
''Tetap cari dia pasti dia belum jauh dan bawa hidup-hidup ke hadapan ku.'' perintah nya. sambungan telepon pun terputus.
''Ada apa Kevin ?tanya Cova.
''Si berengsek itu melarikan diri, dia harus bertanggung jawab atas semua ini.''
''Apa kau tau orangnya.?''
''Tidak aku tidak tau.nanti kita fikirkan lagi. sekarang jelaskan padaku apa kata dokter itu. ''Kesal Kevin.
**************
''Anak yang ada di kandungan Ziva tak bisa di selamatkan, dan Ziva sekarang dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri sampai sekarang. '' terang Cova.
''Apa!!! Kevin menggusar wajah nya kasar.
''Maafkan,,,, maafkan aku Ziva yang telat datang menjemput mu.'' sesal Kevin sambil terus menangis
Mereka berdua sangat syok mengetahui keadaan Ziva. Tak salang berapa lama Rafa pun datang kerumah sakit karna walau bagaimana pun anak yang di kandung Ziva adalah darah daging nya dan dia berhak tahu. oleh sebab itu Cova juga memberi tahu Rafa.
Saat melihat kedatangan Rafa kerumah sakit emosi Kevin kembali memuncak dengan membabi buta Kevin langsung menghajar Rafa.Tapi kali ini Rafa tak melawan ia hanya pasrah karna ini semua adalah salahnya.
Tak lama mereka ber tiga masuk kedalam ruangan Ziva.Mereka dengan setia menunggu Ziva sadar dari masa kritis .
Seminggu setelah masa kritis yang di alami Ziva untuk pertama kali Ziva membuka mata kembali. Tapi saat melihat ke tiga pria itu disana Ziva menjadi histeris dan meronta-ronta memohon untuk di lepaskan.
Karna panik Cova langsung memanggil dokter. Dan dokter bergegas memeriksa Ziva karna Ziva yang tak bisa di tenangkan akhiri nya terpaksa di bius lagi.
''Kenapa kau menyuntik nya lagi dokter?'' Geram Rafa.
''Saya hanya melakukan kewajiban saya Tuan agar nona Ziva tak membahayakan diri. Kejadian yang di alami nona Ziva membuat goncangan yang hebat dalam dirinya, sehingga siapa pun yang di lihat dia akan teringat kembali kenangan itu. Jadi saya mohon bersabar dan pelan-pelan dalam penyembuhan Nona Ziva. Saya akan melakukan terapi juga agar nona Ziva tak syok lagi.'' Terang dokter itu dan pamit pergi.
Mereka bertiga hanya termenung mendengar perkataan dokter itu. Ada penyesalan yang sangat mendalam bagi mereka yang tak bisa menjaga Ziva dengan baik.
Sore menjelang Ziva mulai tersadar lagi dari tidurnya.Melihat muka Rafa di dalam ruangan itu Ziva kembali berteriak. Tapi untung nya Zia cepet datang dan langsung memeluk erat tubuh Ziva agar tak ketakutan lagi. Saat melihat Ziva yang tenang dalam pelukan Zia,mereka memutuskan untuk keluar dan memberikan ruang pada kakak beradik itu untuk saling menenangkan.
''Tenang lah kakak!! Aku ada disini aku tidak akan membiarkan satu pun menyakiti mu lagi. ''Ucap Zia yang berusaha menghibur Ziva.
__ADS_1
''Kakak takut sekali dek. sangat takut. '' Sambil terus menangis.
''Memang nya apa yang telah mereka lakukan pada mu kak sampai kau seperti ini.?tanya Zia.
Ziva kembali menangis saat mengingat kejadian itu
''Mereka semua mau mem per ko sa kakak dek. '' terang Ziva sambil tergugu menangis.
Mendengar itu Zia menjadi geram dan tak terima jika kakak nya di lecehkan.Tapi Zia tetap berusaha tenang di hadapan Ziva.
''Tenang lah kak, semua sekarang sudah aman dan tak akan terjadi apa-apa lagi pada kakak . Aku akan selalu melindungi kakak dan masih ada Cova,Kevin dan Rafa.''
