
Setelah selesai makan,merekapun hanya duduk bersantai di dalam kamar karna tak mungkin untuk membawa Ziva pergi keluar melihat jalan nya saja membuat Rafa merasa bangga pada dirinya karna dia berhasil membuat Ziva tak bisa berjalan.
''Kenapa kamu senyum-senyum gitu mas? apa ada yang aneh ya?'' tanya Ziva curiga.
''Tidak ada yang aneh sayang tapi aku hanya merasa bangga pada diriku sendiri karna berhasil membuat mu tak bisa berjalan. '' senyum Rafa penuh kemenangan. Dan itu berhasil membuat Ziva malu sekaligus kesal.
''Bangga apanya. tapi ini perih tau mas.'' rutuk Ziva.
''Iya sabar ya sayang sebentar lagi akan ada yang mengantarkan salep buat menghilangkan rasa perih nya. dan setelah itu kita akan bertempur lagi. ''
''Apa bertempur lagi... ? gak... gak.. gak membayangkan nya saja aku sudah ngilu mas kamu begitu garang bisa-bisa aku tak bisa berjalan beneran habis ini. ''
Rafa pun tertawa mendengar sang istri berdegik ngeri membayangkan pertempuran mereka berikutnya.
Disaat mereka terus bercanda bel kamar hotel itu pun berbunyi.
''Sebentar sayang sepertinya itu Cova. ''
''Apa!!! Cova,,, ih aku malu mas '' Ziva sangat malu kalau sampai Cova melihat keadaan nya seperti ini, pasti Cova akan menertawakan nya.
Pintu pun dibuka, Cova menyelonong masuk kedalam kamar pengantin itu tanpa basa basi.
''Sialan kau Cov main nyelonong aja,gimana kalau Ziva gak pake baju. '' geram Rafa.
__ADS_1
''Hoo... itu rezeki ku Rafa... '' senyum Cova penuh kemenangan karna berhasil mengerjai sepasang pengantin baru itu.
''Cova,,, astaga bener-bener ya kamu gak berubah dari dulu. '' cebik Ziva.
''Hai Ziva apa singa karatan ini menyakiti mu? apa dia main terlalu garang hingga kau tak bisa berjalan seperti itu?'' ledek Cova
Mereka pun hanya saling pandang mendengar perkataan Cova yang tanpa di filter.
''Sudah ayo cepat mana salep nya dan kau boleh pergi dari sini. ''
'' Is... is...is aku laper apa tidak ada makanan disini? kau pesan kek makanan buat aku Raf. ''
''Gak ada sekarang kau pergi lah kekantor dan urus pekerjaan mu. '' seret Rafa hingga di depan pintu.
Tapi apalah daya niat hanya tinggal niat wkwkwk (astaga Cov gak ada kerjaan apa wooyy 🤣)
.
.
.
Satu bulan berlalu Ziva sedang menyiap kan sarapan pagi untuk suami tercintanya. tapi saat akan mengaduk kopi tiba-tiba pandangan nya kabur dan dia merasakan perut nya bergejolak sarawa ingin muntah.
__ADS_1
Ziva berjalan menuju wastavel untuk mengeluarkan isi perut nya, tapi belum selesai kluar Ziva sudah lebih dulu pingsan dan jatuh kelantai.
Bibi yang melihat itu pun sontak panik dan langsung memanggil Rafa yang ada dimeja makan. mendengar teriakan bibi Rafa berlari untuk melihat keadaan sang istri.
''Astaga Ziva kenapa bi? kenapa dia bisa pingsan? bibi cepat telpon dokter suruh kerumah ya. ''
''Baik lah tuan, bibi permisi dulu. ''
Rafa pun menggendong Ziva kekamar, Dia sangat khawatir dengan keadaan sang istri. Dia terus menggosok tangan Ziva agar dia siuman. hingga tak berapa saat kemudian dokter pun datang.
''Selamat pagi pak Rafa. permisi boleh saya periksa dulu. ''
''Pagi dok ,,silahkan periksa. ''
Dokterpun memeriksa Ziva berulang kali untuk memastikan keadaan nya.
''Tidak ada yang serius pak, dan selamat anda akan menjadi seorang ayah,untuk memastikan nya silahkan periksa langsung kedokteran kandungan. saya akan meresepkan vitamin untuk nona Ziva. ''
Rafa pun terkejut sekaligus senang mendengar kabar dari dokter bahwa Dia akan segera mempunyai baby.
Rafa mengecupi seluruh wajah pucat ziva.''Terimakasih sayang, sebentar lagi kita akan mempunyai baby. ''
Rafa pun memberitahukan berita bahagia ini pada sang Mommy. setelah mendapat kabar dari Rafa Mommy pun segera berangkat menuju rumah mereka .sesampai disana ternyata mereka sudah bersiap untuk membawa Ziva memeriksakan keadaan nya lebih lanjut agar tak terjadi apa-apa pada ibu dan calon bayi nya nanti.
__ADS_1
🦋🦋🦋🦋🦋