BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 31


__ADS_3

Setelah makan siang Rafa meminta izin untuk membawa Ziva keluar. agar Ziva bisa kembali menghibur diri.


''Mommy apa boleh aku mengajak Ziva jalan-jalan.?''


''Mommy terserah Ziva.. kalau dia mau Mommy akan izin kan. bagaimana apa kamu mau sayang.?''


Ziva pun mengangguk tanda setuju. dalam hati Rafa pun bersorak sorai karna ini awal yang baik baginya.


Ziva pun bersiap-siap di bantu oleh Mommy. setelah bersiap Ziva turun ke bawah Rafa terpesona melihat kecantikan alami yang di miliki oleh Ziva. tanpa aba-aba kata Cantik langsung keluar dari mulut Rafa,membuat sang Mommy tersenyum mendengar nya.


__ADS_1


Lalu mereka pun pergi meninggal kan rumah Mommy..


''Ziva kau ingin pergi kemana? apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?'' tanya Rafa, tapi Ziva hanya diam melihat ke arah jendela. Rafa hanya bisa menghembuskan nafas nya pelan ia harus berhati-hati dalam bersikap dan berbicara pada Ziva agar ia tak takut lagi padanya.


Karna tak ada jawaban dari Ziva.Ia memutuskan untuk membawa ke taman hiburan untuk bermain. Awal nya Ziva sangat takut karna terlalu ramai tapi Rafa terus meyakinkan Ziva untuk tidak takut dan ia berjanji untuk selalu ada di samping nya.


Lalu mereka mencoba satu persatu wahana permainan yang ada disitu. Ziva yang sedari kecil tak pernah merasakan pergi ketempat hiburan kini ia bebas berlarian kesana kemari sambil terus menarik tangan Rafa. melihat itu Rafa pun tersenyum yang ada di benak nya saat ini adalah Ziva seperti anak kecil yang mendapat kan mainan nya


Setelah puas bermain mereka pun mencari tempat makan yang terdekat karna perut yang sudah mulai keroncongan meronta-ronta minta di manjakan.


''Ziva kita makan di sini dulu '' dan Ziva pun mengangguk pertanda setuju. mereka berdua menuju restoran terdekat dan memesan makanan. saat akan memesan makan nya Rafa tak sengaja melihat seperti ada sosok bayangan Amira di balik pintu , ia pun beranjak untuk melihat dan menyuruh agar Ziva tetap di tempat duduk nya dan tak pergi kemana-mana. tapi saat sampai di depan pintu ia tak menemukan siapapun di balik pintu.

__ADS_1


''Apa itu hanya halusinasi ku saja? tapi tidak, aku melihat nya dengan jelas tadi. kemana hilang nya perempuan ja lang itu.?'' Batin Rafa. Melihat tidak ada bayangan Amira lagi akhirnya Rafa kembali ke tempat duduk nya, dan menikmati makanan yang telah tersedia.mereka makan dalam diam hingga makanan pun habis. Lalu Rafa membayar semua makanan itu dan mengajak Ziva untuk pulang karna mereka sudah seharian bermain di wahana tadi.


Saat dalam perjalanan Rafa mencoba berbicara pada Ziva kali ini ia memegang tangan Ziva.


''Ziva bagaimana kalau kamu tinggal bersama ku lagi?'' tanya Rafa.


Ziva yang mendengar itu langsung melepaskan tangan Rafa, ingatan itu kembali berputar di memory nya. sontak ia pun berteriak dan ketakutan. melihat reaksi Ziva,Rafa pun menghentikan laju mobil nya dan memeluk erat Ziva agar ia tenang. tapi bukan nya tenang ia malah semakin memberontak dan memukul-mukul dada bidang itu.


''Sssssttttt,,, tenang Ziva aku tak akan memaksa mu bila kau tidak mau,sekarang kau tenang ya'' bujuk Rafa.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2