
HAPPY READING....
🌷🌷🌷
Sampai di depan ruangan Rafa, Amira mengetuk pintu setelah itu Amira langsung masuk karna tak mendengar sahutan dari luar...
Kaki jenjang itu melenggang masuk masuk keruangan suaminya, tapi sang terlalu asik memeriksa berkas di depan nya, sehingga tak mengetahui kalau istri nya sedang berada tepat di depan nya...
''Hmmm''
Rafa masih diam sampai tiga kali deham yang keluar dari mulut Amira, baru lah Rafa menyadari nya.
''Ah sayang maaf kan aku, tak melihat mi datang. ''
''Gimana mau liat kamu aja sibuk dengan berkas-berkas itu. '' sungut Amira
''Iya sayang maaf kan aku ya, kamu ada apa kemari hmm, ''berjalan menghampiri kursi yang di duduki Amira.
''Ini aku bawa bekal makan siang untukmu, kau pasti belum makan kan sayang.?"
''Ah kebetulan sekali aku belum makan dan juga sangat lapar. ''
Mereka makan dengan sangat romantis Amira membuka kotak bekalnya dan menata di atas meja itu. Lalu menyuapi Rafa .Tapi dia tak mau kalah berbalik mengambil sendok dan langsung menyuap kan pada sang istri. Sungguh sangat romantis siapa pun yang melihat pasti akan iri.
Setelah selesai makan, Rafa melarang Amira untuk pulang. Rafa ingin dia dan Amira pulang bersama karna sudah lama tak mereka lakukan. sembari menunggu Rafa menyelesaikan pekerjaan nya, rasa kantuk pun menyerang Amira akhirnya dia tertidur di sofa ruangan itu.
🍁🍁🍁
waktu terus bergilir tak terasa rumah tangga Amira dan Rafa sudah berjalan dua tahun. mereka selalu kelihatan harmonis dan Rafa semakin posesif kepada Amira.
sementara itu Zia telah menyelesaikan kuliahnya, dan melamar pekerjaan di tempat kakak nya bekerja. nasip baik mengiringi mereka.Sekarang Ziva dan Zia berada di kantor yang sama dengan profesi yang berbeda. Tapi itu tidak masalah untuk Ziva karna dia lebih mementingkan Zia adiknya.
''Kakak ayo kita pulang!!''
''Iya tunggu sebentar lagi ya dek nanggung.''
Baiklah aku tunggu di meja itu ya kak.'' berjalan sambil memainkan telefon genggam kesayangan.Tapi karna terlalu asik Zia tak melihat jalan malah menabrak Cova yang berjalan di depan nya.
''bukkkk''
__ADS_1
''Auuu, pekik Zia.sakit apa kau tak punya mata. '' Tapi saat melihat siapa yang di tabrak Zia langsung menunduk dan meminta maaf atas kejadian barusan. tapi Cova hanya mengacuhkan Zia dan terus berjalan keluar karna ada urusan yang sangat penting.
''Untung aku selamat,''batin Zia
''Hai kau kenapa dek, ngomong sama siapa? ''
''Ih kakak ngagetin tau.''
''Habisnya kamu kayak orang aneh ngomong sendiri, ah sudah lah ayo kita pulang nanti kita kemalaman.
Mereka pun pulang kerumah bersama,tapi sebelum pulang mereka mampir dulu untuk membeli makan malam mereka. Baru melanjutkan jalan menuju rumah nya.
Sebelum mereka sampai di depan pintu, sudah terlihat enam pria bertubuh kekar menunggu di depan rumah. Ziva dan Zia merasa aneh dengan kehadiran mereka dan merasa tak pernah berurusan dengan orang seperti. Tapi mereka tetap melangkah maju mencoba mencari tahu kenapa para pria bertubuh kekar itu di depan rumah mereka.
''Maaf anda cari siapa ya. ''
''Rumah ini akan kami sita. ''
''Apa, mereka melongo mendengar perkataan pria itu. Bagaimana tidak mereka tak merasa menggadaikan rumah ini, tetapi mengapa tiba-tiba harus disita.
''Kenapa disita, kami tak pernah menggadaikan nya. ''
''Tidak-tidak mungkin, ini bukan rumah dia.,jadi anda tidak bisa mengambilnya.''
