
Waktu terus bergulir tak terasa kahamilan Ziva sudah menginjak lima bulan.perut itu semakin membulat dan gerakan nya pun sedikit melambat terhalang perutnya.
Malam itu tenggorokan Ziva sangat haus,ia terbangun dari tidurnya dan meraba gelas di atas nakas tapi sayang air yang ada didalam nya pun kosong .Sehingga Ziva harus berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.
Saat telah sampai di anak tangga terakhir Ziva mendengar suara de sa han dari dua insan yang sedang memadu kasih.
Hati nya terasa sedikit sakit menyaksikan itu semua.Ziva meremas ujung baju nya untuk meredam rasa sakit yang ia rasakan.
POV ZIVA On
''Tidak seharus nya aku tidak boleh merasakan sesak ini, karna aku memang lah bukan siapa-siapa nya Rafa.Aku juga bukan orang ketiga di antara mereka ini semua terjadi karna kita sama-sama di untungkan.
Tapi kenapa begitu sakit dan sesak setiap melihat keromantisan mereka berdua.kenapa padaku Rafa selalu bersikap kasar hanya Cova yang selalu mengerti aku.
Rafa adakah secercah harapan untuk ku.astaga Ziva apa yang kau pikirkan apa kau mau merusak hubungan mereka.sadarlah kau itu bukan siapa-siapa bagi mereka.
Kalau bukan karna Ayah nasib ku tak akan jadi seperti ini.Semoga ini akan segera berakhir .
Pov Ziva off.
Ziva terus melangkah kan kaki nya menuju dapur dengan rasa hati yang tak menentu.Sedang kan Rafa yang melihat kedatangan Ziva tak menghentikan aksinya dia terus menggempur Amira tak henti-hentinya.Dia sengaja ingin membuat Ziva tak nyaman dengan semua ini .
Gen jo tan itu terus ia lakukan sehingga suara-suara yang menjijikan keluar dari mereka berdua.
''Kau pasti tidak suka kan mendengar nya.kau harus menderita Ziva.'' Batin Rafa.
Setelah selesai minum Ziva langsung berlari lagi kedalam kamar nya.tanpa melihat dan menghiraukan adegan panas yang sedang ber langsung itu.
Pagi menjelang tapi Ziva masih enggan untuk membuka mata,karna setelah melihat adegan panas itu dia tak bisa tidur ,dan menjelang pagi baru terlelap kembali.
Sementara itu di meja makan sudah ada Amira dan Rafa mereka sarapan pagi bersama seperti biasa.Ziva melintas bermaksud langsung pergi ke kantor.
Tapi Amira menghentikan Ziva dan memanggilnya untuk bergabung.
''Hai Ziva,sini sarapan dulu baru kau kekantor.aku tak ingin anak yang ada di dalam perut mu merasa lapar.''
''hmm baik lah Amira.''berjalan dengan terpaksa menuju meja makan dan menarik kursi di sebelah Amira.
__ADS_1
''Ziv maafkan atas kejadian semalam ya! Rafa memang selalu tak tau tempat jika sudah menginginkan nya.'' Sambil menggenggam tangan Ziva.
''Iya Mir aku mengerti kok.''
'' Aku sudah biasa setiap malam selalu mendengar suara-suara itu dari dalam kamar ku.tapi semalam aku melihat nya langsung.'' batin Ziva.
Sesak itu yang salalu dirasakan Ziva saat melihat sepasang suami istri itu selalu memamerkan kemesraan mereka tanpa menghiraukan orang lain di sebelah nya.
Ingin rasanya Ziva kabur saat ini juga tapi apalah daya.semua hanya angan-angan Ziva.
Ziva bangkit dari kursi dan pamit berangkat kerja. ''Aku pergi dulu Amira nanti terlambat.''
''Tapi makanan mu belum habis Ziv.''
''Tidak nanti saja aku makan di kantor lagi.'' terus berjalan keluar rumah menuju ojek online langganan nya.
🍀🍀🍀
Di kantor Zia yang terburu-buru tak sengaja menyenggol Cova sehingga membuat Zia hampir terhuyung dan akan terjatuh.
