puas mendaki bukit dan menuruni lembah kenikmatan dan era ngan panjang yang tercipta di antara kedua nya mengakhiri pergulatan panas itu. Kedua nya terkulai lemas dan saling memeluk.


''Terimakasih sayang kau memang selalu liar kalau di ranjang dan selalu bisa memuaskan ku. ''sambil mengecup kening sang wanita.


''Aku memang selalu hot kalau masalah ranjang,kau tak akan pernah merasakan kekurangan. ''sang wanita menyombongkan diri.


Dan mereka tertidur karna kelelahan setelah berkelana ke nirwana.


Sore pun datang menyongsong untuk menyambut langit jingga yang sangat indah.Waktu jam pulang kantor pun tiba semua karyawan bersiap untuk pulang melepas lelah satu hari bekerja.


Saat semua sudah pulang hanya tinggal Ziva yang sedang membersihkan ruangan kantor itu di bantu ob yang lain. Ziva masuk kedalam ruangan Rafa ia berfikir jika Rafa sudah pulang karna biasanya Rafa tak akan pernah pulang telat. Tapi apes bagi Ziva ternyata Rafa masih di dalam saat dia menyelonong masuk.


Rafa yang tadi nya menunduk langsung mengalih kan pandangan nya pada pintu masuk yang di buka begitu saja oleh Ziva. Rafa langsung menghentikan kegiatan nya dan berjalan ke arah Ziva.Melihat kedatangan Rafa ke arah nya Ziva menjadi gugup.


''Mati aku apa yang akan dia lakukan pada ku lagi. ''batin Ziva..


Sesaat setelah sampai di hadapan Ziva. Rafa berhenti sejenak dan menatap ke arahnya memperlihatkan tatapan tidak suka padanya. tatapan itu sangat sadis seolah ingin menelan Ziva hidup-hidup.


''Kau !!!Apa kau juga melempar tubuh mu yang menjijikkan ini pada pria lain juga sehingga mereka terus membelamu.. Hah!!! ''ucap Rafa pelan tapi penuh penekanan siapapun yang mendengar nya pasti akan merinding.


Ziva tak menjawab dia hanya diam dan menundukan kepala karna takut pada Rafa.


''Ayo jawab kenapa kau cuma diam.Diam mu berarti menandakan bahwa itu semua benarkan. '' telisik Rafa.


Mendengar tuduhan Rafa, hati Ziva sangat sakit .


''Kalau aku melempar tubuh ku pada pria lain itu bukan urusan mu.Kau tidak berhak melarang ku untuk melakukan semua itu karna kau bukan siapa-siapa ku. ''Bentak Ziva ntah keberanian dari mana ia berani menjawab kata-kata Rafa dan langsung meninggal kan ruangan itu sebelum Rafa melihat air mata nya jatuh. Rafa pun terkejut dan hanya melongo melihat kepergian Ziva.


Bersambung......



Huaaaa Kevin ganteng uyyy...

__ADS_1


suka yang mana hayo Rafa, Kevin atau Cova nih


__ADS_2