
Pagi pun menyongsong, Cahaya sinar matahari mengusik tidur mereka, Ziva yang masih sangat mengantuk membenamkan kembali kepala kedalam dada bidang itu,Dia memeluk erat tubuh yang ada di depan nya.
Mereka pun kembali saling berpelukan. Tapi karna Ziva terus bergerak membuat di bawah sana ikut terbangun akibat gesekan tubuh Ziva.
''Sayang kau membangunkan nya. '' Lirih Rafa khas bangun tidur.
Tanpa aba-aba Rafa langsung menyerang Ziva yang masih mengantuk, Ziva hanya pasrah di bawah kungkungan Rafa, tenaga nya masih belum kembali setelah diserang terus menerus oleh Rafa tadi malam. dan pagi ini Dia kembali di serang.
Hanya de sa han demi ******* yang bisa Ziva lakukan. Dia dibuat terbang kembali oleh Rafa. Tubuh yang tadi nya lemas sekarang kembali bersemangat untuk segera dimanjakan lagi.
Peluh mereka bercucuran dipagi yang cerah itu,suhu kamar pun kembali memanas. Setelah bermain kuda-kudaan selama satu jam akhirnya mereka pun ambruk bersama sambil menikmati sisa-sisa getaran cinta mereka.
Ziva bangkit bermaksud untuk mandi dan turun kebawah, tapi saat akan melangkah dari tempat tidur Dia merasakan perih di bawah sana.
''Mas bisa bantu Aku? seperti di bawah sangat perih '' Dan tanpa menunggu perkataan Ziva, Sang suami dengan sigap menggendong tubuh mungil itu menuju kamar mandi.
Rafa mendudukan sang istri perlahan di dalam bathtup yang sudah terisi dengan air hangat.
''Ah,,, nyaman nya '' Gumam Ziva. dan sontak membuat Rafa menjadi gemas dengan istri kecilnya.
Rafa dengan telaten menyabuni punggung putih dan mulus itu, Rafa terus menggosok tubuh Ziva dan kedua semangka Nya pun ikut di gosok perlahan.
Sekitar 30 menit mereka kelar mandi karna perut pun sudah minta di isi. Rafa kembali menggendong Ziva keluar dan memasangkan baju pada sang istri.setelah di rasa siap mereka pun ingin turun ke bawah.
__ADS_1
''Auuu.... kayak nya aku gak bisa turun deh Mas. '' sungut Ziva.
''Ya udah kita pesan nya dari kamar aja yang sayang. ''
Ziva pun mengangguk pasrah. karna Dia tak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini. jalan nya saja sudah seperti bebek belum rasa perih yang masih ada.
πππ
Sementara itu Cova dibuat kalang kabut dengan pekerjaan yang terus menumpuk
''Oh...astaga ini kenapa gak kelar-kelar'' geram Cova sambil menjambak rambut nya.
''Tok... ''
''Iya masuk''
''Pak ini berkas yang Anda minta!!''
''Terus saja di meja'' Cova terus fokus pada berkas yang ada di tangan nya.
''Masih ada lagi pak?''
''Ada,,, kau tolong buat kan aku kopi Zia dengan 1 sendok kopi dan 2 sentuh teh gula,ingat jangan lebih dan jangan kurang. Kalau kurang kau akan kembali membuatkan yang baru. ''
__ADS_1
Zia pun menganguk lalu pergi. ''Ada-ada saja permintaan nya sungguh membuat kun repot '' Gerutu Zia tapi Dia terus melangkah ke pantry untuk melakukan perintah atasan nya.
Selang berapa lama Zia pun masuk kembali kedalam ruangan Cova.
''Pak ini kopi yang bapak minta'' Zia menaruh cangkir kopi tersebut kemeja Cova, lalu Cova mencicipi kopi buatan Zia.
''Puhhhhh,,,,Apa ini kenapa rasanya berbeda, cepat kau bikin yang baru lagi. ''
''Lah tapi itu kan sesuai petunjuk yang bapak berikan. ''
''Kau membantah ku hah,,,, apa mau gaji mu aku potong bulan ini. ''
''Tidak,,, tidak pak aku akan membuat kan yang baru'' cengir Zia.
Zia pun kembali membuat kan kopi yang baru untuk Cova, tapi setelah dibuat yang baru lagi-lagi tak sesuai dengan keinginan Cova.
''Kamu bisa bikin kopi tidak sih, ini sudah kelima tapi tidak ada yang enak. kembali buat kan aku kopi seperti yang pertama cuma itu yang lumayan rasanya dari yang lain. ''
''Hah!! Zia terengah karna permintaan Cova mau melawan tapi takut nanti gaji nya di potong akhirnya Zia dengan perasaan kesal kembali lagi membuat kan kopi.
''Hahahhaha,,,,, lumayan ada objek buat di kerjai'' sorak Cova.
πΊπΊπΊ
__ADS_1