BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 22


__ADS_3

''Kau tenang saja nanti aku akan membantu mencarinya ,tapi sebelum itu ayo kita bersenang-senang dulu.''Rian terus meyakinkan Amira untuk melakukan . Dan Amira pun mau melakukan nya, ruangan yang dingin dengan ac itu menjadi terasa panas karna pergulatan mereka ,entah sudah berapa kali mereka melakukan nya. Hingga kedua terkulai lemas.


Saat membaringkan tubuh Rian mendapat telfon dari anak buah nya. ntah apa yang mereka bicarakan Amira pun tak bisa mendengar nya.


***


Siang pun berganti malam,matahari disambut sang rembulan.malam itu sangat terang karna cahaya sang rembulan malam.


Rafa melangkah kan kaki nya masuk ke sebuah ruangan,yang mana ruangan itu di kunci dari luar. Saat masuk dia di sambut dengan pemandangan yang sangat sedih,Ia melihat gadis nya meringkuk di ranjang king size itu.


Rafa hanya memperhatikan Ziva yang terlelap ada perasaan lega dan berkecamuk di dalam dadanya.


''Kau tak akan bisa lari kemana lagi,sekarang aku akan menjadikan mu tawanan ku. '' batin Rafa.


Tak lama Ziva terbangun karna mencium bau rokok di sekitar nya dan ia terkejut ternyata yang ada disitu adalah Rafa.


''Oh Tuhan!! Apalagi yang ingin dia lakukan. selamat kan lah aku tuhan. ''Batin Ziva.


Melihat Ziva terbangun Rafa langsung menghampirinya.


''Kau sudah bangun rupanya, bagaimana apa tidurmu nyenyak hah?''menghempas kan pipi Ziva yang tadi di pegang nya.

__ADS_1


''Apa yang kau ingin kan?kenapa kau mengurung ku ?'' tanya Ziva


''Stttttt,,,, stop jangan banyak bicara, aku pusing mendengar kau berceloteh jadi diam lah. '' geram Rafa.


lalu Ziva terdiam karna takut akan ancaman Rafa.


''Sekarang tugas mu adalah memuaskan ku. ''


Ziva terkejut dan tak menyangka bahwa Rafa bisa sebej@t itu.


''Tidak aku tidak mau melayani mu.'' Bantah Ziva


''Aku tidak menerima penolakan.''Rafa langsung naik ke ranjang dan langsung men cumbu Ziva.


Tapi Rafa tak menghiraukan permohonan Ziva, dia sudah terlanjur diselimuti kabut naf su. entah lah mengapa setiap melihat Ziva hasrat ingin menyiksa nya sangat lah tinggi.


Rafa me lu mat bibir ranum Ziva yang telah membuat nya mabuk kepayang dan selalu terbayang akan bibir mungil itu. Rafa secara rakus ******* bibir itu hingga Ziva kehabisan nafas.


Setelah melihat Ziva yang sesak nafas karna ciuman rakus nya itu, Rafa pindah ke melon impor Ziva.


''Ternyata ini semakin besar.'' racau Rafa yang melihat gundukan itu sangat besar dari sebelum nya. Rafa menghisap melon kembar. Bibirnya tak henti menghisap sementara tangan yang satu tak mau diam dan ikut me re mas yang satunya.

__ADS_1


Karna hi sa pan itu membuat sekujur tubuh Ziva merinding dan Suara de sahan pun lolos begitu saja dari mulut nya. membuat Rafa semakin ber gai r@h


''Ternyata kau menikmati nya. Apa kau suka hah di perlukan seperti ini?'' ejek Rafa, tapi Ziva hanya terdiam berkata pun pasti tak akan di anggap.


Rafa terus menciptakan kenikmatan untuk Ziva. hingga tangan nya turun ke gua lembab milik Ziva yang sudah basah akibat serang-serangan naruto nya.


Sekali lagi Ziva men de sah karna di bawah sana sedang di permainkan oleh Rafa.Karna tak mampu lagi menahan Ziva membusungkan dada nya dan di bawah sana sudah sangat meminta lebih.


Melihat mata Ziva yang sudah sayu karna gair@h,Rafa lantas memasukan Mr Jamet nya secara kasar dan itu membuat Ziva berteriak karna sakit. Rafa memaju mundurlah pinggul nya secara perlahan tapi lama-kelamaan Goyangan itu semakin dahsyat Rafa tak memikirkan anak yang ada di perut Ziva dia terus saja melakukan dengan tempo yang sangat kencang.


Ziva yang tak bisa melawan pun hanya pasrah di goyang Rafa di bawah sana. suara-suara merdu Ziva pun terdengar memenuhi kamar itu yang menambah semangat untuk Rafa melakukan lagi dan lagi.


Erangan panjang kedua nya mengakhiri permainan Rafa. Lalu ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selang berapa lama ia keluar dan melihat Ziva yang sudah terlelap. Lalu pergi begitu saja meninggalkan Ziva yang telah tertidur.


***


Setelah melakukan pergulatan panas Rafa pulang menuju rumah nya. Saat memarkirkan mobil Amira pun pulang bersamaan. Ia pun heran kenapa Amira akhir-akhir ini selalu pulang malam apa yang dia lakukan duluan sana.


Rafa langsung menarik Amira dan bertanya dari mana dia.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2