''Kami tak peduli sekarang kamu kemasi semua barang mu dan angkat kaki dari rumah ini. ''
''Ku mohon jangan ambil rumah kami, aku akan membayar nya.Berapa hutang ayah. ''
''Hutang ayah kalian 200 jt''.
Mereka pun kembali ternganga mendengar jumlah hutang yang tak sedikit. Dari mana mereka akan mendapat kan uang sebanyak itu, jika di gabung gaji mereka belum cukup untuk melunasi semua nya.
Ziva bernego dengan orang itu agar memberi waktu pada mereka untuk mengumpulkan uang nya.Lama akhirnya mereka nyetujui dan akan kembali 1minggu lagi kasini untuk menjemput uang yang mereka janjikan.
''Duh kk gimana ini,dari mana kita akan mendapat kan uang nya. ''
POV Ziva
Ya tuhan apalagi ini, kemana aku harus mencari uang sebanyak itu. Ayah apa kau tak kasihan pada anakmu ini, kenapa kau salalu saja memberikan kami kesulitan.Aku rasanya tak sanggup melalui ini semua.
__ADS_1
Tapi aku harus bagaimana, Zia masih membutuhkan aku. oh Tuhan tolong bantu aku dalam menghadapi semua beban ini. kuat kan aku.
Kalau rumah ini sampai di ambil mereka kemana aku dan adik ku akan tinggal, hanya ini satu-satu nya harta kami.Ibu tolong doakan anak mu di atas sana semoga kami bisa melalui ini semua.
🌷🌷🌷
''Kita pasti bisa sayang,kita harus lebih giat lagi bekerja nya. ''
''Apa kita ambil pinjaman dari kantor saja ya kk.Siapa tau kantor bisa membantu kita, uang sebanyak itu kita dapat darimana. gaji kita satu tahun pun tak akan cukup membayar nya. ''
''Baik lah besok kakak akan mencoba meminjam di kantor semoga bisa. ''
Disisi lain Amira sedang melamun,memikirkan sudah dua tahun mereka menikah tapi belum juga hamil,dan memberikan keturunan pada Rafa. Dia takut kelak Rafa akan bosan pada nya karna tak memiliki anak. Dan ibu mertuanya pun terus bertanya kapan dirinya akan memberikan cucu pada keluarga Mahendra.
''Aku harus periksa ke dokter,apapun hasil nya aku akan terima. ''
Setelah Rafa kekantor, Amira pun bergegas ke dokter kandungan untuk memeriksakan dirinya.
Tak berselang cukup lama setelah mengantri, nama Amira pun di panggil. jantung nya berdegup kencang bagaimana jika hasil nya nanti mengecewakan. Dengan langkah kaki yang berat Amira pun memasuki ruangan itu.
Setelah pemeriksaan dilakukan Amira langsung keluar dengan perasaan yang tak menentu.Langsung pulang kerumah dengan hati yang kacau.
Amira terus melamun, sampai Rafa pulang dari kantor. tapi Amira tak peduli dia tetap larut dalam fikiranya. Rafa mendekat dan memeluk Amira dari belakang.
''Hai sayang kau melamun kenapa, sampai suami pulang kau tak tau. ''
Amira terkejut dan langsung menatap Rafa penuh tanya. apakah Rafa mengetahui semuanya apa tidak. kalau dia tahu kenapa tak memberi taukan nya, tapi kalau dia tak tahu apa yang harus Amira katakan pada suami dan ibu mertuanya.
Ya ini sungguh berat bagi Amira tapi dia tetap harus memastikan nya agar semuanya jelas.
''Rafa ada yang ingin aku tanyakan padamu. ''
''Soal apa sayang, hmm tapi nanti ya aku jawab nya aku mau mandi dulu, badan ku lengket semua. ''Rafa berlalu pergi ke kamar mandi.
Bersambung.....
jangan lupa besok senin tampol karya aku ya kk dari pada vote nya hangus.. 😚
__ADS_1
kenalkan Ziva dan zia, semoga kalian suka kalau gak suka silahkan bayangkan visual masing-masing 🤣🤣