''Tidak aku takut pada mereka.. aku sangat takut. '' racau Ziva.
Zia kembali memeluk Ziva dan menenangkan nya saat Ziva sudah terlelap Zia keluar menemui ketiga pria tadi. Melihat Zia yang kluar mereka pun segera menghampiri Zia.
''Bagaimana keadaan nya?'' tanya mereka serempak.
''Saat ini kakak masih takut pada kalian dia masih takut pada orang asing di sekitar nya. Apa yang harus kita lakukan.? dan untuk kau pak Rafa kau harus bertanggung jawab atas semua ini. Andai orang suruhan istri mu tak menculik kakak ku pasti dia tak akan seperti ini dan kau pantas mendapatkan hukuman dan kehilangan calon anakmu.''Geram Zia.
Lalu Rafa berbicara pada Zia.
''Zia izinkan aku untuk menebus semua kesalahan ku, aku akan merawat Ziva sampai sembuh. ''
''Kita liat nanti dia akan mau apa tidak pak Rafa. ''
Hari berganti hari Kini keadaan Ziva sudah mulai membaik walaupun masih ada rasa takut saat bertemu orang lain.
Rafa membawa pulang Ziva atas persetujuan mereka bersama.
Sesampai di kediaman Rafa,Amira terkejut melihat perut Ziva yang sudah rata.
''Ada apa ini kemana perut Ziva kenapa sudah rata. '' cerca Amira.
lalu Rafa memperingati Amira.''Ini semua ulah mu kau harus bertanggung jawab atas semua ini dan kau akan membayar nya. ''
Amira pun terdiam dia berfikir keras tentang perkataan Rafa.''Apa ini semua ada sangkut pautnya dengan Rian dan dia juga menghilang. ''Batin Amira.
__ADS_1
lalu Amira mengikuti langkah Rafa yang membawa Ziva masuk ke dalam kamar.Hati Amira memanas saat melihat Rafa memperlakukan Ziva dengan lembut. Karna Ziva masih takut akan keberadaan Rafa dia memegang erat jemari Zia yang ikut mengantar nya pulang kerumah besar Rafa.
''Sssstttt,, kakak sekarang aman disini ya kalau kakak merasa tidak nyaman jangan lupa menghubungi ku. ''bujuk Zia dan Ziva hanya bisa mengangguk tanda mengerti dengan tatapan kosong.
Saat Ziva telah terlelap Zia pun pamit pulang pada Rafa. dan di antar oleh Cova.
Di perjalanan Zia hanya diam mengingat nasip sang kakak yang selalu saja menderita. ''entah lah dosa siapa yang sedang di tanggung kakaknya.'' batin Zia.
Melihat Zia yang terdiam Cova mendeham
''Hmmm. ''
''Apa kenapa kau mendeham apa kau terganggu dengan aku disini. ''sewot Zia.
''Hais siapa juga yang terganggu aku hanya berdeham apa itu salah.? Sudah lah percuma juga menjelaskan padamu. dasar keras kepala.!!''
''Apa... apa kau bilang aku keras kepala. yang ada kau itu yang gak jelas. dasar rese. ''
''Lah kok aku kau tu yang mulut kayak bebek nyerocos ae... ''
(hadeh lama-lama author kawinin juga nih kalian berdua 🙄🙄)
Mereka terus bertengkar sepanjang perjalanan hingga sampe ke rumah Zia. Zia langsung membanting pintu mobil Cova saat telah sampai.
''Hai bisa gak sih pelan-pelan,ucap makasih kek dasar cewek bar -.bar '' geram Cova.
Tapi Zia tak menggubris langsung melenggang masuk kerumah.
''Sokorin siapa suruh bikin emosi. ''Batin Zia.
Cova hanya bisa menghembus kan nafas dan berlalu pergi dari rumah itu.
''Dasar cewek aneh. semoga gak dapat jodoh. ''Batin Cova.
Bersambung.....
__ADS_1