''Hai kau punya mata tidak badan sebesar ini masih kau tabrak.'' pekik Cova.
''Lain kali matamu di pasang di atas jangan di bawah.'' Cova pun pergi dengan kesal.
''Hais kenapa dia? gitu aja sampe marah, dih kesambet kalinya.''sambil terus berjalan dengan mengome.
Tak lama Ziva datang dan menyejutakan Zia dari belakang .''Doorrr.''
''Dar der doorrr ,is kakak mengagetkan saja .'' pekik Zia
''Hahhahaha kamu lucu masa gitu aja kaget nya sampe segitunya, lagian kenapa tu mulut manyun kayak bebek?''
Zia menceritakan semua pada Ziva apa yang telah terjadi pada nya tadi panjang lebar.
''Kok Cova bisa gitu ya ? biasa nya gak gitu lo dek.Sama kakak dia selalu baik.''
''Tau tuh orang pengen aku tabok tau gak kak,ngeselin pokok nya.'' geram Zia.''
__ADS_1
''Ya udah mungkin Cova lagi banyak masalah makanya kayak gitu.ntar kakak tanyain ke dia kenapa kayak gitu ok,sekarang adek kakak yang cantik jangan cemberut lagi nanti cantik nya hilang.'' hibur Ziva.
Mereka pun berpisah dan melanjutkan pekerjaan masing-masing.Di jam istrahat Ziva duduk untuk sekadar melurus kan punggung sambil mengelus perut nya yang membuncit. Dia merasa bahagia karna anak itu akan segera lahir tapi di sisi lain dia sangat bersedih karna harus berpisah dengan sang bayi dan hanya dia sendiri yang menanggung beban dari mulai merasakan ngidam hingga kaki yang kadang mulai membengkak.
Ziva sangat dilema dengan semua ini,ingin rasanya membawa kabur saja sang calon bayi yang ada di dalam perut nya.Dan pergi sejauh mungkin dari kota ini agar Rafa tak menemukan mereka.
''Hai melamun saja kamu Ziv. ''
''Ah tidak Cov aku tidak melamun.Sudah berapa lama kau disitu Cov?'' tanya Ziva sambil mengerut kan alisnya.
''Sudah sejak tadi,kamu aku panggil gak nyaut-nyaut Ziv.Lagi ngelamunin apa sih ampe segitu nya ?''
''Ah gak ada Cov aku hanya kelelahan saja. '' Dusta Ziva tak mungkin dia memberitahukan pada Cova bisa-bisa nanti malah tambah runyam.
'' Ya sudah kalau gitu yuk kita pulang dah waktu nya juga, nanti kamu kena marah lagi sama singa lapar. ''Canda Cova.
''Hayuk lah aku berkemas dulu ya Cov. ''
Tak lama mereka pun keluar menuju parkiran,saat menuju parkiran mereka berpapasan dengan Zia yang sedang cemberut di samping motor bebek nya.
''Kenapa lagi tuh anak muka nya ngeselin banget. ''
''Hais dia itu saudara aku Cov kamu kok sewot banget kalau setiap ketemu dia?''
''Siapa yang sewot dia tuh yang ngeselin dan sering bikin aku kesel Ziv. Dia kok beda banget sama kamu. ''
''Beda apanya sama aja,sama-sama baik dan pastinya sama-sama cantik.''senyum Ziva mengambang.
''Dih muji diri sendiri. ''
''Hahahaah iya dong kalau bukan aku siapa lagi yang muji. nih buktinya kamu nempel terus sama aku. cieee... ciee tersepona ya.. '' tawa Ziva.
''Is lucu dan imuutnya kalau lagi ketawa ini yang buat aku betah lama-lama di dekat kamu Ziv. ''
''Udah ah ayo.. kita liat Zia dulu jangan ngegembel terus kamu Cov. ''berlalu meninggal kan Cova.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ya readers aku jarang up sekarang lagi sok sibuk... seperti biasa jangan lupa tinggal kan jejak ya sayang ku semuanya 😘😘😘