BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 28


__ADS_3

Mereka pun terkejut melihat kedatangan Rafa dan kocak kacir mencari pakaian yang entah dimana letaknya.Lalu secara membabi buta Rafa menghajar Rian tanpa ampun. melihat Rian yang sudah tidak berdaya karna di pukuli Rafa secara terus menerus akhirnya Amira membantu melindungi.


Dan di saat yang bersamaan Ziva pun histeris karna takut melihat apa yang terjadi di depan matanya.sontak Rafa menghentikan pukulan nya pada Rian dan Amira.


Rafa langsung menghampiri Ziva dan berusaha untuk menenangkan Ziva. Kemudian menelfon Cova untuk melakukan tindakan selanjutnya.


Tak butuh waktu lama bagi Cova untuk sampai disana karna kebetulan Cova juga sedang berada di dekat daerah perumahan Rafa.


Stelah sampai di halaman rumah Rafa ia memarkin mobil secara sembarang dan langsung berlari ke dalam kamar Rafa.


Setelah sampai Cova sangat syok melihat keadaan kedua nya yang sangat memprihatinkan.. Lalu Cova memberikan pakaian yang layak untuk mereka dan menyuruh mereka untuk pergi sejauh mungkin dari pandangan Rafa karna kalau sampai Rafa melihat mereka lagi maka nyawa mereka yang akan terancam.


Akhirnya mereka meninggal kan rumah Rafa walau Amira terus meronta dan memohon untuk di ampuni tapi Cova tidak peduli ia tetep mengusir mereka. Saat sampai di ambang pintu Cova melepar mereka hingga terjatuh serta tak lupa baju dan barang-barang Amira ikut di lempar keluar.


*****

__ADS_1


Rafa keluar dari dalam kamar Ziva setelah bersusah payah menenangkan nya.


''Huuuuiifff akhirnya dia tidur juga. '' batin Rafa.


Lalu ia turun Untuk mencari keberadaan Cova.


''Bagaimna apa mereka sudah angkat kaki dari rumah ku. ''


''Sudah Fa aku sudah mengusir mereka aku jamin mereka tak akan kembali lagi.''


''Bajingan dasar perempuan Ja lang.'' teriak Rafa.


''Suutttt pelan kan suaramu Rafa nanti Ziva bangun lagi. ''


Mengingat Ziva, Rafa kembali mengeram ''Arrrgggg aku telah bersalah pada nya Cov apa dia bisa memaafkan kan aku.?'' tanya Rafa sambil tergugu dan menenggak habis minuman yang ada di depan nya.

__ADS_1


''Tenang lah Fa ,aku yakin suatu saat Ziva akan memaafkan mu jadi bersabar lah. '' hibur Cova. melihat Rafa yang terlalu banyak minum Cova berusaha menghentikan nya.


''Sudah kau jangan terlalu banyak minum dan akan bertambah rumit. '' Rafa pun menghentikan minum nya sambil berkata.


'' Baik lah Cov terimakasih untuk hari ini kau bisa pulang. ''


'' Apa kau yakin ingin aku pulang? tanya Cova sekali lagi.


''Yah pulang lah besok banyak kerjaan yang menanti kita. ''


Karna keputusan Rafa yang sudah tidak bisa untuk di bantah akhirnya Cova pun pulang. Sementara itu Rafa naik ke atas dan membuka pintu kamar Ziva di tatap nya wajah pucat itu. Lalu ia ikut naik ke ranjang Ziva dan berbaring di sebelah nya tangan kekar itu tak lupa memeluk pinggang kecil Ziva.


Ia menghirup aroma tubuh Ziva yang membuat ia tenang. Tak butuh waktu lama ia pun terlelap bersama Ziva yang ada di pelukan nya, melepas kan sesaat beban yang sekarang sedang ia tanggung. Ia tak menyangka bahwa Amira yang selama ini ia cintai tega mengkhianati dirinya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


JANGAN LUPA JEJAK NYA KAKA... 😉😉


__ADS_2